Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sherin SD 05 Pagi: Heh kamuh bilang apa ke lina?🤣
Wildan: Ga bilang apa2
Sherin SD 05 Pagi: Lina kesel ma kamuh🤣 Yang dia curhat ke kak thunder itu aku yg nyuruh Lina nanya aku, solusi masalah percintaan dia ama jeje, ya aku ga tau lah orang aku belum pernah pacaran Makanya aku nyuruh dia nanya ke kak thunder, kan dia berpengalaman Ada aku juga waktu dia curhat, aku ikut ke fitnesan
Wildan: Gpp Kirain naksir kakakku Kan dia masih ada jeje
Sherin SD 05 Pagi: Hmmmmmm🤔
Wildan: Beneran
Sherin SD 05 Pagi: Hmmmmm Mencurigakan🤣
Aku menaruh ponselku di kantong celana begitu Kakak menarik troli yang seharusnya kudorong ketika antrian kasir di depan kami maju.
Tadi Bunda menyuruh kami membeli beberapa bumbu dapur yang tidak dapat ditemukan di warung atau minimarket sekitar rumah. Jadi, aku dan kakakku pergi ke supermarket untuk membelinya.
Semenjak mendapat doorprizemicrowave di event senam massal, Bunda jadi suka mencoba resep-resep yang dibuat menggunakan microwave yang bumbu-bumbunya kadang hanya ada di supermarket atau toko bahan kue.
Di sini, kami hanya berbelanja beberapa botol bumbu pesanan Bunda dan sedikit jajanan, tapi gegayaan memakai troli besar.
Setelah giliran di kasir tiba, kamipun membayar. Kemudian bergegas pulang.
Tapi Kakak malah menghentikan motor kami di masjid pinggir jalan.
*****
Kukira makhluk astral bergaya emo itu mendapatkan hidayah atau apa ketika berhenti di masjid seperti ini, ternyata dia hanya diam di atas motor dan tidak masuk. Setelah itu, tak lama ada dua orang gadis datang dengan mengendarai motor.
Gadis yang duduk di depan tersenyum tipis, sedangkan gadis yang duduk di belakang tersenyum sumringah. Lina dan Sherin.
Kakakku mengambil sesuatu di kresek belanja kami dan mengeluarkan dua buah es krim cornetto untuk mereka berdua. Pantas tadi dia beli banyak.
"Makasih Kak Thunder~"
Dalam posisi masih di atas motor, mereka bertiga kemudian mengobrol akrab. Sedangkan aku diam saja.
"Kak, yang di belakang kakak itu siapa sih? Kok diem aja daritadi?" sindir Sherin sambil tertawa.
"Oh, ini. Nemu di jalan tadi. Kuangkut aja. Hahaha."
Apasih.
Mereka bertiga kembali mengobrol lagi. Awalnya membicarakan kegiatan belanja di supermarket tadi, kemudian membicarakan kenapa harus bertemu di masjid ini. Itu karena Sherin takut ketahuan papanya kalau dikunjungi anak laki-laki, jadi dia izin keluar sebentar bersama Lina yang kebetulan sedang main ke rumahnya.