(SEMI ADULT 18+)
"Sayang, bilang sama aku kalo kamu gak tau soal pernikahan aku dan Aneta. Bilang sama aku kalo kamu masih ada rasa dan hubungan kita masih bisa diteruskan," Kenneth menatap Sara nanar, ia berharap Sara menggelengkan kepalanya dan be...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vote dulu ya sebelum baca Hope u guys enjoy reading Kenneta🖤
● ● ● ● ●
~¤~
Pagi yang begitu terang. Aneta merentangkan kedua tangannya seraya turun dari atas ranjang. Ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.00.
Itu berarti hanya 30 menit tersisa untuk Aneta bersiap-siap. Tapi ia begitu tenang saat mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi senandung lagu ia latunkan meski dengan suara yang terdengar agak sumbang, toh siapa peduli? Hanya ada ia yang berada di dalam ruang kamarnya itu.
10 menit kemudian.
Aneta keluar dari dalam kamar mandi dengan setengah tubuh yang dibalut handuk.
Drrt Drrt
Ponselnya berdering sebentar lalu kembali mati, ia melangkah menuju ke arah meja nakas dan mengambil ponselnya. Tertera disana 9 panggilan tidak terjawab.
Dengan tersenyum Aneta melakukan panggilan balik pada orang yang terus menghubunginya.
"Halo sayang?"
"Gila ya lo?! Dimana?!"
"Masih di rumah gue, Ken. Lagian ngapain sih kudu buru-buru banget ke situ?" tanya Aneta membuat suaranya seolah-olah ia keheranan. Satu persatu atribut sekolahnya mulai ia kenakan.
"Heh, gue gak mau tau ya! Sebelum jam delapan lo harus ada di sekolah!"
"Kalo jam delapan gue gak di situ? Mau apa?"
"Gue cekek leher lo."
Tut
Aneta tertawa geli. Apakah ia takut dengan ancaman Kenneth? Tentu saja tidak. Jangan bercanda, zodiak scorpio adalah zodiak yang paling pemberani, katanya.
Aneta sangat mengagumi dengan zodiak yang ia miliki. Apapun alasannya, Aneta tidak pernah meras gentar saat ia harus menghadapi seseorang atau sebuah masalah.
Ia lalu kembali meneruskan kegiatan merias dirinya yang tertunda. Dengan begitu santai dan hati-hati, Aneta mulai memoleskan urutan makeup pada wajahnya.
Drrt Drrt
"Apa sih? Ya ampun anak ini."
Dering di ponselnya ia abaikan sampai mati dengan sendirinya.
20 menit berlalu.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Aneta baru saja selesai dengan kegiatannya. Ia keluar dari dalam kamar.
Seperti biasa, Mama dan Papahnya sudah tidak berada di rumah. Alhasil, sarapannya lagi-lagi ia lakukan seorang diri.
'Gini banget idup gue. Mana anak tunggal,' Rutuknya.