Lelaki itu masih di sana. Menatapnya lekat tanpa bergeming sedikitpun. Jika Jungkook biasa menunjukkan senyuman dengan raut wajahnya yang nakal saat bersamanya, kali ini ia sangat berbeda. Tatapannya tajam dan dingin. Seolah ingin menusuk Chaeyoung dan membunuhnya perlahan. Jungkook bahkan tidak tersenyum kepadanya.
Hingga teriakan Hoseok yang menggelegar itu membangunkan mereka dari lamunan.
"Haish, jinjja! Apa aku harus melihat adegan seperti ini selama 3 hari ke depan?!"
"Woah, kalian membuatku merindukan Seulgi." celetuk Jimin dengan raut wajah sedihnya.
Namjoon kemudian datang di antara mereka. Merangkul bahu kedua temannya sembari menunjukkan lesung pipinya. "Tenanglah, kalian tidak sendirian."
Jungkook sempat menunduk sebelum menggiring anjingnya menaiki tangga menuju kamar miliknya.
"Park Chaeyoung!" Jimin mendatanginya dan memeluknya akrab. "Mengapa kau hanya diam saja, huh? Bukankah kau juga kesal melihat adegan seperti itu?"
"Eoh, aku sangat kesal." ucapnya kemudian mengirimkan tatapan kematian pada ketiga temannya. Sedangkan mereka hanya memalingkan wajahnya berpura-pura tidak mengerti apapun.
"Baiklah, kami akan meletakkan koper terlebih dahulu kemudian memasak untuk kalian." seru Seokjin.
"Aku akan membantumu memasak." tawar Jisoo berderap masuk ke dalam dapur rumah itu.
"Apa yang akan kita masak?" tanya Yoongi.
"Bagaimana dengan pasta? Aku ingin pasta!" seru Lisa.
"Baiklah, kami akan memasak pasta setelah membereskan barang-barang kami." Yoongi menaiki tangga bersama dengan Jennie. Hoseok dan Seokjin juga ikut menaiki tangga menuju kamarnya masing-masing.
Sementara Taehyung, Jimin, dan Namjoon, mereka memilih kamar di lantai 1 karena lebih dekat dengan dapur. Jika saja mereka kelaparan di tengah malam.
Chaeyoung melihat Lisa yang bangkit dari duduknya, berjalan menuju Jisoo untuk membantunya memasak. Ia mengikutinya dan turut membantu mereka. Berharap perasaan canggung juga pikiran mengenai Jungkook bisa hilang dari otaknya.
🥀
"Duduk."
Bam adalah anjing yang cerdas dan penurut. Sesuai perintah Jungkook, ia duduk tepat di hadapannya dengan memasang wajah imutnya. Jungkook tersenyum lebar. Ia memberikan cemilan pada Bam sebagai imbalannya.
Tiba-tiba suara ketukan di pintunya berbunyi. Senyum di wajahnya sontak memudar. "Nugu?"
"Ini aku, Jennie. Apa aku boleh masuk?"
Jungkook tidak menjawabnya. Namun gadis itu dengan lancangnya masuk begitu saja ke dalam kamarnya. Jungkook mendengus.
"Aku bahkan belum menjawabnya."
Jennie menatap malas Jungkook. "Aku tidak akan menunggu jawaban darimu."
"Mengapa kau memasuki kamarku, Kim Jennie?"
Sedetik kemudian Jennie terbatuk oleh ludahnya sendiri. "Ya, apa kau akan terus bersikap tidak sopan kepadaku?!"
Jungkook mendengus geli. Ia tidak melepaskan pandangannya dari Bam. Kedua tangannya sibuk mengusap anjingnya. "Mwo ya? Apa kau seorang ratu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Youphoria
Fanfiction⚠️KONTEN DEWASA⚠️ Sequel from "Boys Meet Her?" Siapa tidak mengenal Jeon Jungkook? Seorang superstar yang namanya dikenal hampir seluruh orang di dunia Bagaimana pria itu tampil di atas panggung dan mampu menghipnotis setiap pasang mata yang menonto...
