Copyright ©2020-present by aldriemian
Karya ini dibuat karena terinspirasi oleh sebuah drama dan lagu. Jika ada kesamaan tokoh dan setting, itu adalah hak milik si pembuat drama dan lagu. Sebagian cerita adalah murni dari ide penulis. Harap menyikapi dengan bijak. Selamat membaca!
※✤※
Bosan.
Itu yang dirasakan oleh Min Yoongi. Sudah beberapa kali ia berkeliling di sekitar komplek ratu Baekje. Kakinya gatal ingin masuk ke dalam sana. Namun, Yoongi tidak yakin apakah ia diperbolehkan. Yoongi tidak terlalu paham bagaimana seorang bangsawan bersopan satun. Mungkin akan lebih baik ia berkeliling lagi.
Namun, mendadak langkah terhenti ketika manik legamnya memergoki pria bertubuh jakung yang melintas dari belakang bangunan, melompati tembok tanpa sepengetahuan sekitarnyaㅡkecuali Yoongiㅡdi siang bolong.
Haruskah Yoongi mengikutinya? Bagaimana jika orang itu adalah penyusup?
Dengan cepat Yoongi menyusul, mengikuti langkah pria jakung itu. Sambil setengah berlari, caping yang senantiasa bertengger di punggungnya berpindah di kepalanya.
Langkah kaki pria misterius itu cepat. Yoongi sedikit kesusahan mengingat medannya yang licin setengah berlumpur. Banyak rumput liar dan ranting-ranting pohon besar menghalangi penglihatan pria pucat itu.
Kegigihan Yoongi terbayar. Pria itu dapat mengikutinya dengan leluasa di tengah pemukiman yang cukup ramai.
Ah, tidak. Yoongi tarik kata-katanya.
Ini lebih sulit daripada menghadapi ranting-ranting pohon di hutan tadi.
Lelaki misterius tadi menghilang di balik kerumunan manusia. Yoongi sangat mengenali postur tubuh tadi tapi tidak yakin. Jika benar itu orang yang sangat ia kenal, kenapa orang itu repot-repot bersembunyi?
Buruknya lagi, Yoongi tidak tahu sedang berada di mana sekarang.
Maniknya berlarian ke segala arah, berharap menemukan seseorang yang tidak asing baginya. Ia terlalu takut pada orang asing. Tetapi, yang didapat hanyalah selebaran kertas yang bertebaran di segala penjuru dengan lukisan wajah di dalamnya.
"Permisi, Tuan?"
Yoongi menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya. Berusaha tidak menggubris pria yang datang entah darimana, berdiri di depannya. Si Pucat hanya bisa memandang sepasang kaki pria itu. Sepatu dengan kulit hewan asli, hitam dan berkilau. Jangan lupakan aroma parfum maskulin yang menguar dari tubuhnya. Yoongi berspekulasi jika pria di depannya semacam bagian keamanan.
"Saya adalah Pejabat Keadilan di daerah sini, sedang berpatroli. Kami sudah mengawasi gerak-gerik anda dari kejauhan. Apa anda butuh bantuan?"
Yoongi hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Mungkin anda sudah tahu tentang selebaran sayembara dari Silla, bukan? Kami telah bekerja sama dengan pejabat keadilan Silla. Jika anda bertemu orang ini, mohon hubungi kami."
Yoongi tetap tak bergeming sampai sepasang kaki itu lenyap dari pandangannya.
Pria pucat itu lega jika naluri 'terancamnya' masih bekerja dengan baik walau hinggap di tubuh orang lain.
Sekarang Yoongi hanya perlu mencari jalan untuk menemukan pria misterius itu. Pasti ia sudah berjalan jauh. Ah, Yoongi tidak suka ini. Ia sudah kehilangan jejaknya.
Beberapa orang yang berpapasan memandangi Yoongi penuh makna. Apa mungkin mereka mengenalinya karena selebaran yang Yoongi temukan? Atau mungkin kulit Yoongi yang terlalu putih hingga menarik perhatian mereka?
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐃𝐀𝐄𝐂𝐇𝐖𝐈𝐓𝐀 ( 大吹打 ) ✓
Fanfiction[M] ㅡ 𝐞𝐧𝐝. Min Yoongi menjadi buronan di kotanya karena terpergok melakukan transaksi narkoba. Ia terus bersembunyi menghindari para polisi. Hingga suatu hari, tempat persembunyiannya terbongkar tepat ia sedang berjudi di sebuah klub malam. Ia ka...
