[L] 21. Message

53 14 1
                                        

Mariska akhirnya keluar dari kelompok Seni Tari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mariska akhirnya keluar dari kelompok Seni Tari.

Dia dipanggil untuk menghadap Bu Sheila dan diberi dua pilihan, mau tetap tampil bersama kami atau tampil secara individu. Bu Sheila lebih menyarankan untuk tampil individu saja mengingat laporan kami tentangnya kemarin. Mariska pun menerima untuk tampil secara individu.

Kini kelompok kami tinggal 4 orang. Keluarnya Mariska dari kelompok tentu membuat kami harus melakukan beberapa penyesuaian formasi seperti yang telah dikatakan sebelumnya.

"Guys, nanti kita kostumnya mau gimana? Mau seragam atau nyamain warna baju aja?"

Suasana masih dalam pembelajaran Seni Tari dan kami berkumpul secara kelompok seperti biasanya. Aku dengan kelompokku, sementara Mariska yang sudah bukan kelompok kami tampak mendekati anak kelas lain dan mengobrol.

"Kalau seragam berarti harus beli?"

"Nyewa bisa sih, harganya lebih murah."

"Kayak Girls Generation aja, pakai t-shirt polos, terus bawahnya hot pants warna-warni."

Esther menolak, "Aku gak pede kalau pakai hot pants, kakiku ada bekas luka knalpot." Gadis berambut pirang itu menyibak sedikit roknya. Menunjukkan permukaan kulit seluas kurang lebih 9 cm² yang warnanya lebih gelap daripada warna di sekitarnya.

"Eh, aku juga ada, huhu." celetuk temanku yang lain. "Itu kapan kamu kena knalpot, Ther?"

"Jaman kelas 5."

"Loh sama? Kok bekas lukanya gak segelap punyaku? Punyaku masih item aja nih."

Esther menarik kedua sudut bibirnya, "Soalnya rutin kuolesin pakai minyak penghilang bekas luka."

"Minyak apa Ther? Mau doong, huhu. Aku pengen kakiku flawless. Biar kalau kemana-mana bisa pakai hot pants sama mini skirt." kata temanku.

"Lupa nama mereknya, besok deh kubawain."

"Hei! Hei! Terus jadinya gimana nih? Pakai kostum apa kita? Kalau hot pants kayanya jangan deh. Kita kan mau tampil di depan guru, pakaiannya harus sopan."

"Gimana kalau atasnya t-shirt putih gombrong, terus bawahnya legging macan?" usulku.

Temanku berdecak, "Konsepnya trio macan dong Lin?"

"Iya juga ya. Yaudah jangan macan. Zebra."

"Umm..."

Kami berdiskusi panjang dan tidak selesai-selesai.

Di meja lain, Mariska kini sedang mengobrol dengan kelompok lain yang mendadak menjadi temannya.

Sebenarnya sedikit tidak enak karena secara tidak langsung kami mengeluarkannya dari kelompok. Tapi mau bagaimana lagi.

*****

Aku baru saja keluar dari kamar mandi yang letaknya di bawah tangga ketika mendengar suara musik remix yang tidak asing. Setelah kuingat-ingat, ternyata itu musik yang digunakan untuk tugas Seni Tariku. Perasaan, hari ini tidak ada latihan?

8th Grade [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang