Bagian 8

82.9K 8K 315
                                    

❤️Makasih yang udah vote❤️
Happy reading


Setelah sampai di lapangan, Lia melihat disana sudah ada Alvian dan Ica yang sedang hormat ke bendera

Setelah sampai dia pun berdiri di samping kiri Alvian, jadi posisi Alvian berada di tengah tengah kedua gadis itu. Alvian yang menyadari ada yang datang pun menoleh ke kiri dan melihat gadis yang kemarin berhasil membuat senyuman terbit di bibirnya

"Kenapa dihukum?" Tanya Alvian ke Lia

"Tad--" ucapan Lia terpotong karena seseorang yang di sebelah kanan Alvian tiba tiba menyela ucapannya

"Tadi aku telat masuk sekolah, padahal tadi aku telat karena bantuin ibu di rumah" ucap Ica memotong ucapan Lia

Alvian yang mendengar itu hanya memandang sinis ke arah Ica

"Gue ga nanya Lo" sinis Alvian yang membuat Ica menundukkan kepalanya

"M-maaf hiks" ucap Ica sambil terisak

'benar benar berubah, dan ini awal yang bagus' batin Lia yang sedari tadi memperhatikan keduanya

"Jadi?" Tanya Al kepada Lia

"O-oh tadi Lia kesiangan bangunnya karena gaada yang bangunin" jawab Lia yang mengerti ucapan Alvian

"Uda--" sekarang ucapan Alvian yang terpotong oleh Ica yang tiba tiba bersuara

"Kamu kok bangunnya bisa kesiangan? Pasti kamu pemalas ya, Ica kasih tau ya, harusnya kamu tuh jangan nungguin di bangunin kan kasian orang tua kamu yang repot harus bangunin kamu, lain kali jangan ngerepotin orang lain ya Lia, kita harus mandiri" nasehat Ica dengan menekankan beberapa kata, tanpa menyadari bahwa wajah Alvian yang sudah menggelap

Lia yang mendengar itu pun melirik wajah Al dan menundukkan kepalanya, tidak ada yang menyadari bahwa diam diam Lia tersenyum miring

'mampus dah singa mau ngamuk hahaha' batin Lia tertawa

"Lo bisa ga sih gausah ngurusin urusan orang lain, jatuhnya tuh malah ganggu tau ga, kalo mau caper jangan sama gue, karena gue ga sudi" sarkas Alvian memandang sinis Ica

Ica yang mendengar nada sarkas dari Alvian pun mulai terisak kembali

"Udah sarapan" tanya Alvian lembut sambil mengelus rambut Lia

"Belum, tadi Lia buru buru jadi ga sempet hehe" jawab Lia sambil menggaruk pipinya

Alvian yang mendengar itu pun segera menarik tangan Lia dengan lembut menuju kantin untuk memberikan gadisnya makan. Gadisnya? Sepertinya Alvian sudah masuk ke dalam pesona gadis licik kita

Ica yang ditinggal sendirian pun merasa kesal dan menghapus air matanya dengan kasar
'lia, sepertinya gue harus segera singkirin lo' batin Ica sambil bersmirk lalu meninggalkan lapangan dan menuju ke taman belakang

Kembali lagi ke Lia dan Alvian yang saat ini berada di kantin. Sedari tadi Alvian tidak memutuskan pandangannya dari wajah cantik Lia yang membuat sang punya wajah salah tingkah

"Permisi, ini makanannya" ucap penjual yang mengantarkan pesanan ke meja Alvian

'untung aja' batin Lia

"Dimakan" ucap Alvian sambil menopang dagunya dan menatap Lia

"Iya bang Al" jawab Lia lalu makan dengan terburu buru

'lucu banget sih' batin seseorang memandang Lia

'bersenang senang dulu lah, karena sebentar lagi Lo akan hancur, lia.' batin seseorang di balik pintu kantin






Jangan lupa votenya ya teman teman
❤️

Transmigrasi Figuran (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang