Bagian 28

50.9K 4.8K 257
                                        

Happy reading





Malam harinya, Lia beserta keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga

Hari ini mereka habiskan dengan canda tawa, sepertinya keluarga ini harus bisa lebih meluangkan waktu agar kebersamaan seperti ini tidak akan hilang dimakan oleh waktu

Dan pastinya, kenangan hari ini tidak akan terlupakan di otak kecil mereka

"Bang arka kemana?" Tanya Lia yang tidak menemukan arka di ruang keluarga

"Lagi ganti baju di kamar, tadikan dia masuk ke selokan buat nyari kecebong" jawab Azka mengingatkan adiknya

"Oh iya Lia lupa" santai Lia lalu memasukkan keripik kentang ke mulutnya

Tadi saat sedang memakan makanan yang habis dibakar oleh Gita dan Lia, tiba tiba Lia berkata bahwa dirinya ingin melihat kecebong. Sebenarnya bisa saja Lia melihatnya lewat internet, tapi dia juga ingin menyentuh hewan mungil menggemaskan itu

Arka yang mempunyai firasat buruk pun mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain, tetapi Lia menyadari hal itu, makanya Lia meminta Arka yang mencarikannya kecebong

Beruntung selokan yang berada di dekat mansionnya itu bersih, jadi arka tidak terlalu jijik. Tapi sebersih bersihnya selokan, itukan tetep selokan? Eehh?

"Terus kecebongnya kamu apain?" Tanya Gita penasaran

"Lia masukin ke kolam ikannya Daddy, biar kecebongnya hidup sampe gede" jawab Lia menatap Hendra sambil tersenyum

Menghela nafas kasar, itulah yang mereka lakukan

Mereka pun menonton tv yang menayangkan kartun dua bocah botak kembar

Tidak lama, Hendra merasa seperti sedang di awasi, dia menoleh mencari kesana kemari tetapi dia tidak melihat apapun yang mencurigakan

Dia menatap Azka. Azka pun juga merasakan hal yang sama, karena insting keluarga Anggara itu kuat, makanya mereka bisa merasakan jika sedang diawasi

Azka dan Hendra merasa seperti ada yang tidak beres di mansion ini, mereka berpikir mungkinkah ini penyusup yang disuruh salah satu musuh keluarga Anggara, tapi itu tidak mungkin, mengingat mansion ini yang dijaga ketat oleh bodyguard suruhan Hendra

Ketika hendak menyuruh Lia dan Gita untuk ke kamar, tiba tiba mata tajam Hendra melihat sebuah pistol yang di pegang seseorang dibalik dinding

Dia mengikuti arah pistol itu dan matanya langsung terbelalak ketika melihat pistol itu mengarah ke kepala Lia

Sontak Hendra langsung berdiri dan memeluk Lia

DOR

Transmigrasi figuran

Alvian dkk-arka kini berada di mansion Alvian, mereka memutuskan untuk menginap, tadinya mereka akan mengajak arka, tapi mereka tidak ingin mengganggu moment keluarga itu

"Woy jangan curang dong setan" teriak Rizki kepada Radit

Mereka sedang bermain PS di kamar Alvian, sedangkan Alvian sendiri sedang memainkan ponselnya

Transmigrasi Figuran (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang