14

889 68 15
                                        

____________________
• Camaraderie •
Bagian 14. Kita Shinsuke
_______

"Tapi lo bukan kak Kita!"

"Emang!"

Tepisan Atsumu tak diterima oleh Sakusa yang justru mengeratkan pegangannya pada Atsumu. Ia mendadak menatap lelaki di hadapannya dengan heran. Pandangan Atsumu terlalu buram untuk mengenali seseorang yang sedang bersamanya.

Hari menuju tengah malam, Atsumu sangat menikmati semua rasa pusing pada kepalanya. Di kala peningnya kepala dan tubuh ringan akibat terlalu banyak meminum dengan kadar alkohol tinggi, Atsumu tak bisa berhenti memikirkan kak Kita. Banyak pertanyaan tak terjawab, salah satunya adalah mengapa dirinya tak bisa mendapatkan kak Kita?

Sakusa mengalungkan lengan Atsumu pada lehernya, menarik tubuh Atsumu agar bisa diajak keluar dari tempat pesta kali ini. Keduanya berjalan tertatih tatih, sempoyongan, tak luput dari erangan Sakusa yang merasakan rantai di dalam tubuhnya terus menekan bagian sensitifnya.

Sesekali telapak tangannya menangkup perut bawahnya, menahan siksaan yang dilakukan oleh Atsumu ketika jauh sebelum mabuk berat. Rasa tak nyaman semakin menjadi jadi ketika ia harus merawat Atsumu yang mabuk berat itu. Ah tahu begini ia tak usah ikut, pikir Sakusa.

Tak membutuhkan waktu lama, namun menguras cukup banyak energi. Kini keduanya sampai pada meja resepsionis masih dengan gedung yang sama dengan tempat pesta yang disewa oleh Meian. Sakusa meletakkan Atsumu pada kursi tunggu, sehingga ia bisa leluasa dalam proses menyewa kamar.

Keduanya terlihat berbincang, sang resepsionis itu meminta kartu identitas milik Sakusa dan ia mengeluarkan dompetnya untuk membayar. Hanya beberapa menit saja sampai akuirnya Sakusa kembali dengan membawa sebuah kartu kamar dengan nomor yang tertera.

"Atsumu, ayo!"

Alih alih menghampiri Sakusa, Atsumu justru bangkit dari duduknya dan berlari keluar dari hotel tersebut. Tepat ketika kedua kakinya melangkah pada anak tangga. Satu kaki Atsumu tersandung dan tubuhnya terjatuh begitu saja.

"Atsumu!"

Atsumu mengabaikan teriakan Sakusa. Memilih untuk berlari sekencang kencangnya menuju jalan lain ke arah rumah kak Kita. Tak ada rasa ragu dari dalam hatinya. Meskipun tubuhnya terus oleng dan sesekali menabrak tiang listrik ataupun sebuah portal jalan, nampaknya Atsumu tak menyerah.

Sekitar 7 menit saja, Atsumu berhasil menemukan jalan untuk menuju rumah kak Kita. Kedua kakinya mulai melangkah perlahan, berusaha mengatur nafas yang terengah engah karena beberaoa menit terakhir ia habiskan untuk berlari.

Hamparan sawah yang gemerisik karena daun daun padi bergerak tertiup angin dengan beberapa dentingan kasar dari orang orangan sawah untuk mengusir burung. Atsumu tak pernah merasa asing dengan tempat tersebut.

Kedatangan Atsumu itu tak diketahui oleh pemilik rumah. Tepat ketika Atsumu mengetuk perlahan kaca jendela kamar kak Kita. Yang bersangkutan itu berjengit kaget. Mendapati Atsumu datang tengah malam seperti ini.

"Oh astaga, Atsumu!" Ia terpekik ketika tubuh Atsumu kembali terhuyung huyung. Meletakkan bukunya pada meja belajar dan mulai membuka jendela untuk tamu tak diundangnya itu.

"Atsumu, kau mabuk berat.." gerutu Kita membantu Atsumu untuk masuk ke dalam kamarnya melalui jendela.

"Kita san, jadilah kekasihku. Aku mohon.."

"Kita san, jangan diam saja.."

Atsumu merangkul tubuh mungil kak Kita. Nampaknya lelaki berambut abu abu putih itu tak bisa mnecerna permohonan Atsumu. Datang tengah malam, kondisinya mabuk berat, secara tiba tiba saja meminta dirinya untuk menjadi kekasih Atsumu.

Camaraderie [AtsuSaku]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang