08. Terluka

128 13 1
                                    

"Lo beruntung bisa jadi satu-satunya untuk Reivant, Kyra

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lo beruntung bisa jadi satu-satunya untuk Reivant, Kyra."

- Daiva Zurie -

★★★

Setelah mengantar Kyra pulang, Reivant langsung menuju rumahnya. Ia takut Bunda khawatir jika terlalu lama pulang.

Reivant mengerutkan dahinya ketika melihat mobil yang sepertinya tidak asing baginya. Seketika napas Reivant tak beraturan ketika mengetahui siapa pemiliknya.

Saat membuka pintu, wajah hingga leher Reivant memerah menahan emosi. Urat tangannya terlihat ketika tangan Reivant mengepal dengan kuat. Saat ini, ia melihat wanita yang mati-matian Reivant jaga sedang menangis terduduk dengan dagu yang dicengkram oleh seorang pria.

Reivant menarik kerah baju lelaki tersebut sampai akhirnya mereka berhadapan. Tatapan sengit Reivant beri padanya. Sama sekali tidak ada tatapan ramah yang Reivant beri pada lelaki di depannya ini, lelaki yang dulunya Reivant kira bisa menjadi panutan nya.

Ya. Lelaki itu adalah Alex, Papa kandung Reivant. Namun kini, Reivant menganggapnya tak lebih dari orang asing di hidupnya. Reivant benci dia, sangat.

"Selamat datang anak muda. Sudah dari tadi saya tunggu kamu disini," Alex memulai percakapan lebih dulu, namun Reivant tak meresponnya.

Lana bangkit dari lantai, ia menarik pelan tangan Reivant agar melepaskan cengkraman tangannya di baju Alex. Dada Reivant naik turun pertanda ia emosi.

Pandangan Reivant teralih oleh wanita di sampingnya. Reivant meneliti keadaan Bunda dari atas sampai bawah. Setelah itu ia bertanya dengan nada khawatir yang terdengar begitu jelas.

"Bunda nggak apa-apa?"

"Bunda kamu nggak saya apa-apain, Reivant," Alex menyahut membuat Reivant menatapnya tajam.

"Saya nggak bicara dengan Anda," Reivant berucap lalu meminta Bundanya yang menjawab agar ia bisa yakin.

"Bunda baik, Rei," jawab Lana sembari tersenyum menenangkan. Namun Reivant tidak percaya, ia melihat ada bekas cengkraman di dagu Bundanya.

"Reivant, kamu belum menyapa Mama kamu dari tadi," Alex kembali mengangkat suara.

Reivant jijik mendengarnya. Mama? Kalau saja Reivant tidak bisa menahan diri, sudah ia habisi lelaki di depannya ini, sekali pun itu adalah orang yang disebut Bundanya sebagai Papa Reivant.

Reivant melirik sekilas perempuan berkepala tiga yang sedang duduk di sofa, bersama dengan anak lelaki nya yang berumur sekitar lima tahun. Reivant berdecih saat perempuan itu memberi senyum yang menggoda padanya.

"Dia Mama dari anak Anda, bukan saya."

"Kamu anak saya, Reivant Daniswara." Alex menggeram tertahan saat menyebutkan nama Reivant secara lengkap. Nama belakang Reivant merupakan nama akhirannya juga.

About Kyra's Life [Selesai]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang