25. masa lalu 2

631 111 32
                                        

25. masa lalu 2

setelah mandi dan berganti pakaian sehun duduk di sofa ruang tengah rumahnya berhadapan dengan papanya. sedang mamanya duduk disamping sehun dan mengobati luka memar yang ada di wajah sehun. sudut bibir, pelipis hingga pipi sehun terlihat memerah dan lebam.

sehun hanya duduk dalam diam dan membiarkan sang ibu melakukan apa yang dia inginkan pada wajahnya. sehun cukup percaya jika mamanya tidak mungkin melukainya semakin parah jika cubitan dan jeweran tidak dihitung sebagai kekerasan.

"apa yang terjadi sebenarnya oh sehun?" tanya papa setelah menghela nafasnya panjang. 

bagaimana tidak menghela nafas jika anaknya satu-satunya adalah seorang pembuat onar? inginnya kan punya anak satu yang penurut bukan pembuat onar dan juga touble maker seperti sehun. padahal sepertinya dia dan juga sang istri bukan seseorang yang bisa berbuat hal seperti yang sehun selalu lakukan. atau sehun sedang dalam masa mencari jati dirinya yang hilang? atau bagaimana?

"mereka mengajakku berkelahi duluan. aku hanya membela diri saja" ucap sehun dengan nada super santai yang membuat sang ibu menekan luka di pelipis sehun dengan sedikit keras hingga sehun meringis kesakitan juga.

"dan membuat anak orang sampai babak belur seperti itu? ini 3 lawan 1 sehun dan bagaimana yang 3 sampai kalah?" gerutu mama oh meski dengan tangan yang masih sibuk mengoleskan obat pada luka-luka sehun.

"mereka terlalu lemah dan tidak tahu mereka sedang melawan siapa" jawab sehun lagi.

"oh sehun, berhenti mengelak lagi. sebenarnya apa yang kamu inginkan? tidak ingin punya kehidupan yang lebih tenang lagi? demi tuhan kamu masih sma dan ini baru tahun keduamu" ucap papa oh dengan nada frustasi.

"aku ingin lakukan apa yang aku mau pa" 

"sampai kapan akan semuanya saja? kehidupanmu akan terus berjalan sehun, jika kamu tidak bersiap dari sekarang nanti kamu akan kebingungan" ucap mama yang membuat sehun menoleh.

"kebingungan? kenapa harus kebingungan?"

"tidak akan ada yang mau jadi pacarmu apalagi menikah denganmu jika kamu seperti ini. mama yakin." ucap mama sehun yang membuat dua pria yang ada di ruangan itu mendengus bersama.

"tidak ada hubungannya dengan pacar" ucap sehun kemudian.

"percaya tidak jika jodoh itu cerminan diri sendiri? jika kamu brengsek maka jodohmu juga akan sama brengseknya denganmu, jika kamu orang baik maka jodohmu juga tentu akan seseorang yang baik pula." ucap mama sambil mengemasi kotak obat yang dia gunakan untuk mengobati sehun.

"ada yang tidak seperti itu juga mama"

"tapi kebanyakan seperti itu. sekarang kamu bayangkan saja, seseorang sudah berusaha menjadi orang baik tapi mendapatkan jodoh yang tidak baik, lalu apa kabar dengan dirimu?"

"ma, aku masih sma kelas 2"

"ya lalu? siapa tahu besok ada seseorang yang berhasil membuatmu berubah arah kan bagus"

"ya bagus untuk mama" ucap sehun yang langsung dapat cubitan dari mamanya.

"jika itu terjadi tahu rasa kamu" ucap mama sebelum bangkit dan meninggalkan sehun dan papa yang hanya bisa terdiam melihat mama ngambek.

"berhenti membuat onar oh sehun, papa tahu kamu tidak takut pada apapun. tapi pikirkan masa depanmu juga seperti yang mamamu katakan"

"aku tidak ingin memikirkan apapun. yang ada hari ini aku akan jalani hari ini. esok biarkan saja jadi misteri" ucap sehun sebelum bangkit dan pergi menaiki tangga menuju ke kamarnya meninggalkan papanya yang hanya bisa mendengus kesal juga.

sehun si keras kepala yang sulit untuk di ajak bicara tentang masa depannya kelak. sehun hanya sibuk dengan apa yang ada sekarang dan tidak peduli dengan yang ada di hari esok. 

tbc

Yak papa sehun kembali dengan falsback 🤣🤣🤣🤣

Edun emang ngebayangin badungnya seorang oh sehun, kalo engga ekstreme buka sehun soalnya 🤣🤣🤣🤣

Iye kan?

SEKAI DAILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang