[L] 46. Fake or Real

34 10 1
                                        

"AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Kami keluar dari haunted house dengan napas terengah-engah. Di dalam gelap dan cukup menyeramkan. Ditambah kami harus menyusuri labirin yang ada kejutan di tiap sudutnya. Padahal, tadi waktu beli tiket, kami sempat bertemu pemeran hantunya yang bersiap masuk ke arena. Tapi begitu kami masuk ke dalam, tetap saja takut.

Sempat ada sedikit drama karena sandal Wildan hilang satu, tapi tak lama, salah satu pemeran hantu keluar dan mengembalikan sandal Wildan yang terlepas di dalam.

"Eh, kita foto yuk, biar semua orang tau kalo kita dateng ke sini." ajak Sherin.

"Ayok."

Gerbang masuk berwarna hitam dengan tulisan haunted house menjadi pilihan latar belakang kami dalam berfoto. Wildan, Sherin, dan aku foto bertiga dengan aku yang di tengah.

Setelah berfoto, kami ke foodcourt untuk membeli minum dan camilan, kemudian duduk-duduk di area outdoor.

Mulutku menempel pada sedotan, sedangkan mataku terpaku ke arah ponsel.

"Udah aku tag ke IG kalian nih foto kita tadi. Jangan lupa di-like ya."

"Gercep banget sih, Lin. Udah nih, langsung aku like 1000 kali." kata Wildan.

"Mana bisa."

"Widiw, langsung dikomen Kak Damas tuh~" goda Sherin.

Aku lantas mengecek postinganku lagi begitu Sherin berkata demikian.

zelina
(Photo)
damasarga dan 5 lainnya menyukai ini
zelina haunted house👻 #friendship
damasarga tiket masuknya berapa lin?

Ya, Kak Damas memang seperti biasanya, selalu mengomentari setiap postinganku.

"Damas?" Wildan mengernyitkan keningnya sembari melihat ponsel. "Yang waktu itu?"

"Kata Lina kamu kenal ya, Wil, sama Kak Damas?"

"Gak kenal, tapi tau."

"Dia kayak gimana orangnya?"

"Mesum." jawab Wildan singkat, padat, dan frontal.

"Hah? Mesum??" Sherin terkejut, padahal sudah kuberitahu kalau Wildan pernah berkata demikian tentang Kak Damas. Apa gadis itu hanya pura-pura kaget saja?

"Kamu jangan fitnah, Wil! Fitnah lebih kejam dari membunuh." lanjut gadis itu. Ia lalu menendang-nendang kakiku seakan memberi kode.

"Yee, dibilangin."

"Dari IG-nya aja keliatan baik-baik. Mahasiswa berprestasi, aktif di perkuliahan, alim. Sebelas dua belas lah sama Jeje alimnya. Gak mungkin dia mesum." bela Sherin.

"IG dipercaya."

"Tapi kan minimal agak ngegambarin dia itu gimana."

"Kalian jangan tertipu, apa yang ditampilin di sosmed belom tentu nunjukkin sifat aslinya. Kalo cuma IG yang keliatan alim, kakakku juga punya. Yang thunder95 itu versi dia aslinya, terus yang tama_satrio versi alim, buat pencitraan."

8th Grade [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang