____________________
• Camaraderie •
Bagian 11. Tiga Orang
_______
Atsumu sadar sepenuhnya. Benar kata Osamu bahwa bukan saatnya mereka berdua melakukan hal yang tak dilakukan pada siang hari. Langitnya masih cerah, ini semua salah Atsumu.
Tak ingin memperpanjang masalah. Atsumu segera berlutut tepat di hadapan ambang pintu. Dimana Osamu masih berdiri dengan mengenakan apron cokelat mudanya dan spatula di tangannya.
Dengan penuh rasa penyesalan Atsumu segera menunduk dan menyatukan dua telapak tangannya di dada. Memohon ampun kepada Osamu yang berwajah masam, siap menyemburkan kemarahannya kepada Atsumu yang sembarangan itu.
"Iya gue salah. Gue minta maaf Sam, plis gue jangan dimarahin"
Terdengar hembusan nafas berat dari seseorang di hadapan Atsumu itu. Namun kalimat selanjutnya uang diucapkan olehnya itu sungguh diluar perkiraan Atsumu.
"Tsum, gue gabung dong.."
"Hah— apa maksud lo gabung dong? Lo udah gila ya?"
"Ya lo tau sendiri lah ya.."
Osamu berkata sembari melirik Sakusa yang sibuk menutupi tubuhnya menggunakan selimut. Atsumu mendadak menoleh ke arah Sakusa ketika mendapati bahwa Osamu tak sedang menatapnya.
Awalnya Atsumu terdiam seribu bahasa karena bingung harus berbicara apa. Namun setelah ia kembali menatap Osamu, sepertinya tidak ada yang salah. Toh, Sakusa bukan paten kepemilikannya.
Kini Sakusa menatap dua manusia kembar yang berada di ambang pintu itu. Ia menyadari bahwa mereka berdua menatapnya dengan pandangan lapar. Seperti dua ekor kucing yang sedang melihat burung kecil di dekatnya. Siap menerkam mangsanya.
"Suna gimana?"
"Udah balik Nagano bareng Motoya tadi pagi"
Bukannya sekadar menjawab pertanyaan Atsumu. Osamu justru segera melepas apronnya dan meletakkan spatulanya pada meja kamar. Tak butuh persetujuan Atsumu, Osamu segera menutup pintu kamar yang berada tepat di belakang tubuhnya.
"Sam, plis lo bercanda kan?"
"Ngapain bercanda sama orang paling serius di dunia kek lu"
"Sam, jangan gitu Sam. Iya iya gue salah"
Alih alih menjawab semua pertanyaan Atsumu. Osamu segera berjalan masuk. Segera menghampiri ranjang yang terdapat Sakusa disana. Atsumu yang masih bingung dan bertanya tanya itu menarik belakang pakaian Osamu. Sehingga ia berjongkok sembari terseret seret oleh Osamu.
"Sam!"
"Tsum, ayolah.."
Osamu menyentak kasar tangan Atsumu yang terus menyekal belakang pakaiannya. Kini Atsumu mempertimbangkannya baik baik. Lagipula tidak ada yang salah kan? Ia bisa mencoba pengalaman baru.
Terlintas ide jahil dari Atsumu untuk mengerjai Osamu. Ia mendadak memberi sebuah soal tebak tebakan kepada saudara kembarnya itu.
"Kalo lo bisa jawab pertanyaan gue lo boleh gabung"
"Yaudah apa buruan, udah kebelet nih!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Camaraderie [AtsuSaku]
Fanfiction[SELESAI - REVISI] Camaraderie (n.) Keinginannya untuk memiliki hubungan sekadar sahabat berubah ketika perasaannya menolak. Sangkalan perasaan tidak bisa diganggu gugat ketika ia kembali jatuh cinta dengan orang yang sama. The lust of love. He will...
![Camaraderie [AtsuSaku]](https://img.wattpad.com/cover/296741039-64-k710067.jpg)