5

1.2K 75 31
                                        

Cr:@17lizushi/twitter

____________________
• Camaraderie •
Bagian 5. Ciuman
_______

"Kita-san, aku datang untuk mengambil pesanan Osamu"

Atsumu berhenti tepat di ambang pagar rumah Kita san. Kedua tatapan matanya tertuju pada Kita san yang sedang sibuk menyapu halaman rumahnya. Wajah mungilnya itu dipenuhi dengan beberapa titik keringat. Rambut lembutnya tergerak gerak tertiup angin.

"Ah Atsumu. Kau bisa mengambilnya disana" tunjuk Kita san pada teras rumah.

Tak menjawab sepatah katapun, Atsumu segera berjalan menuju beberapa sak beras yang tertata. Dengan mudah Atsumu mengangkatnya dan kembali menuju mobilnya. Bergegas meletakkannya pada bagasi mobil, Atsumu berniat membuka percakapan dengan kak Kita.

Namun belum selesai Atsumu meletakkan sak berasnya dengan baik. Kak Kita mendatangi Atsumu yang tidak menyangka bahwa percakapan yang ia inginkan justru dimulai oleh kak Kita.

"Kau tidak ingin mampir? Nenekku memasak banyak hari ini"

"Tentu Kita san, aku akan mampir sebentar"

Tak pikir panjang, Atsumu mengiyakan tawaran kak Kita. Tentu saja ini adalah hal yang sudah ia tunggu beberapa waktu terakhir. Sudah menjadi hal biasa Atsumu kemari untuk ikut makan. Nenek kak Kita sering kali mengundang Atsumu dan Osamu untuk makan malam bersama.

"Jika kau ingin mandi. Mandilah"

"Apakah nenekmu sedang pergi?"

"Benar, nenek bilang ingin membeli beberapa bibit tanaman baru"

Atsumu ber ohh ohh ria. Sebenarnya itu jawaban yang ia harapkan sejak kedua kakinya menapak pada halaman rumah Kita san. Tentu saja Atsumu ingin menggunakan waktu berduanya untuk melakukan modus kepada seseorang yang ia sukai itu.

Tidak membutuhkan waktu yang lama. Atsumu yang sebenarnya sudah mandi sebelum pulang itu memilih mandi lagi di rumah Kita san. Hanya membutuhkan waktu 5 menit sebelum kemudian Atsumu selesai dengan kegiatan mandinya.

"Kita san.."

"Ya?"

Atsumu beranjak mendekati tubuh Kita san. Ia yang semula sibuk meletakkan beberapa piring makanan pada meja makan itu mendadak menoleh ke arah Atsumu.

"Aku rasa—"

"Mau kuambilkan nasi?"

"Kita san—"

"Bagaimana dengan lauk ini?"

"Kita san!"

Atsumu mencekal lengan Kita san. Tubuhnya mendadak terdiam, terkejut dengan sentakan kasar dari bibir Atsumu ketika menyebutkan namanya.

"Atsumu– kau berbicara terlalu lantang"

Atsumu sudah jelas melakukan kesalahan telah menyentak Kita san dengan intonasi tinggi. Di sisi lain Kita san sudah memprediksi Atsumu sehingga ia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

Namun ketika Atsumu mulai mencium bibirnya, melumat bibirnya dengan agresif. Ia tak bisa menolak dan harus mengakui bahwa dirinya juga menginginkan ciuman dari Atsumu.

Ciuman yang semula begitu agresif itu mulai melamban. Atsumu dengan penuh kesadaran memberikan ciuman lembut dan penuh perasaan kepada lawannya.

Begitu pula Kita san yang membalas. Menjilat dan menyesap bibir satu sama lain, sesekali akan menautkan lidah. Ciuman itu terasa begitu lembut dan menggairahkan. Tak sadar, kedua lengan Kita san mulai melingkar pada leher Atsumu. Begitu pula Atsumu yang menekan leher Kita san untuk memperdalam ciuman keduanya.

Camaraderie [AtsuSaku]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang