Happy readingTengah malam, lebih tepatnya pukul 23.59 keluarga Anggara berada di depan kamar Arka
Terlihat disana Lia dengan mata sembabnya dan hidung yang memerah
Lia sedari tadi tidak berhenti menangis karena mendengar ucapan abangnya ketika di kamarnya
Dia sangat tidak tega bahkan dirinya hampir menyerah dengan rencana keluarganya itu
Lia ingin mendekap abangnya, dia tidak suka melihat arka yang seperti tadi, bahkan sebelumnya pun dia belum pernah melihat arka menangis
Dia ingin meminta maaf karena sudah mengerjai arka, meskipun ini bukan hanya ulahnya, tetapi keluarganya juga yang merencanakan ini semua
Flashback on
"Jadi kita itu rencananya mau ngerjain arka karena besok dia ulang tahun, karena di keluarga kita gaada yang suka bikin acara ulang tahun yang gede gedean, jadi kita mau bikin surprise sederhana, dengan ngerjain arka biar beda dari tahun tahun sebelumnya" ucap Gita menjelaskan ke Lia yang sedang duduk di pangkuan putra sulungnya
"Ngerjain Abang? Tapi ngerjainnya gimana?" Tanya Lia bingung
"Kita abaikan dia untuk hari ini, kalo dia nanya jangan kita jawab, pokonya kita cuekin deh" ucap Gita semangat
Lia sebenarnya agak ragu, dia tidak bisa mengabaikan abangnya, tapi melihat mommynya yang antusias akhirnya dia mengangguk saja
"Oke good, kalo gitu nanti setelah dia pulang dari sekolah, kita langsung pergi ke kamar masing masing" ucap gita
Flashback off
Di dalam kamar, arka tidak tertidur. Dia memandang langit malam yang tidak ada bintang satupun yang terlihat
Lama kelamaan tatapannya menjadi sendu, dia memikirkan apa kesalahan yang dia perbuat
Tapi semakin dipikirkan, dirinya masih tidak menemukan letak kesalahannya
Dia menghela nafas kasar lalu beranjak menutup pintu balkon dan berbaring di ranjangnya untuk mengistirahatkan pikirannya
Baru saja dia menutup mata, suara ketukan terdengar dari pintunya
Tok tok tok
Dia mengerutkan keningnya, siapa yang mengetuk pintu kamarnya malam malam begini
Semua orang pasti sudah tertidur, dan kalaupun itu salah satu anggota keluarganya, sepertinya itu tidak mungkin mengingat sikap mereka tadi siang kepadanya
Dia pun beranjak untuk membuka pintu
Ceklek
Ketika pintu terbuka, suara terompet lah yang menyambutnya
Teeetttt
Happy birthday to YULLL
Happy birthday to YULLL
Happy birthday, Happy birthday
Happy birthday to YULLLNyanyi keluarga Anggara bersama sama, dan Hendra yang lebih mendominasi
Mata Arka memanas melihat semua ini, jadi dia di permainkan?
Lalu matanya menatap adik bungsunya yang juga sedang menatap dirinya
Mata adiknya terlihat sembab, apakah adiknya menangis? Itulah yang ada di pikiran Arka
Lia segera berhambur ke pelukan abangnya lalu terisak
"Maafin Lia Abang hiks" ucap Lia pelan
Arka yang di peluk tiba tiba pun terkejut, tapi tidak lama dia membalas pelukan hangat adiknya ini
Dia mengecup kepala Lia berkali kali, lalu ketika pelukannya terlepas dia menatap keluarganya
Lalu arka pun memeluk mereka satu persatu
Setelahnya dia kembali memeluk Lia yang dibalas senang hati oleh Lia
"Ck, di tiup dulu dong lilinnya" decak Hendra yang melihat arka kembali memeluk Lia dan tidak memperdulikan kue ulang tahunnya
Arka pun menatap kue yang di pegang Gita, tanpa melepaskan pelukannya dari Lia, dia memejamkan matanya lalu berdoa
'semoga semuanya selalu bahagia' batin arka lalu membuka matanya dan meniup lilinnya
Mereka pun bertepuk tangan setelah arka meniup lilinnya
"Dari tadi kek, pegel nih tangan mommy" gerutu Gita setelah menyimpan kuenya ke meja yang ada di depan kamar anaknya
"Yaudah, karena sekarang udah malam, kalian kembali ke kamar masing masing, besok baru kita rencanain mau melakukan apa untuk merayakan ultahnya arka" ucap Hendra lalu menarik pinggang Gita dan berlalu ke kamarnya
Diikuti Azka yang sepertinya sudah mengantuk, dia berjalan menuju kamarnya
Lalu arka menggendong adiknya ala koala, lalu dirinya kembali masuk ke kamarnya dengan Lia yang ada di gendongannya
"Abang takut tadi, jangan kaya gitu lagi" ucap Arka setelah dirinya duduk di tepi ranjang dengan Lia di pangkuannya
"Maaf Abang, janji ga gitu lagi" ucap Lia memeluk leher arka erat
Arka tersenyum lalu membaringkan badannya dan Lia di kasur miliknya dengan tangan sebelah kirinya yang dijadikan bantal untuk Lia
Lia mendongak menatap arka "Abang ga marah?" Tanya Lia
"Abang mana mungkin bisa marah sama kamu" ucap arka mengelus pelan pipi Lia lalu mengecup nya
"Tapi tadi kenapa kamu keluar waktu Abang lagi ngomong sama kamu" lanjut arka yang mengingat kejadian di kamar Lia, dimana dirinya yang ditinggal begitu saja oleh Lia
Lia menghela nafas, lalu berucap "Lia ga tega liat Abang kaya tadi, Lia langsung pergi ke kamarnya bang Azka, terus Lia nangis disana. Abang jangan nangis kaya tadi lagi, Lia ga suka liatnya, Lia juga jadi ikutan sedih" ucap Lia memeluk erat abangnya
"Cuman kamu yang bikin Abang kaya gini" ucap arka pelan lalu mengelus pelan punggung adiknya
Tidak lama terdengar dengkuran halus dari Lia, dia menunduk untuk melihat wajah polos Lia ketika tidur, lalu mengecup pelan keningnya
"Good night, kesayangan Abang" ucap arka lalu memejamkan matanya untuk menyusul Lia yang sudah tertidur
Sedangkan di tempat lain
"Ayolah mom kita main sebentar aja" ucap Hendra dengan nada memelas kepada istrinya
"Gaada ya, ini udah malem, waktunya tidur" ucap Gita sembari membenahi bantalnya
"Sekali aja mom, janji deh gabakal lama, kita mainnya cepet aja" ucap Hendra sambil memegang tangan Gita
"Emangnya kamu belum ngantuk?" Tanya Gita heran, mengapa suaminya ini seperti tidak ada kata lelah
"Belum mom, makanya temenin main sebentar" bujuk Hendra
Gita pun akhirnya mengiyakan ucapan Hendra
Hendra yang melihat itupun merasa senang lalu memeluk istrinya
"Yaudah ambil dulu gih barang yang mau dipake buat main" ucap Gita lalu membenahi posisinya menjadi duduk bersandar pada kepala ranjang
Hendra pun mengangguk "yaudah aku ambil monopolinya dulu ya" ucap Hendra lalu mengambil monopoli di dalam lemari
Makasih yang udah vote
Yang belum vote dulu yuk
❤️🤸🏻

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Figuran (END)
Novela JuvenilSeorang gadis bernama Amalia Putri bertransmigrasi jiwa ke tubuh seorang figuran di novel "love you" yang sudah dia baca. "Gila, masa iya gue pindah tubuh"