14. Someone From The Past

153 19 2
                                        























*PRIIITT*

Bunyi peluit menandakan latihan hari ini selesai.

"Okay, latihan untuk hari ini selesai ya. Besok kita rest siapin fisik dan mental buat pertandingan lusa nanti," ujar Coach mereka usai membubarkan latihan.

Seperti biasa, lima pemain senior ini duduk di pinggir lapangan sembari meminum air mineral dari botol mereka masing-masing. Mark dan Lionel asik mengobrol, Axel dan Bagas juga asik ngobrol. Sedangkan Grayson hanya terduduk diam.

Dia masih meningat kembali kejadian yang dialami beberapa hari yang lalu ketika di food court. Sampai sekarang dia belum kasih tahu siapa-siapa soal kejadian itu.

"Eh, son." Axel menyadarkan Grayson dari lamunannya.

"Oit?"

"Lu kemaren pas di food court lihat gak?"

"Lihat apaan?"

"Kemaren ada anak-anak BINHAR."

"Iya, tau gue." Grayson berhenti sebentar sebelum lanjut mengatakan, "Gue ketemu Jinan pas itu."

Mark, Axel, Lionel, dan Bagas sontak terkejut mendengarnya.

"Anjir ketemu dimana?" tanya Bagas yang penasaran.

Masalahnya kemarin mereka lihat Jinan juga tapi gak tau kalau ternyata dia udah ketemu Grayson.

"Depan toilet."

"Ngobrol gak lu berdua?" kali ini Lionel yang bertanya.

"Hmm... nggak. Eh dikit sih."

[FLASHBACK]

"Grayson?"

"Jinan?"

Sempat ada keheningan di antara mereka berdua namun Grayson kembali bersuara.

"Lu ngapain disini?"

"Gue dateng buat nonton sekolah gue."

Jinan sudah tidak menanyakan soal Grayson karena dia sudah pasti tahu alasan Grayson ada disini untuk bertanding.

"Ohh." Grayson hanya mengangguk.

"Lu apa kabar?" tanya Jinan yang sambil melangkah semakin dekat pada Grayson. Sedangkan Grayson dari tadi hanya tetap di posisinya.

"Baik-baik aja. Kalo lu?"

Pertanyaan itu sempat ingin Grayson tahan saja namun entah kenapa ia keluarkan. Grayson tidak mau seakan-akan dia penasaran soal kabar Jinan.

"Gue juga baik kok."

"Grayson-"

"Gue duluan ya, nan. Sorry, buru-buru."

Grayson langsung melengos begitu saja masuk ke dalam toilet. Sedangkan Jinan juga langsung pergi dari situ.

[FLASHBACK END]

"Dia sama cowoknya gak-" Axel yang kepo keburu digeplak sama Bagas.

"Ah elah lu, xel."

"Ya kan gue nanya doang.."

"Gak tau dah tuh. Gak liat juga gue muka tuh orang," jawab Grayson.

Mark, Lionel, Axel, dan Bagas, begitu juga Zafran, Dion, Anin, dan juga Gracia tahu persis kejadian apa yang terjadi ketika mereka masih duduk di bangku kelas 11 kala itu.

Mr. AirplaneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang