[W] 27. Do I Like Her?

78 16 4
                                        

WILDAN

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

WILDAN


Begitu sampai di Bedugul, Jeje mengajak kami naik speedboat. Aku, Jeka, dan Dudung mengikutinya. Dari kemarin bocah culun itu paling semangat di antara kami berempat.

"Kamu perasaan sama kita mulu Je?" tanya Jeka yang kemudian mendarat di tempat duduk paling belakang.

Aku dan Dudung kemudian duduk di sebelahnya, sementara Jeje duduk di depan bersama pengemudi speedboat.

"So?"

"Emang kamu gak main sama Lina?"

"Main kok."

"Kapan?"

"Kemarin waktu di Kuta."

"Di Kuta kapan? Perasaan kamu sama kita mulu deh?"

"Waktu turun dari komotra, sama pas balik."

"Ckck. Masa cuma pas itu doang. Temen-temen kita yang pacaran aja berduaan mulu loh? Kalau aku punya pacar nih, aku—"

"Kalau aku punya pacar, kalau aku punya pacar.. Nyatanya kamu gak punya-punya pacar kan Jek setelah putus dari Mariska? Emang udah takdirnya kamu itu sama aku terus dari dalam kandungan sampe sekarang." kekehku.

Bocah chubby itu selalu sok menggurui tentang percintaan, padahal pengalaman pacarannya sejauh ini hanya dua minggu. Itu pacaran apa libur semester?

"Dari dalam kandungan?" Dudung tertawa. "Emang kalian satu rahim apa?"

"Kamu gak tahu Dung? Bundaku sama maminya Jeka kan sahabatan, terus hamil bareng. Kalau periksa kandungan juga bareng. Di ruang tunggu duduknya bareng. Nah, disitu aku kenalan sama Jeka waktu sama-sama masih ada di rahim. Tapi Jeka brojol duluan dua bulan sebelum aku. Selama dua bulan itu aku sempet nyari, dimana Jeka? Kok gak pernah kedengeran lagi. Ternyata udah keluar duluan."

"Pfffft, bisa gitu ya?"

"Bisa, Dung."

Aku, Jeka, dan Dudung kemudian tertawa bersama.

Kecuali Jeje.

Bocah culun itu diam dan berpikir keras, "Emang kalau ada dua ibu hamil lagi duduk sebelahan, bayi yang di kandungannya bisa ngobrol? Emang suaranya kedengeran?"

Hening.

"Pfffft. Bisa Je. Coba aja cari di Google."

"Aku baru tahu."

Tawa kami seketika menyembur. Bersamaan dengan semburan air danau yang muncul akibat pengemudi speedboat melakukan atraksi dengan menukik tajam.

Jeje memang polos sekali, makanya paling sering di-bully teman-teman.

Aku jadi ingat waktu pertama kali main ke rumah bocah culun ini. Mommy-nya menyambutku seperti raja.

"Jadi ini yang namanya Wildan.. Jeje cerita banyak tentang kamu, katanya Wildan itu badannya paling kecil tapi paling ditakuti sama anak-anak lain, bahkan sama anak yang tinggi banget itu, yang suka nge-bully Jeje. Kok bisa sih Wil?"

8th Grade [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang