Bagian 24

56.1K 4.9K 44
                                        


Happy reading


Di BHS, sedang ramai dengan pemberitahuan yang tertempel di mading, sebentar lagi akan diadakan lomba antar kelas

Mereka sedang merencanakan siapa saja yang akan mewakili kelas mereka, karena hadiah yang di sediakan dari sekolah, membuat mereka sedikit menarik

Lombanya antara lain, bernyanyi, kuis, dan lomba mendekor kelas. Yang menang akan mendapatkan hadiah tiket liburan ke tempat yang mereka inginkan, dan di tanggung oleh sekolah. Akan ada 3 kelas yang menang, kelas satu, dua dan tiga. Jadi yang menang adalah per angkatan

Lia berjalan dengan riang ke arah kelasnya, hari ini dia sangat senang, bebannya sudah terlepas. Keluarganya pun memutuskan untuk merahasiakan kejadian ini dari semua orang, biarlah hanya mereka yang tahu

Langkah Lia terhenti ketika melihat Mading yang dipenuhi murid BHS, lalu pundaknya pun di tepuk oleh seseorang

Lia menoleh dan terlihatlah sahabatnya yang sedang tersenyum kearahnya, masih inget kan siapa sahabatnya?

"Itu pada ngeliatin apa sih? Kok pada rame" tanya Lia kepada sahabatnya sambil menunjuk ke arah Mading dengan tangan mungilnya

"Katanya sekolah ini tuh ngadain lomba gitu, tiap tahun emang kaya gini, selalu ngadain lomba, hadiahnya juga lumayan, bisa liburan kemana aja" jawab Sisil sambil menatap Mading

"Lo tau darimana" tanya melin menatap Sisil

"Dari kak Daniel, yang osis itu loh" ucap Sisil menyelipkan rambutnya kebelakang telinga

"Dih najis banget muka lo" ucap melin menatap aneh ke arah Sisil

"Lo Deket sama kak Daniel?" Tanya jessi menatap bingung ke arah Sisil

"Ya gitu deh" ucap Sisil malu malu lalu mendorong bahu melin karena salah tingkah

"Apaan sih anjir, ga jelas banget jadi orang, eh lupa Lo kan bukan orang" ucap melin santai

"Sialan, terus gue apaan" ucap Sisil yang gagal salting

"Setan" jawab melin menatap Sisil dengan serius

Sisil menabok kepala sahabatnya "bisa bisanya gue punya sahabat kaya Lo" ucap Sisil miris

"Kalo gaada gue, ga bakalan rame. Di dalam persahabatan itu butuh orang yang kaya gue" ucap melin bangga sambil menepuk dadanya

"Jangan di tepuk, nanti tambah tepos" ucap Sisil lalu tertawa

Melin yang mendengar itu melotot

"Btw, lo kenal sama kak Daniel Jess?" Tanya Sisil menghiraukan melin

"Iyalah, diakan kakak sepupu gue" santai jessi sambil memainkan rambut Lia yang sedari tadi memperhatikan perdebatan melin dan Sisil

"Hah, kok gue baru tau. Lagian kok marga kalian beda" kaget Sisil

"Kak Daniel kan marganya ngikut dari bokapnya, marga Alexander kan dari nyokapnya" ucap jessi menjelaskan

Transmigrasi Figuran (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang