[L] 17. The Weather is Hot

77 18 5
                                        

"Ayo Lin, ikut kita ke Timezone!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayo Lin, ikut kita ke Timezone!"

Seusai makan, kami bertiga langsung ke tempat yang penuh dengan arcade game tersebut.

Kami sudah membeli kartu main, tapi Wildan tiba-tiba panik.

"Aduh! Kayaknya kunci motor lupa kucabut deh! Gimana ini?!" Wildan merogoh saku-saku di celana, jaket, dan tasnya.

"Kalian tunggu di sini dulu ya? Aku mau cek ke parkiran dulu!" Wildan balik badan dan menjauh. "Kalian main duluan aja gak papa!"

Wildan langsung pergi begitu saja, meninggalkanku berdua dengan Jeje. Seketika rasa canggung menyelimuti kami berdua.

"Mau..... main duluan?"

Tanganku menunjuk canggung ke arah Timezone.

Cowok itu hanya menjawab dengan anggukan kecil.

Permainan pertama yang kami mainkan adalah street basketball. Memasukkan bola basket ke dalam ring sebanyak-banyaknya.

Setelah mulai, penahannya terbuka dan bola basket mulai menggelinding turun.

"Jeje.... Ayo kita versus...." ajakku canggung.

"A--aku gak begitu jago main basketball."

"Berarti.... aku berpotensi buat menang? Hehe." ujarku diiringi senyum singkat padanya kemudian memasukkan bola ke dalam ring.

Detik ini aku berhasil dapat score 12, permainan masih berlangsung. Aku melirik sekilas ke sebelah. Jeje baru dapat score 6.

"Y--yogi yang paling jago main beginian. He's always perfect at everything." kata Jeje sambil melempar bola.

"Gak at everything juga.... ulangan Matematika dapet 40."

"H--how do you know?"

"Eum.... Mariska."

"A--are you close with Mariska?"

Dahiku mengernyit, masih sambil menghadap ke ring, "Gimana Je? Apa aku menutup dengan Mariska....? Maksudnya....?"

"No! M--maksudnya, aku nanya, kamu dekat sama Mariska?"

"Ohhhh.... enggak juga.... tapi dia satu kelompok Seni Tari sama aku. Terpaksa sih sebenernya."

"T--terpaksa? Why?"

"Sebenernya....aku lumayan ngehindarin dia, soalnya dia.... gitu deh."

"I see. A--actually, she's a good girl."

"Good girl?"

Enam puluh detik habis, permainan kami berakhir. Skorku 20, sementara Jeje 25. Sepayah-payahnya Jeje, ternyata dia tetap menang.

"D--dia itu masih saudara sama aku."

"Hah?!"

Ini nyata?

8th Grade [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang