halaman duapuluhdua,Memberitahu atau mengalah

278 27 0
                                    


"Wah kemana aja Lo baru nongol?"

"Maaf kak,kemarin gak enak badan"

Raha menggeleng"Gapapa,kemarin masih ada gue sama Naya kok"

Jendra sudah dua hari tak masuk kerja,dia merasa tak enak

"Naya mana?"tanya Jendra celingak-celinguk

"Di belakang,ganti seragam baru datang dia juga"

"Oh iya om gue hari ini kesini buat ngecek,jadi tolong bantu Naya bersih-bersih ya"kata Raha yang langsung di acungi  jari jempol oleh Jendra

Sebuah mobil hitam terparkir di area parkir resto,Raha yang menyadari om nya datang langsung bersiap "Om gue datang gue sambut pake apa ya"

"Naya cepet keluar!!"teriak Raha

"Bentar!"sahut Naya di belakang

Jendra masih sibuk menglap meja,akan bagus jika bos-nya itu melihat dia bersih-bersih kan?..

Suara pintu terbuka "Hallo om! selamat datang"kata Raha tersenyum atusias

Jendra menoleh.Dan satu kata yang menggambarkannya hari ini adalah terkejut

Jendra tak pernah menduga bahwa om-nya Raha adalah ayahnya

Di sana sang ayah berdiri sama terkejutnya melihat Jendra

Jendra tak tahu,bahwa om-nya Raha atau pemilik restoran ini milik Bara,orang yang selalu Raha bicarakan

"Kak raha--"

"Eh Nay,ini om gue bos kalian"kata Raha

Raha juga sebenernya bingung,mengapa Om-nya itu masih berdiri di sana dengan kikuk

"SIALAN!GUE MAU NGUNDURIN DIRI !"

Semua orang menoleh dengan kaget, apalagi Raha yang sangat shock

"Nay,Lo kenapa?"

"JENDRA!PRIA INI YANG NGEREBUT BUNDA DARI AYAH !DIA YANG BIKIN KELUARGA AKU HANCUR.MENTANG-MENTANG PUNYA SEGALANYA SEENAKNYA NGEREBUT BUNDA DARI AYAH!CUIH GAK PERNAH SUDI NGINJEKIN KAKI DI TEMPAT INI LAGI"Amuk Naya sembari keluar dari sana

Jendra tentu saja lebih kaget,jadi selama ini pria yang di bicarakan Naya ralat pria yang menghancurkan keluarga Naya adalah ayahnya

"Maksudnya apa om?"Raha bingung

"Jendra bisa ceritain ke gue?Naya kenapa?"

"Jendra,kamu kerja di sini?"Bara menghampiri

"Saya juga mengendurkan diri !"final Jendra

"Lo semua kenapa sih?"kini Raha lebih bingung

"Sepertinya anda hidup benar-benar untuk menghancurkan orang"

"Bukan begitu dengarkan ayah--"

"Mengapa anda selalu membuat orang yang saya sayangi tersakiti?"

"Apa yang kalian omongin?"Raha di sini seperti orang bodoh

"Mempunyai ayah sepertimu adalah dosa paling besar bagi saya"Katanya lalu pergi

Bara bungkam,ucapan Jendra sangat membuatnya sadar akan dirinya yang penuh dosa

"Jendra anak om yang selama ini hilang?!"

"Wanita tadi,siapanya Jendra?"

Raha memegangi dadanya,kaget.Jadi selama ini Jendra adalah anak dari Bara

"Naya? pacarnya".

"Nayaa!"

Naya yang terduduk di belakang pohon rindang menoleh buru-buru ia menghapus air matanya

𝑫𝒂𝒌𝒔𝒂 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒊𝒃𝒖Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang