Happy reading
Bel pulang sudah berbunyi, para murid berhamburan untuk pulang ke rumah masing masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka
Lia, gadis itu sedang menunggu jemputan sopirnya karena abangnya tidak bisa mengantarkan dia pulang
Tidak lama supir jemputnya ya pun datang, Lia masuk ke dalam mobil dan langsung melaju menuju mansionnya
Disisi lain
Terdapat dua orang pria paruh baya, mereka duduk berhadapan dan saling melempar tatapan tajamnya
"Apa maksudmu meracuni anak saya, kau ingin balas dendam karena tidak bisa mendapatkan Gita?" tanya Hendra kepada lelaki di hadapannya, Hendra Anggara atau lebih tepatnya Daddy Lia
Dion yang mendengarnya hanya diam tidak menjawab
Ya, mereka adalah Hendra dan Dion yang dulunya merupakan teman baik, tetapi karena suatu alasan hubungan mereka berdua menjadi renggang
Dulu Dion menyukai seorang gadis, dia adalah Gita Dinata yang sekarang berubah menjadi Gita Dinata Anggara, mommy dari Lia. Dion mendekati Gita sampai akhirnya mereka berpacaran, tapi tidak lama hubungan mereka harus kandas karena Dion bermain belakang dengan wanita lain
Gita yang sakit hati pun memutuskan hubungannya dengan Dion, lalu tidak lama dia bertemu dengan Hendra, Hendra mampu mengembalikan hidupnya yang suram kembali berwarna
Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, Hendra mengundang Dion datang ke pernikahannya, tapi saat datang dan melihat pasangan Hendra yang merupakan mantan terindahnya, Dion pun pulang dengan membawa kekecewaan
Sampai beberapa tahun pun Dion tidak bisa melupakan Gita, dia selalu mengawasi keluarga bahagia itu dari jauh tapi tidak pernah melihat rupa anak bungsu hendra, dan selalu berharap bahwa Gita akan kembali ke pelukannya
Sampai akhirnya dia merencanakan untuk membunuh anak bungsu Hendra berharap dengan itu keluarga mereka hancur dan Hendra bercerai dengan Gita, tapi itu semua hanya ekspektasi saja
"Anakku tidak tahu apa apa, jangan sampai ada yang terluka karena keegoisan mu, kamu yang dulu bersalah dan membuat Gita berpaling darimu, dan sekarang kamu bersikap seolah olah aku yang mengambil Gita darimu, cih" ucap Hendra menatap remeh Dion
Dion mengepalkan tangannya, bukan karena marah tapi karena malu dengan sikapnya selama ini
"Aku tahu mungkin kamu kesepian, sudah waktunya kamu memiliki seorang istri bahkan anak" lanjut Hendra dengan nada yang sedikit melunak
"Aku tidak ingin menikah" ucap Dion
"Terserah kau saja, aku hanya ingin bilang, jangan menjadi pengecut Dion, kau sudah tua, lihatlah rambutmu yang sebentar lagi akan berubah warna" canda Hendra berusaha mencairkan suasana
Dion hanya tersenyum tipis 'ya, akhiri balas dendam ini, dan memulai semuanya dari awal, tidak buruk bukan' ucap Dion dalam hati
Kembali ke Lia, gadis itu kini sedang bersantai di ruang tamu bersama dengan kedua abangnya
Dia baru memikirkan bagaimana nasib jiwa Lia yang asli, dan apakah dia harus memberi tahukan semua orang bahwa dia bukanlah Lia yang asli
Memikirkannya membuat kepala Lia pusing, dia pun menatap arka yang sedang menonton di tv
"Bang Arka" panggil Lia, arka menoleh bahkan Azka pun ikut menoleh menatap adik bungsunya
"Kenapa" tanya arka sambil mengelus rambut Lia
Lia tersenyum, "tadi di sekolah ada yang nyariin Abang" ucap Lia
Arka yang mendengar itu mengerutkan dahinya "siapa" tanya arka bingung
Pasalnya, disekolah tadi arka tidak bertemu dengan siapa siapa yang memang sengaja mencarinya
Lia pun berdiri lalu berjalan pelan menuju kamarnya, dia berbalik menatap arka dan Azka yang sekarang sedang memandang bingung dirinya "malaikat maut" jawab Lia lalu lari ke dalam kamarnya
Arka diam, begitupun juga Azka. Tapi tak lama suara tertawa dari Azka membuyarkan pikiran arka, Arka yang kesal pun berjalan menuju kamar adiknya
Azka yang melihat arka mulai menjauh pun mulai memberhentikan tawanya, lalu pandangannya menatap tv tetapi pikirannya menuju hal lain
'siapapun kamu, kamu akan tetap menjadi adik saya' batin Azka lalu menyusul pergi ke lantai 2 untuk ke kamarnya
Malam harinya keluarga Anggara sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam bersama
Ting tong
Terdengar bunyi bel dari luar, Lia pun berinisiatif untuk membuka pintunya
Ceklek
Lia hampir terjungkal ke belakang karena terkejut melihat siapa yang datang
"Hai" sapa lelaki itu
"Hai, mau ketemu Abang ya" jawab Lia tersenyum menatap Alvian
"Bukan, aku kesini buat ngajak kamu jalan" ucap Al enteng, lalu datanglah arka dari belakang Lia
"Udah sana ganti baju" ucap arka kepada Lia, Lia yang disuruh pun hanya mengangguk dan pergi untuk mengganti baju
"Jangan kemaleman pulangnya, dan ga boleh ada yang lecet" peringat arka kepada Alvian yang sedang berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana
"Hm" singkat Alvian
Makasih yang udah vote
Yang belum vote dulu yuk
❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Figuran (END)
Fiksi RemajaSeorang gadis bernama Amalia Putri bertransmigrasi jiwa ke tubuh seorang figuran di novel "love you" yang sudah dia baca. "Gila, masa iya gue pindah tubuh"