"Gak boleh."
Aya mengerjap, namun tak butuh waktu lama untuk kembali bersikap santai. "Ohh... Yaudah."
"Canda, Ay!" Edward tertawa kecil. "Mau nanya apa emang?"
"KK Entertainment teh punya kamu?"
Edward terkejut, pertanyaan Aya sungguh diluar dugaan. Namun ia tetap menjawab, "Punya Papa, cuma dibikin buat aku, atas nama aku."
"Ohh..."
"Sorry, kamu tau dari mana? Perasaan aku belom pernah ngomong."
"Dari Mama."
Edward manggut-manggut. "Maaf, aku sengaja gak ngasih tau dari awal. Kamu gak kecewa kan?"
"Ngapain aku kecewa?" Aya balik bertanya. "Aku tau, kamu nggak mau orang liat apa yang kamu punya kan?"
"Iya. Aku mau siapa pun pasangan aku, liat aku sebagai Edward yang gini-gini aja, bukan Edward yang punya apa dan anak siapa."
Aya menanggapi dengan anggukan diiringi senyuman, tangannya sibuk membuka kado dari Yusuf. Ditunjukkanlah kotak terbuka itu ke hadapan Edward. "Dari Yusuf, A."
Edward memperhatikan gelang couple merk cartier yang ada di kotak tersebut. "Bagus. Kamu simpen deh."
"Iya." Aya menutupnya kembali kemudian bertanya, "Aku penasaran, A. Di websitenya KK Entertainment dibentuk dari enam tahun yang lalu, berarti pas kamu masih sembilan belas tahun."
"Iya."
"Kamu udah mengelola dari umur segitu?"
"Enggak lah... Aku belajar dari bawah. Tetep dibimbing sama Papa. Sampe sekarang juga. Papa masih belum nyerahin tanggung jawab sepenuhnya ke aku."
Belum sempat menyahut, Aya tersentak ketika membuka kotak hadiah pemberian penghuni kosan Bunda Sonia, diliriknya Edward yang juga sibuk membuka kado lain dan belum melanjutkan pembicaraan. Isi kadonya itu bed cover, tapi ternyata di bawah bed covernya, ada kotak kecil yang isinya lingerie berwarna pink beserta ucapan manis yang tertulis di kartu. Aya nggak bisa membayangkan kalau Edward yang membuka kadonya. Langsung saja ia amankan kotak tersebut di sisinya, pokoknya jangan sampai Edward melihat apalagi menyentuhnya.
"Pak Bima juga gitu, A? Bikin BM studio dibantu Papa?"
"Mas Bima, Ay..." Koreksi Edward.
"Sorry..."
"Hm-mm." Edward mengulas senyum. "Tapi Mas Bima nggak lama kayak aku, sih. Setelah nyerahin semua tanggung jawab Mas Bima, Papa ngurus KK Entertainment."
"Hebat ya, Papa."
"Banget!" Edward berseru bangga. "Aku tuh suka musik dari kecil, Ay. Terus aku dimasukin sekolah musik sama Papa. Pas SMP, aku ketemu Bang Edy di toko kaset. Inget kan? Yang kemaren?"
"Iya."
"Dia executive producer kita. Dari toko kaset itu, aku kenal Bang Edy, waktu itu dia masih mahasiswa semester akhir, kuliah sambil jadi musisi freelance gitu, yang jual lagu ke label rekaman. Aku kan penasaran, jadi pengen belajar, aku deketin tuh Bang Edy sampe ikut main ke kontrakannya, kontrakannya dibikin studio gitu. Waaahhh... Keren banget ini orang, kata aku. Jadinya aku maksa mau belajar sama dia, aku bilang ke Papa, pengen punya studio juga, terus Papa nyewa satu kontrakan di sebelah kontrakan Bang Edy, khusus buat studio, setiap hari aku ke situ."

KAMU SEDANG MEMBACA
HAJARENDRA
Fanfictionft Kim Hong Joong of Ateez Terus disinggung soal pacar, Edward nekat menembak perempuan yang baru dikenalnya. Tidak sesimpel saat Edward memintanya menjadi pacar dan dia pun menjawab iya. Edward yang tidak peka dan emosian justru berpacaran dengan p...