Halaman enam,Pelukan ternyaman

319 35 0
                                    


Sudah 2 hari Jendra tak sekolah tepat hari ini pria itu akhirnya masuk sekolah,dan sudah 2 hari ini juga Aruna belum sekali memberi tahu alamat sang ayah dimana

"Jendra kamu sakit?kenapa deman?, ah bukan ya"Naya mengelus memar kebiruan itu di dekat area mata si pria

Naya cemas

"Sekarang udah mendingan"Katanya tersenyum baik-baik saja

"Kamu di pukul karna?"

"Salah paham"

"Ya,salah paham kenapa Jendra?"Naya gemas

"Kamu gak perlu tahu"

Naya cemberut, lalu ikut duduk di sebelah kursi Jendra

Jendra memang duduk di pojok belakang,sendiri

Ingin Naya temani tapi sering kena omel setiap guru yang masuk

"Gak boleh pria dan wanita duduk berdua"itu katanya

"Nay..kenapa ya akhir-akhir ini telinga aku sering bunyi nginggg gitu alat ini juga kadang sedikit gak berfungsi,nanti tolong ya jelasin ke aku materi hari ini takut-takut aku tiba-tiba gak denger apa-apa"kata Jendra

Naya mengangguk "mending beli baru"

"Kalau uangnya udah kekumpul"jawab Jendra

Seragam Jendra udah dia cuci dengan bersih kok

"Eh,kemarinnya kenapa kamu gak sekolah?"kini giliran Jendra yang Bertanya

"Harus nih cerita?"

"Harus!"

"Kamu juga gak cerita tentang tadi,gak adil dong"

"Iya nanti aku cerita, sekarang kamu dulu yang cerita"

Naya nyengir setuju "Bunda sama ayah cek-cok,kata ayah bunda selingkuh"

"Kok bisa?"

Naya menaikan bahunya "katanya bunda selingkuh sama bos ayah dan terus ayah di pecat. Adik aku sakit jadi deh aku urus"

Jendra mengerti

"Kalau misalnya neraka gak ada mungkin aku udah gantung diri deh,cape aku"kata si mungil

"Hushh,gak baik tau.Aku gini-gini juga masih mau hidup..buat ibu"

Naya kaget "kamu masih mau hidup buat ibu kamu yang jelas-jelas udah jahatain kamu itu?"

"Kan itu ibu aku nay,aku gak mau jadi anak durhaka lagian pasti ada alesan kenapa waktu itu ibu gak jadi gugurin aku"

"Iya juga sih"Naya manggut-manggut

"Jendra mau peluk?"

"Enggak,malu tau di sini ada orang-orang"

"Bodoamat"Naya memeluk Jendra tapi Jendra berontak sebentar sih

"Jendra jangan pergi ya,aku butuh kamu buat hidup bersama"

"Hah?"Jendra Gak salah denger

"Ini pelukan ternyaman"



𝑫𝒂𝒌𝒔𝒂 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒊𝒃𝒖Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang