Happy reading
Kini Alvian dan Lia sedang berada di sebuah pameran, sebelumnya Alvian memang sudah memberi tahu arka jika dia akan mengajak Lia untuk pergi keluar, arka pun mengijinkannya setelah dia bertanya pada orang tuanya
"Lia mau beli apa" tanya Alvian pada Lia yang sedang melihat lihat sekitar dengan berbinar
Lia sudah sangat lama tidak pergi ketempat seperti ini, di kehidupannya dulu dia selalu sibuk bekerja, bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Lia untuk pergi berjalan jalan ke tempat seperti ini
"Lia mau itu boleh?" Tanya Lia menunjuk pedagang yang menjual permen kapas
"Boleh dong" jawab Al lalu pergi ke tempat penjual tersebut dengan menggandeng tangan Lia
Setelah membeli permen kapas, mereka memutuskan untuk duduk di salah satu bangku yang tersedia disana
"Mau" tawar Lia kepada Al setelah duduk
"Enggak, buat kamu aja" jawab Al sambil tersenyum
Al tidak pernah mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia hanya memandang Lia yang sedang memejamkan matanya menikmati rasa dari permen kapas tersebut, Al tersenyum geli melihat kelakuan Lia
Al pun mengajak Lia untuk menaiki bianglala, Lia yang memang sedang dalam suasana hati yang baik, mengiyakan ajakan Alvian
Mereka asik dengan kegiatan masing masing, Lia yang sibuk mengagumi pemandangan dari atas bianglala dan Alvian yang tidak bosan memandangi Lia
Merasa diperhatikan, Lia pun membalas tatapan Alvian
Tatapan mereka bertemu, mereka saling mengagumi satu sama lain, tidak ada yang berniat memutuskan pandangannya
Tidak ada yang bicara selama beberapa menit sampai akhirnya Lia mengalihkan pandangannya dengan rona di pipinya
"Lia, mungkin ini terlalu cepat. Tapi aku gamau kalau kamu sampai mengagumi orang lain, aku pengen kamu cuman jadi milik aku, mungkin ini terdengar egois tapi aku bener bener gamau kehilangan kamu" ucap Alvian tiba tiba
Lia sontak kembali menatap Alvian yang kini sudah memegang tangannya dengan hangat dan lembut
"Di rooftop kamu bilang kamu juga cinta sama aku, jujur aku ngerasa seneng banget, aku ngerasa kaya bener bener beruntung karena bisa dicintai sama orang seperti kamu. Aku harap kata kata kamu kemarin itu gak bohong. Jadi Lia, kamu mau jadi pacar Al?" Lanjut Alvian dengan tatapan berharap pada Lia
Lia yang mendengar itu dibuat menegang, dia memang tahu bahwa Alvian menyukainya, tapi dia tidak berfikir bahwa Alvian akan mengajaknya berpacaran malam ini
'gue harus jawab apa, gue gugup banget' batin Lia sembari menatap mata Alvian yang memancarkan ketulusan
"Li, kalo kamu belum siap juga gapapa kok, aku ga maksa, aku cuman pengen ngungkapin perasaan ak--" ucapan Alvian yang terdengar lesu itu terpotong oleh Lia
"Aku mau" ucap Lia cepat
"H-hah" jawab Alvian yang terkejut karena ucapannya di potong dan terkejut atas balasan Lia, dia kira Lia diam karena tidak mau berpacaran dengannya
"Lia mau jadi pacarnya Al" cicit Lia malu malu
Tidak lama Lia merasakan tubuhnya di dekap seseorang
Alvian langsung memeluk Lia dengan erat sembari tersenyum lebar
"Makasih sayang" ucap Alvian sambil mengelus rambut Lia sesekali menciumnya
Lia yang mendengar kata sayang dari Alvian pun hanya mengangguk dan menyenderkan kepalanya di bahu tegap Alvian
Alvian menghela nafas lega karena sekarang Lia hanya miliknya
Dia pun menangkup pipi Lia, lalu dengan perlahan di menempelkan bibirnya dengan bibir Lia
Lia menegang sesaat sebelum akhirnya tersadar saat merasakan bibirnya di lumat pelan oleh Al
Alvian melumat pelan bibir manis Lia, dia menekan tengkuk Lia lalu menggigit kecil bibirnya agar Lia membuka mulutnya
Lia yang terkejut karena gigitan kecil al pun reflek membuka mulutnya
Alvian yang melihat itu tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia dengan cepat memasuki lidahnya kedalam mulut Lia, lalu bermain main dengan lidah Lia
Bunyi kecapan terdengar di telinga mereka berdua, beruntung disitu suasana sangat ramai dan para pengunjung pun tidak ada yang menyadari kalau di salah satu bianglala itu ada yang sedang beradu lidah
Meskipun Lia tidak membalas lumatan Alvian, itu tidak membuat Alvian hilang semangat, dia masih anteng bermain dengan lidah Lia dan mengemut bibir manis Lia
Lia yang merasa kehabisan nafas pun memukul pelan dada Alvian
Alvian pun melepaskan lumatannya dengan senyum yang merekah
"Lain kali aku ajarin buat balas ciuman aku" bisik Alvian tepat di telinga Lia
Lia hanya bisa menunduk malu dengan kedua pipi yang memerah
Alvian terkekeh lalu kembali memeluk Lia
Keduanya menatap indahnya pemandangan di malam hari sambil merasakan kehangatan dari pelukan masing masing
Malam ini, langit menjadi saksi atas ungkapan sepasang kekasih yang saling mencintai
To the world you may be one person, but to one person you are the world
Belum tamat ya
Makasih yang udah vote
Yang belum vote dulu yuk
❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Figuran (END)
Fiksi RemajaSeorang gadis bernama Amalia Putri bertransmigrasi jiwa ke tubuh seorang figuran di novel "love you" yang sudah dia baca. "Gila, masa iya gue pindah tubuh"
