____________________
• Camaraderie •
Bagian 24. Menguntit
_______
"Gue tau lo pacaran sama tuh setter"
"Setter di dunia gak cuma satu"
"Setter seijoh"
Keduanya sempat terdiam sesaat. Wakatoshi yang semula sibuk merapikan beberapa bukunya ke dalam tas itu ikut terdiam beberapa detik sebelum kemudian melanjutkan aktifitasnya. Berusaha mengabaikan seseorang yang bertamu pada kamar asramanya.
"Ada masalah? Bukannya lo sendiri kemarin yang nyebarin foto kita?"
"Emang lo gak malu?" Sakusa menatap belakang tubuh Wakatoshi. Meskipun keduanya sedang bertemu, nampaknya mereka tak banyak interaksi. Wakatoshi berusaha mengabaikan Sakusa dan Sakusa berusaha memancing pembicaraan yang berakhir gagal.
"Ngapain malu?"
"Ya lo kan pacaran sama gue.."
"Yang kepengen merjuangin cinta pertama gak cuma lo. Gue juga mau"
Sakusa tertegun mendengar pernyataan Wakatoshi. Ia baru menyadari bahwa selama ini ia hanya menjadi pilihan kedua. Lalu sekarang apa? Wakatoshi mencampakkan dirinya persis seperti ia mencampakkan Atsumu?
"Serius lo ngomong gini? di depan gue?"
"Iya"
Sakusa tak bisa menahan rasa marahnya. Satu tangannya dengan kasar menarik pundak Wakatoshi, hingga ia menoleh menghadap Sakusa. Kekontrasan antara massa otot keduanya membuat tubuh Sakusa nampak lebih tinggi, meskipun sebenarnya tidak.
"Lo udah gue tiduri, gampang banget lo ngomong gitu!"
"Gaada hubungan.. Gue mau ada khursus" Wakatoshi berusaha untuk mengabaikan kembali. Ia bersikap seolah akan benar benar segera pergi karena ada khursus, mencoba memakan beberapa potong apel di meja belajarnya.
"Gak, gue gak terima"
"Kalo lo gak terima gue harus ngapain? Gaada kan?" Cukup menjengkelkan, Sakusa berusaha mengancam Wakatoshi. Ia meraih pisau dekat piring buah Wakatoshi dan menodongkannya tepat pada leher Wakatoshi dari belakang tubuhnya. Tak ada niat jahat, hanya ingin mengancam.
"Putusin gak tuh setter?"
"Gak"
"Keterlaluan lo lama lama.."
"Kita gak cocok jadi pasangan, kita masih bisa berteman"
Sakusa merasa semakin jengkel. Membiarkan sisi tajam pisau itu menyentuh leher Wakatoshi. Sedikit menekan pada kulitnya meskipun itu tak menyakiti Wakatoshi sama sekali.
"Kenapa? Kenapa cuma lo doang yang boleh berjuang buat dapetin orang lain tapi gue enggak?"
"Lo gak perlu berjuang, biar gue yang berjuang buat lo. Ini namanya lo ngasih gue karma!"
"Gue cuma penasaran sama lo, kalo gak gue cobain gue gak akan pernah ngerti.."
"Hah.."
Wakatoshi cukup terpancing dengan kemarahan Sakusa yang datang kemari hanya untuk membicarakan hal ini. Menurutnya karma yang datang untuk Sakusa itu bukanlah salahnya. Selama ini ia tak banyak berkomentar, ia juga tak pernah melakukan hal buruk kepada Atsumu. Wakatoshi berpikir bahwa waktu hanya sedang berputar untuk memberikan Sakusa sebuah pelajaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Camaraderie [AtsuSaku]
Fiksi Penggemar[SELESAI - REVISI] Camaraderie (n.) Keinginannya untuk memiliki hubungan sekadar sahabat berubah ketika perasaannya menolak. Sangkalan perasaan tidak bisa diganggu gugat ketika ia kembali jatuh cinta dengan orang yang sama. The lust of love. He will...
![Camaraderie [AtsuSaku]](https://img.wattpad.com/cover/296741039-64-k710067.jpg)