Bagian 17

62.3K 5.6K 211
                                    

Happy reading

Bel pulang sudah berbunyi, para murid berhamburan untuk pulang ke rumah masing masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka

Lia, gadis itu sedang menunggu jemputan sopirnya karena abangnya tidak bisa mengantarkan dia pulang

Tidak lama supir jemputnya ya pun datang, Lia masuk ke dalam mobil dan langsung melaju menuju mansionnya

Disisi lain

Terdapat dua orang pria paruh baya, mereka duduk berhadapan dan saling melempar tatapan tajamnya

"Apa maksudmu meracuni anak saya, kau ingin balas dendam karena tidak bisa mendapatkan Gita?" tanya Hendra kepada lelaki di hadapannya, Hendra Anggara atau lebih tepatnya Daddy Lia

Dion yang mendengarnya hanya diam tidak menjawab

Ya, mereka adalah Hendra dan Dion yang dulunya merupakan teman baik, tetapi karena suatu alasan hubungan mereka berdua menjadi renggang

Dulu Dion menyukai seorang gadis, dia adalah Gita Dinata yang sekarang berubah menjadi Gita Dinata Anggara, mommy dari Lia. Dion mendekati Gita sampai akhirnya mereka berpacaran, tapi tidak lama hubungan mereka harus kandas karena Dion bermain belakang dengan wanita lain

Gita yang sakit hati pun memutuskan hubungannya dengan Dion, lalu tidak lama dia bertemu dengan Hendra, Hendra mampu mengembalikan hidupnya yang suram kembali berwarna

Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, Hendra mengundang Dion datang ke pernikahannya, tapi saat datang dan melihat pasangan Hendra yang merupakan mantan terindahnya, Dion pun pulang dengan membawa kekecewaan

Sampai beberapa tahun pun Dion tidak bisa melupakan Gita, dia selalu mengawasi keluarga bahagia itu dari jauh tapi tidak pernah melihat rupa anak bungsu hendra, dan selalu berharap bahwa Gita akan kembali ke pelukannya

Sampai akhirnya dia merencanakan untuk membunuh anak bungsu Hendra berharap dengan itu keluarga mereka hancur dan Hendra bercerai dengan Gita, tapi itu semua hanya ekspektasi saja

"Anakku tidak tahu apa apa, jangan sampai ada yang terluka karena keegoisan mu, kamu yang dulu bersalah dan membuat Gita berpaling darimu, dan sekarang kamu bersikap seolah olah aku yang mengambil Gita darimu, cih" ucap Hendra menatap remeh Dion

Dion mengepalkan tangannya, bukan karena marah tapi karena malu dengan sikapnya selama ini

"Aku tahu mungkin kamu kesepian, sudah waktunya kamu memiliki seorang istri bahkan anak" lanjut Hendra dengan nada yang sedikit melunak

"Aku tidak ingin menikah" ucap Dion

"Terserah kau saja, aku hanya ingin bilang, jangan menjadi pengecut Dion, kau sudah tua, lihatlah rambutmu yang sebentar lagi akan berubah warna" canda Hendra berusaha mencairkan suasana

Dion hanya tersenyum tipis 'ya, akhiri balas dendam ini, dan memulai semuanya dari awal, tidak buruk bukan' ucap Dion dalam hati

Kembali ke Lia, gadis itu kini sedang bersantai di ruang tamu bersama dengan kedua abangnya

Dia baru memikirkan bagaimana nasib jiwa Lia yang asli, dan apakah dia harus memberi tahukan semua orang bahwa dia bukanlah Lia yang asli

Memikirkannya membuat kepala Lia pusing, dia pun menatap arka yang sedang menonton di tv

"Bang Arka" panggil Lia, arka menoleh bahkan Azka pun ikut menoleh menatap adik bungsunya

"Kenapa" tanya arka sambil mengelus rambut Lia

Lia tersenyum, "tadi di sekolah ada yang nyariin Abang" ucap Lia

Arka yang mendengar itu mengerutkan dahinya "siapa" tanya arka bingung

Pasalnya, disekolah tadi arka tidak bertemu dengan siapa siapa yang memang sengaja mencarinya

Lia pun berdiri lalu berjalan pelan menuju kamarnya, dia berbalik menatap arka dan Azka yang sekarang sedang memandang bingung dirinya "malaikat maut" jawab Lia lalu lari ke dalam kamarnya

Arka diam, begitupun juga Azka. Tapi tak lama suara tertawa dari Azka membuyarkan pikiran arka, Arka yang kesal pun berjalan menuju kamar adiknya

Azka yang melihat arka mulai menjauh pun mulai memberhentikan tawanya, lalu pandangannya menatap tv tetapi pikirannya menuju hal lain

'siapapun kamu, kamu akan tetap menjadi adik saya' batin Azka lalu menyusul pergi ke lantai 2 untuk ke kamarnya

Malam harinya keluarga Anggara sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam bersama

Ting tong

Terdengar bunyi bel dari luar, Lia pun berinisiatif untuk membuka pintunya

Ceklek

Lia hampir terjungkal ke belakang karena terkejut melihat siapa yang datang

"Hai" sapa lelaki itu

"Hai, mau ketemu Abang ya" jawab Lia tersenyum menatap Alvian

"Bukan, aku kesini buat ngajak kamu jalan" ucap Al enteng, lalu datanglah arka dari belakang Lia

"Udah sana ganti baju" ucap arka kepada Lia, Lia yang disuruh pun hanya mengangguk dan pergi untuk mengganti baju

"Jangan kemaleman pulangnya, dan ga boleh ada yang lecet" peringat arka kepada Alvian yang sedang berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana

"Hm" singkat Alvian
















Makasih yang udah vote
Yang belum vote dulu yuk
❤️

Transmigrasi Figuran (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang