Happy reading
Pagi harinya Lia sedang berjalan menuju ruang makan dengan sesekali bersenandung kecil
"Seneng banget keliatannya" celetuk Gita yang melihat putri bungsunya tidak berhenti tersenyum
Lia hanya membalasnya dengan senyuman yang bertambah lebar
"Gak cape apa dek senyum terus" ucap Azka aneh melihat kelakuan adiknya
Meskipun Lia termasuk anak yang riang, tetapi jika terus menerus tersenyum, itu sedikit membuat keluarganya khawatir, mungkin takut anaknya tidak waras?
Arka yang mengetahui alasan Lia tersenyum pun hanya menggelengkan kepalanya
"Lagi kasmaran dia, semalem kan ada yang baru jadian" goda arka terhadap adiknya yang sekarang sedang menunduk dengan pipi yang memerah
"Oh benarkah, waahh putri mommy sudah besar ya" ucap Gita ikut menggoda anaknya
"Sama siapa? Lia masih kecil kenapa harus pacaran" sahut Hendra yang baru saja datang
Lia langsung menatap Hendra yang juga sedang menatap dirinya
"Sama Alvian, udah sih dad biarin aja, Lia kan lagi masa puber" ucap arka santai yang diangguki Gita
"Huft, kalo dia macem macem sama kamu, bilang ke Daddy, biar Daddy hajar anak itu" ucap Hendra yang sebenarnya tidak rela anak gadisnya sudah mempunyai pasangan
Lia tersenyum "meskipun Lia sekarang udah punya pacar, tapi cinta pertama Lia tetep Daddy kok" ucap Lia menatap Hendra
"Uuu sosweetttt" ucap Gita sembari menangkap kedua pipinya dan menatap tengil ke arah Lia dan Hendra
Hendra yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa menghela nafas, lalu pandangannya beralih ke arah Lia yang sedang menatap hidangan sarapan pagi ini 'semoga kamu bahagia nak' batin Hendra tersenyum tipis
Sedangkan di tempat lain, seorang remaja lelaki tengah menatap satu bingkai foto yang menunjukkan dua anak lelaki yang saling merangkul dan tertawa ke arah kamera
Dia mengelus pelan foto tersebut, tidak terasa air matanya menetes. Dia menyesal, sangat menyesal, andai dulu dia tidak gegabah dan tidak mementingkan egonya, pasti sekarang dua anak yang berada di foto itu tetap bahagia sampai sekarang
"Maafin Abang, Fathan" ucap lelaki tersebut
Transmigrasi figuran
Saat ini Lia sedang bersama ketiga sahabatnya di kantin, bel telah berbunyi beberapa saat yang lalu
"Mau pesen apa? Biar gue yang pesenin" ucap jessi menatap sahabat sahabatnya
"Widih tumben nih" sahut Sisil ketika mendengar jessi ingin memesankan makanan untuk mereka
"Yaelah, mumpung gue lagi baik nih" balas jessi memutar bola matanya malas
"Yaudah pesen bakso sama es jeruk aja" ucap Sisil
"Lia mau batagor sama es jeruk" ucap Lia
"Samain sama Sisil, jangan lupa pake pedes ya mbak" ucap melin
Jessi pergi menuju stand makanan, sebelum itu dia memberikan jari tengah ke arah melin, yang jawab kekehan pelan dari mereka bertiga
Lia mengedarkan pandangannya, melin yang melihat itupun menyenggol bahu Lia yang memang sedang duduk di sebelahnya
"Nyariin siapa sih" tanya melin, Sisil yang sedang memainkan handphonenya ikut menoleh ke arah Lia
"A-ah enggak kok, Lia ga nyari siapa siapa" jawab Lia gugup
Melin pun mengangguk dan Sisil kembali menatap ponselnya
Lia kembali mengedarkan pandangannya ke arah pintu kantin, menunggu seseorang
"Nyari aku hm" suara lelaki tiba tiba terdengar di telinga sebelah kiri Lia, Lia yang terkejut reflek melihat ke arah suara, dan
Cup
Bibir Alvian menempel di pipi Lia
Seluruh murid di kantin yang sedari tadi memperhatikan kedatangan Alvian dkk dari arah pintu kantin sampai menuju meja Lia pun dibuat terkejut atas tindakan Alvian tadi, kecuali arka yang hanya memutar bola matanya malas
"OMG, my eyes" pekik melin menutupi kedua matanya lalu mengintip di sela sela jarinya
Sisil yang melihat itu malah menopang dagunya lalu membayangkan dirinya yang juga dicium oleh pujaan hatinya
Sedangkan Radit dan Rizki yang melihat itu dibuat geleng geleng
"Lebay" celetuk Alvian lalu duduk di sebelah Lia dan memeluk mesra pinggang Lia
"Gatau tempat banget sih Lo" ucap rizki yang iri karena dirinya baru saja diputusi oleh pacarnya yang ke 7
"Bodo" sahut alvian
Lia yang melihat kelakuan Alvian terhadapnya dibuat gemas, ingin sekali rasanya membuang anak ini ke jurang, tapi dia tidak akan sanggup
Prang
Suara pecahan mengalihkan pandangan murid murid BHS
Disana terlihat jessi yang berdiri di tengah tengah kantin, tapi bukan itu masalahnya. Dea, atau lebih tepatnya queen bullying yang sesungguhnya terlihat basah kuyup dan seorang gadis yang jatuh terduduk sambil terisak
Ica, gadis itu mengepalkan tangannya di balik rok karena gagal mengguyur jessi, dia dendam terhadap jessi karena waktu itu jessi sudah mempermalukan dirinya
"Berani beraninya Lo" geram Dea kepada gadis yang baru saja menumpahkan minumannya
"M-maaf aku ga sengaja" ucap ica terbata bata, berharap dirinya ditolong oleh seseorang, tapi nyatanya semua orang hanya diam menyaksikan
Jessi menatap tajam Ica. Sebenarnya tadi dia melihat Ica yang berjalan kearahnya sambil membawa minuman, dia yang mempunyai firasat pun langsung berpindah tempat
Lalu datanglah Dea yang akan melewati tempat tersebut, tapi tiba tiba Ica menabraknya dan minuman pun tumpah ke seragam Dea
"Bawa dia ke gudang belakang" ucap Dea kepada antek anteknya
Antek anteknya pun membawa Lia paksa ke gudang belakang, sebelum Ica keluar dari kantin, dia menatap ke arah Alvian dkk dengan harapan ditolong oleh pangeran sekolah itu, tapi yang di dapatinya hanya tatapan tajam dari mereka semua
Murid murid BHS sudah mengetahui bahwa Ica pura pura Polos dari kejadian waktu itu, ketika Ica memfitnah Lia
Dari kejadian itu, mereka pun mengubah pandangan mereka kepada gadis yang saat ini sedang di seret paksa oleh antek antek dea, di susul oleh dea yang masih emosi
Lia yang sedari melihat kejadian tersebut tersenyum miring tanpa ada yang mengetahui 'you lose' batin Lia
Makasih yang udah vote
Yang belum vote dulu yuk
❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Figuran (END)
Ficção AdolescenteSeorang gadis bernama Amalia Putri bertransmigrasi jiwa ke tubuh seorang figuran di novel "love you" yang sudah dia baca. "Gila, masa iya gue pindah tubuh"