Di kosan yang terletak di samping rumah Pak RT wilayah RT 5 ini, Aya tinggal dengan enam wanita. Di lantai satu ada Mbak Ima, yang punya salon itu, dia single parent anak satu. Terus di lantai dua ada adik kakak Cici dan Caca, di lantai tiga ada Echa dan Mona, keempatnya masih mahasiswa.
"Teh Ay, nih! Kunci motornya." Ajun, cowok ganteng penghuni kosan seberang menyodorkan kunci motor beserta STNK miliknya begitu Aya tiba di teras.
Kosan ini biasa disebut Kosan Tante Suci. Siang ini, di teras ada empat orang cowok, satu lagi main game di handphone, satu lagi ngopi, yang duanya sibuk berkutat di depan laptop, sepertinya sedang mengerjakan tugas.
"Mau kemana, Teh? Tumben libur keluar." Tanya yang lagi ngopi, namanya Jiun.
"COD."
"Teh, boleh minta tolong sekalian cuci steam gak? Ini duitnya."
Aya beralih dari Ajun ke Caca, "Gimana, Ca?"
"Oke aja, sih."
"Yaudah. Dimana?"
"Dimana aja, terserah." Jawab Ajun.
Aya mengangguk lantas menerima uang dari Ajun.
"Bensinnya tinggal dikit, Teh. Belinya pake duit itu aja."
"Iya."
Aya bergerak menuju motor matic milik Ajun yang terparkir di halaman. Tidak lupa helm pink ia kenakan begitu hendak menyalakan mesin. Kalau helm punya Aya sendiri, sih. Soalnya meski nggak punya motor dan selalu menggunakan kendaraan umum setiap pergi kerja, Aya kerap meminjam motor teman-temannya untuk keperluan lain seperti belanja atau beli makanan. Yang suka Aya pinjam salah satunya ini, motor Ajun. Soalnya dari semua penghuni kosan Tante Suci, motornya Ajun itu yang paling ramah sama ukuran badan Aya. Kebanyakan mereka pakai motor sport atau motor trail, cuma Ajun yang paling simple dengan motor matic keluaran lama, padahal dari segi tampang, Ajun tuh kalau naik motor sport gantengnya tumpah-tumpah.
Tempat COD kali ini jauh dari kosan Aya sampai harus melewati jalan besar yang macet. Aya mah iya aja, sih, selain membantu Cici dan Caca dalam menjalankan bisnis online shopnya, Aya juga dapat komisi yang setimpal.
Sesampainya di kafe yang menjadi tempat transaksi, mereka langsung menghampiri pembeli yang telah duduk di salah satu meja bersama dua orang lainnya.
Selesai transaksi berlangsung, keduanya berpamitan kepada pembeli dan berpindah ke meja lain. Mumpung lagi di kafe, sekalian aja nongkrong. Jarang-jarang kan Aya nongkrong begini, soalnya anak rumahan banget. Kalau nggak kerja paling rebahan sambil baca buku, nonton drama korea, fangirling kpop, serta satu-satunya hobi yang sangat senang Aya lakoni, yaitu masak.
"Teh!"
"Kenapa, Ca?"
"Gue bocor."
"Ayok, ke toilet."
🍀
'Sedih amat hidup lo, Ward! Weekend aja masih kerja.'

KAMU SEDANG MEMBACA
HAJARENDRA
Fanfictionft Kim Hong Joong of Ateez Terus disinggung soal pacar, Edward nekat menembak perempuan yang baru dikenalnya. Tidak sesimpel saat Edward memintanya menjadi pacar dan dia pun menjawab iya. Edward yang tidak peka dan emosian justru berpacaran dengan p...