FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya.🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT.🙏🏻
SELAMAT MEMBACA.🧡🧡
Gue juga hancur saat lo pergi. Seharusnya lo tetap disini dan gue yang pergi.
Langit Megandriano
🦋🦋🦋
Setibanya di lokasi kejadian perkara, Langit dan Ando mengamati sekeliling. Suara jeritan dan tangisan saut menyahut saling meramaikan suasana duka. Puluhan pedagang telah kehilangan mata pencaharian nya. Sarana yang mereka gunakan untuk mengais rezeki setiap hari harus hancur terbakar ludes, tak ada sedikitpun barang-barang yang dapat di selamatkan dari aksi penghancuran ini.
Wajah-wajah putus asa para pedagang membuat Langit meringis tak tega. Garis wajah yang menua menambah iba yang kian menebal. Garis polisi terbentang sepanjang lokasi, menjadi pembatas agar orang-orang tidak terlalu mendekat ke TKP.
Ando menatap garis berwarna kuning yang di pasang oleh polisi. Aparat kepolisian sedang sibuk menjalankan job desk nya masing-masing di sana. Hingga tatapan bertemu dengan seorang lelaki paruh baya yang mengangkut karung berwarna putih di punggungnya. Pria itu mengais beberapa sendok yang tersisa dari insiden itu.
"Kacau banget Lang," kata Ando melihat Langit memakaikan topi berwarna hitam di kepala.
Langit menggelengkan kepalanya tanda miris. Membuat Ando berinisiatif mencari lebih banyak informasi dari orang yang ada disana.
"Pak mohon maaf sebelumnya, ini ada apa ya kok ramai sekali. Habis ada acara apa pak?" tanya Ando di balik masker hitam nya.
Pria itu bertanya pada bapak-bapak paruh baya yang tadi ia lihat melewati dirinya dan Langit.
"Bukan sedang ada acara deh, disini habis ada kebakaran besar. Semua gerobak dan lapak yang ada di sini ludes terbakar," ucap bapak itu.
"Turut berduka ya pak, sudah ketahuan apa penyebab kebakarannya?" tanya Ando.
"Kata polisi, tempat ini sengaja di bakar oleh oknum tidak di kenal." balasnya dengan nada yang berat serta sangat sedih.
"Tega sekali mereka itu, padahal banyak keluarga yang menggantungkan kehidupannya dengan cara berjualan. Tapi sekarang, tempat dan alat jualan mereka hancur hingga jadi abu yang tersisa," katanya lagi.
"Sayang sekali kalau sampai pelakunya tidak tertangkap ya Pak," kata Ando.
"Polisi sudah menemukan bukti bahwa tempat ini sengaja di bakar. Mereka juga menemukan geng motor mana yang melakukannya,"
"Tapi ya begitu lah mas, kalaupun tertangkap siapa yang membakar tempat ini. Apa iya mereka mau membayar semua kerugian yang kami alami?" kata nya lagi membuat Langit menoleh pada bapak tersebut.
Untung saja Ando dan Langit memakai penutup kepala, masker, serta kacamata hitam yang menutupi. Menyamarkan identitas mereka agar tidak ada satu orang pun yang tahu kalau pentolan geng yang di tuduh sebagai pelaku penghancuran tempat ini ada disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Novela JuvenilFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
