[L] 9. 33,33 Minutes

95 23 34
                                        

"Lin, kamu bocor!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lin, kamu bocor!"

Mendengar ucapan itu, aku yang sedang berjalan di lorong langsung panik dan berusaha menutupi rok bagian belakangku.

Karena posisinya kami baru saja dari kantin dan tidak ada yang sedang memakai cardigan atau semacamnya yang bisa kupinjam untuk menutupi, maka teman yang sedang berjalan bersamaku langsung berdiri di belakangku untuk menutupi sampai kami tiba di kelas.

"Banyak gak?" tanyaku sambil berusaha melihat ke rok bagian belakangku.

Mana rok putih lagi.

"Lumayan Lin."

"Mending ke UKS aja pinjem rok."

Aku mengiyakan. Setelah menutup rok belakangku dengan cardigan yang tadi kuambil di kelas, aku berjalan ke UKS dan meminjam rok.

"Apa gak ada yang lebih panjang Bu roknya?" tanyaku ke Ibu penjaga UKS.

"Tinggal ini."

Roknya kalau kupakai panjangnya di atas lutut. Biasanya yang kupakai 5 cm di bawah lutut. Karena aturan sekolah untuk panjang rok seperti itu.

"Makanya jangan tinggi-tinggi Lin. Udah, gak papa, malah Jeje suka kok kalau rokmu pendek." kata Sherin asal.

Akhirnya mau tidak mau aku memakai rok pendek itu. Rasanya aneh karena biasanya pakai yang di bawah lutut.

"Lin, nanti jadi latihan di rumahku kan?" tanya Esther begitu aku kembali ke kelas.

Rencananya, pulang sekolah, kelompok Seni Tariku akan ke rumahnya untuk latihan.

"Jadi, tapi kayaknya aku pulang dulu deh, gak langsung. Mau ganti baju dan sebagainya dulu, soalnya lagi mens. Tembus nih barusan. Gak papa kan?"

Esther mengangguk dan membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.

*****

Angkutan Sherin datang duluan, jadi tersisa aku sendirian. Sambil menunggu angkutanku datang, aku memainkan ponsel baruku. Membuka pesan dari Jeje yang berisi tulisan Ok. Dari semalam, kupandangi terus pesan itu.

Sepertinya aku ingin mengganti nama kontaknya. Masa hanya tertulis Jeje? Harusnya yang spesial.

Hmm, apa ya?

My Prince

Ah, jangan. Terlalu klasik.

Crush

Sebentar, ponselku kan sering dipinjam, nanti kalau ada yang buka kontakku kelihatan sekali ini nomor gebetanku. Takutnya ada musuh dalam selimut yang naksir Jeje dan mencuri nomornya.

Marshmallow

Perfect.

Sedetik setelah mengganti nama kontak Jeje, tiba-tiba datang segerombolan anak SMA cowok yang wajahnya menyeramkan. Semua tinggi besar dan bau rokok. Salah satu dari mereka ada yang kribo dan tiga kancing teratas kemejanya terbuka, tampak bulu dada mengintip disana.

8th Grade [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang