9

757 69 9
                                        


____________________
• Camaraderie •
Bagian 9. Dare 2
_______

"Oke lanjut"

Osamu meminta Sakusa untuk melanjutkan permainan. Yang mana, mau tak mau Sakusa harus menceritakan sedikit kejujuran mengenai hubungannya di masa lalu.

"Sebenernya bingung juga mau cerita dari mana. Tapi ini secara garis besar aja lah ya. Pas itu kami ngopi aja sih kek biasa. Dia udah lulus sekolah dan lanjut ke tim Adlers. Nah kita kita nih masih kelas 12 kan, udah jelas kami gak pernah ketemu. Kesibukannya sebagai pemain timnas voli bener bener bikin kami gabisa ketemu, apalagi posisi rumah kami yang gak deket..."

"Nah kebetulan banget dia itu nitipin ponselnya. Ya iseng aja gitu, kubuka tuh..."

"Anehnya itu layar kekunci. Asli dah, dia bukan tipikal orang yang pake sandi sandian gitu lo selama ini. Iseng iseng lah masukin tahun jadian lah, ultah dia dll tapi ternyata gaada yg bisa"

"Karena pasrah kek yaudahlah serah, udah males juga ngotak ngatik barang orang kan. Mending buka kamera aja, waktu layarnya kegeser dan nampilin kamera depan. Buset ternyata.."

"Wah kenapa tuh kenapa tuh?" Tubuh Suna semakin maju, penasaran setengah mati dengan cerita Sakusa.

"Kelen ngerti gasi preview foto/video yang di pojok bawah gitu pokoknya?"

"Iya ngerti ngerti! Emang kenapa?"

"Video esek esek cuy, sama Oikawa" Sakusa bercerita penuh penghayatan, kedua matanya membulat untuk memberi kesan kaget kepada para pendengarnya.

"Buset, yang bener aje lu?" Suna menimpali dengan tak percaya, bantal yang ia gunakan untuk bersandar itu berpindah pada pangkuannya.

"Asli dah"

"Terus lo diem aja gitu?" Kini Atsumu bertanya penasaran, apa pula esensi Sakusa menciduk hal tersebut jika ia diam saja? Benar bukan.

"Mau gimana lagi njir?"

"Yeeee goblok lo.." Atsumu seolah kesal, menampar bantal sofa ke arah wajah Sakusa.

"Tapi sempet kufoto sih"

Menurut Atsumu ini sungguh memalukan. Menciduk foto kekasihnya sendiri sedang berhubungan badan dengan orang lain. Parahnya lagi mereka tidak putus di hari itu juga.

"Terus lo keciduk ga?" Tanya Atsumu kembali. Dia menoleh lalu menggeleng pada.

"Kaga Tsum. Malah kami berdua jalan, nongkrong aja kek biasanya. Tapi pas udah pulang sih baru kusebar fotonya ke anak anak Miyagi. Terutama Shiratorizawa dan Seijoh..."

"Awalnya aku mikir kek, wah ini bakal jadi gebrakan nih di sekolah mereka. Ternyata kaga cuy, mereka emang benci sih foto itu tersebar. Tapi mereka justru senang hati menerima hubungan Wakatoshi sama Oikawa. Mereka bilang kalo mereka udah nunggu momen ini sejak lama, bahkan sejak dia masih pacaran sama —"

"Sama lu?"

"Iyalah"

"Sebulan dua bulan hubungan kami baik baik aja. Aku berusaha terus ngejalanin hubungan kita, tapi ketahuilah sifat Wakatoshi makin hari makin makin. Ya soalnya dia tau, kan yang nyebarin itu foto aku hahaha"

"Terus gak lama dia minta putus dan selesai tamat, akhir yang sangat berbahagia" Sakusa sedikit bertepuk tangan untuk dirinya sendiri. Mengundang dengusan tawa kecil dari Atsumu.

Bukan, bukan karena cara Sakusa menghibur diri tadi. Atsumu mengingat betul foto yang masih digunakan sebagai wallpaper ponselnya adalah foto Wakatoshi, parahnya lagi kini Sakusa sedang mengejar ampunan Atsumu. Bukankah itu hal yang lucu?

Camaraderie [AtsuSaku]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang