[L] 23. Contact Name

73 14 1
                                        

"Kucel amat muka kamu Lin?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kucel amat muka kamu Lin?"

Sherin baru saja mengeluarkan sisir dan kaca kecil dari dalam tasnya. Dia kemudian mulai merapikan rambutnya yang gimbal akibat terkena angin saat dibonceng motor

"Gak bedakkan."

"Takut dikatain dempul? Pfffft."

"Hm."

"Ngapain kamu pikirin sih Lin? Padahal biasa aja tuh kamu bedakkannya, gak yang dempul-dempul amat."

"Tapi kenapa dia ngatain?"

Sherin mengangkat kedua bahunya, "Yaudah kamu pakai bedak bayi aja Lin yang lebih tipis, daripada gak bedakan gini, kaya orang enggak mandi. Lagian Yolla aneh banget sih, gak kenal tapi ngata-ngatain. Punya masalah apa sih dia tuh?"

"Bisa aja itu Bunga sih yang ngirim. Gara-gara dia gak suka aku jadian sama Jeje."

"Tapi kan Wildan denger Yolla ngatain kamu? Berarti Yolla juga gak suka kamu."

"Ya itu pasti karena Yolla sahabatnya Bunga, makanya dia ikut benci sama aku."

Sherin geleng-geleng kepala, "Padahal kamu sama Bunga tetangga, tapi malah musuhan."

"Tahu gak? Padahal dulu waktu kelas 6 kita akrab, sering main, saling ngerayain ulang tahun, tapi pas mau kelulusan, udah gak akrab lagi. Terus diem-dieman. Malah sekarang kita suka cowok yang sama. Makin makin deh."

"Loh kalian pernah seakrab itu? Kenapa habis itu diem-dieman?"

"Gak tahu. Emang aneh dia itu. Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba ngediemin aku tanpa sebab. Kaya marah gitu. Tapi emang kata tetanggaku yang lain, Bunga emang anaknya gitu. Suka dikit-dikit ngediemin. Yaudah, aku jadi males sama dia. Gak berusaha ngedeketin buat temenan lagi."

Cesa-temanku di kelas 8B-tiba-tiba muncul.

"Lin! Lin! Ada hot news!"

Gadis itu kemudian duduk di bangku kosong di depanku dan meletakkan ponselnya di atas meja.

"Hot news?"

"Iya, Jeje sama Wildan!" kata Cesa heboh.

"Hot news apa?"

"Jadi mereka berdua tuh di kelas lagi dihomo-homoin sama anak-anak! Gara-gara Wildan nge-chat Jeje pakai emot hati!"

"Emot hati?"

"Huum Lin!"

"Emang Wildan beneran? Oh! Atau jangan-jangan.." Sherin kemudian menyenggol-nyenggol kakiku.

"Entah, pokoknya nama kontaknya itu Wildan." kata Cesa. "Jangan-jangan itu orang lain tapi dinamain Wildan?" Cesa menatap ke arahku. "Jangan-jangan... Jeje punya pacar Lin?"

Sherin menyahut, "Ya pacarnya itu yang ada di depan kamu ini Ces!"

Cesa menatapku dan Sherin secara bergantian. "Maksudnya?"

8th Grade [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang