Kesepian
Bukan, aku hanya menjauh dari keramaian, memperkecil pertemanan hingga hanya ada aku seorang.Berdiam, tepat dibalik pengkhianatan
Mencoba untuk kembali kepada diriku yang pendiam.Aku tidak sempurna,
Banyak celah untuk dijadikan cemomohan,
Adanya pertemanan, karena aku bahan dari semua candaan.Aku hanya manusia yang penuh dengan kebohongan,
Terlihat ceria padahal lagi dihancurkan semesta sehancur-hancurnya.
"Kamu kenapa?" Tanya seseorang
"Aku baik-baik saja" Jawab diriku sambi menahan isak tangis didada.
Mempalingkan diri sambi membasuh air mata yang sudah terlanjur aku tumpahkan.Diriku pulang,
Menopang beban yang sudah ku susun agar tidak satupun orang tahu,
Langkah kaki ku sudah sampai di depan pintu,
Kembali terbungkam melihat perkelahian.Ya, ayah ibuku.
Tidak ada sekelibat pikiran karena anak pulang sedang tidak baik-baik saja.
Bukan perkelahian namun senyuman orang tua yang ku harapkan.Namun, aku dipaksa dewasa oleh semesta padahal belum waktunya.
Ibu yang aku sayangi mengikhlaskan aku untuk ikut bersama ayah,Aku sudah dewasa, didewasakan oleh kenyataan yang sangat pahit untuk aku ceritakan.
Menjadi sosok dewasa yang sangat pendiam,
Menjauh dari semua orang
Dan buatku merasa tenang.aku bukan si pengemis kasih sayang

KAMU SEDANG MEMBACA
Luka Rasa [ON GOING]
Non-Fictionkata yang membuat diri lebih meyakinkan bahwa hidup perlu kata untuk bangkit -meiamsin