Happy reading
Di suatu tempat yang gelap, seorang remaja sedang merenung
Dia sedang memikirkan masa depannya yang mungkin akan berakhir di jeruji besi jika dia mengakui satu kesalahan fatalnya, tetapi jika dia tidak mengakui kesalahannya, dia selalu dihantui oleh rasa bersalah yang amat besar
"Gue harus gimana, gue bingung. Apa dengan gue mengakui kesalahan gue, bayang bayang itu akan hilang dari pikiran gue" lirih pemuda tersebut
Tadinya dia ke cafe karena ingin melupakan sejenak masalahnya, tetapi ketika di cafe dia malah mengetahui bahwa kesalahannya membuat dua orang salah paham
"Lo harus berani, itu kesalahan Lo, dan Lo yang harus tanggung jawab, gue akan dukung Lo apapun keadaannya" tiba tiba seseorang berkata lalu menepuk bahunya seakan memberikan semangat
"Tapi gue takut, gimana kalo mereka bunuh gue kaya gue bunuh dia waktu itu" ucap lelaki itu kepada lelaki yang lainnya dengan mata yang berkaca kaca
"Gue bakal halangin mereka kalo mereka bakal nyakitin Lo, Lo harus percaya sama gue, semuanya bakal baik baik aja" ucap lelaki itu mencoba menenangkan
"Gue bakal nemenin Lo, tenang aja" lanjut lelaki tersebut yang dibalas dengan senyuman tipis
Transmigrasi figuranDisisi lain, nampak seorang lelaki sedang memandang jalanan yang padat lewat jendela kaca yang ada di ruang kerjanya
Tatapannya tiba tiba menjadi sendu, dia mengingat adiknya yang asli yang sekarang sudah tidak ada, meskipun raganya masih hidup tetapi jiwanya sudah mati
Jauh di lubuk hatinya dia merasa kehilangan, tapi dia tidak bisa menyalahkan siapapun karena ini memang sudah takdir
"Berbahagialah disana" ucapnya melihat langit yang cerah
Tidak lama ponselnya berbunyi dan menampilkan nama adiknya
"Halo sayang" ucap lelaki tersebut dengan nada yang lembut
"Halo Abang, hari ini Abang sibuk gak"
"Enggak, hari ini Abang senggang, kenapa emangnya"
"Hari ini Lia mau ngajak kita sekeluarga buat jalan jalan, gimana"
"Boleh, emang lain pada bisa?"
"Yang lain udah Lia kabarin, dan mereka setuju, tinggal bang Azka yang belum"
"Oke, Abang pulang sekarang"
"Yaudah hati hati ya Abang, see you"
Tut
Panggilan di akhiri oleh Lia
Azka pun segera bergegas untuk pulang ke mansion Anggara
Sedangkan di mansion Anggara, semuanya sudah berkumpul dan sedang menunggu Azka
"Tumben benget nih kamu ngajak kita jalan jalan" tanya arka kepada Lia sambil memakan Snack nya
"Kali kali aja si bang, lagian Lia ada yang mau di omongin sama kalian semua" ucap Lia menatap satu persatu keluarganya
Lia takut. Takut jika keluarganya akan mengusirnya setelah tau kebenarannya, tapi dia tidak bisa menunda lagi, dia harus segera memberitahu keluarga Lia yang asli, bagaimana pun keluarganya harus tau bahwa Putri mereka yang sesungguhnya sudah tiada
Tanpa Lia sadari, keluarganya saling melirik satu sama lain, seakan mereka sudah tahu apa yang akan Lia katakan
Tidak lama Azka pun datang dan mereka pergi dengan satu mobil, mereka tidak memakai supir, hanya saja mereka tetap membawa bodyguard untuk jaga jaga jika ada musuh keluarganya di luar sana
Tempat tujuan mereka adalah pantai, selain karena memang mereka tidak pernah berlibur ke pantai sekeluarga, menurut Lia tempat itu juga pas untuk membicarakan hal serius dengan keluarganya
Tak lama mobil pun sampai di pantai
Mereka berjalan menuju tempat yang sebelumnya sudah di pesan oleh bodyguard Anggara
Mereka berbincang bincang dengan santai, tapi Lia sedari tadi lebih banyak diam, dia sedang merangkai kata yang pas untuk di sampaikan ke keluarganya
Hendra dan Gita sedari tadi juga menyadari keterdiaman Lia, tetapi mereka membiarkan Lia, mereka pikir mungkin Lia sedang memantapkan diri
"Ekhem" deheman Lia mengalihkan pandangan keluarganya
"Kenapa sayang" ucap Gita dengan senyuman penuh arti
"Lia mau ngomong sesuatu sama kalian" ucap Lia pelan sambil menundukkan kepalanya
Lalu Lia merasakan elusan hangat di kepalanya, dia mendongak dan terlihatlah Abang pertamanya yang menatapnya hangat
"Ngomong aja, gausah gugup gitu" celetuk Hendra yang melihat anaknya gugup
"Huft, sebenernya Lia itu bukan Lia" ucap Lia bingung dengan ucapannya sendiri
"Maksud kamu sayang" ucap Hendra mengerutkan keningnya
"Lia itu bukan Lia yang asli" ucap Lia menatap tepat pada manik mata mereka
"Sebenernya arka itu adalah manusia setengah duyung" celetuk arka tiba tiba
Azka memukul jidat adiknya
Plak
"Shhh, sakit gila" ringis arka mengelus jidat paripurnanya
"Makanya kalo orang serius tuh jangan becanda dulu" omel Azka yang jengah dengan kelakuan arka
"Ya abisnya pada serius banget, kaya lagi minta restu ke camer aja" kesal arka lalu memalingkan wajahnya
"Udah gausah di anggap cecunguk satu itu. Tadi kamu mau bilang apa sayang? Coba jelasin yang sejelas jelasnya" ucap Hendra
Lia memantapkan hatinya, setelah siap dia pun mulai menceritakan semuanya, dari yang dia hanya seorang anak yatim piatu, lalu dirinya mati tertabrak karena mengira menemukan uang, dan berakhir berpindah jiwa ke tubuh anak mereka
Selama bercerita, Lia hanya menatap kedepan, dia tidak berani menatap keluarganya
Dia takut kembali sendiri, hidup sendiri itu sangat menyusahkan menurutnya, dimana dia yang tidak bisa bermain seperti anak seusianya, dia yang harus memikirkan uang untuk makan dan sekolah, dia hanya takut kehidupan suramnya dulu terulang kembali
Ga nyangka bakalan rame
Makasih yang udah vote
Yang belum vote dulu yuk
❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Figuran (END)
Teen FictionSeorang gadis bernama Amalia Putri bertransmigrasi jiwa ke tubuh seorang figuran di novel "love you" yang sudah dia baca. "Gila, masa iya gue pindah tubuh"