"Eh liat di IG deh," ujar Axel setelah melihat sebuah postingan di Instagram.
"Apaan, xel?" Dion ikutan nimbrung.
"Akibat insiden kekacauan yang terjadi kemarin sore. Pihak panitia turnamen basket dengan ini menyampaikan bahwa turnamen akan ditunda hingga minggu depan. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan fasilitas di sekitar Gedung Olah Raga tempat berlangsungnya turnamen," baca Mark yang juga sudah melihat berita turnamen di Instagram.
"Disitu ada jadwalnya gak?" tanya Grayson.
"Bentar gue cek." Axel mengecek untuk jadwal tanding mereka. "Nah, ketemu."
"Kita jadinya hari minggu. Bukan minggu ini tapi minggu berikutnya," jelas Axel.
"Tapi emang parah sih itu kemarin. Untung kita belum pada mesen makanan," kata Zafran.
"Yee lu malah mikir di makanannya," celetuk Dion menjitak kepala Zafran.
"Jadinya lu kemarin gimana, son?" tanya Bagas.
"Ya gak gimana-gimana."
"Terus itu si Jinan, gimana pas lagi kacau?"
"Gue tarik lah. Masa iya gue biarin dia disana sendirian," jawab Grayson.
"Lu anterin pulang?"
"Iya. Gue anterin sampe rumah."
"Anterin sampe rumah siapa?" Suara yang tiba-tiba terdengar berhasil membuat Grayson terkejut.
"Eh hai, Shan.... eh itu.. kemarin aku habis anterin Axel soalnya bareng dari GOR." Grayson sedikit panik. Takutnya Shani mendengar percakapan mereka tadi.
Axel juga ikut panik sambil pasang muka, "Kenapa gue dibawa-bawa anjir?"
"Hahahaha kamu lucu banget. Kaget gitu mukanya," ujar Shani sambil mencubit pipi Grayson.
"Hehehehe.." Grayson tertawa lega.
"Aku mau pesen makan dulu ya."
"Mau makan sini?"
"Kayaknya di kelas aja deh. Tugas aku belum selesai soalnya."
"Mau ditemenin gak?"
"Bole-"
"Gak ah! Entar kalo lu nemenin Shani di kelas, gue jadi nyamuk lagi," celetuk Gracia.
"Ah elah! Lu juga dari tadi udah sama Shani di kelas. Gantian dong, gue juga kan pengen berduaan sama pacar gue," balas Grayson.
"Widihhh udah terang-terangan bilang pacar aja nih," sahut Zafran dari ujung meja dan langsung yang lain ikutan ngecengin Grayson.
"Ssstt guys! Entar pada liatin," ujar Shani.
"Udah udah pokoknya gue mau nemenin Shani ya. Lu gak boleh protes."
"Entar kalo lu asik berdua gue dicuekin, Grayson."
"Yaudah gue ajak Mark," celetuk Grayson yang membuat mata Gracia membulat.
"Kok... kok jadi gue sih?"
"Hah? Emang Gracia sama Mark ada apaan?" celetuk Dion.
"Nggak... t-tau nih Grayson suka ngomong ngawur," balas Gracia panik.
Sedangkan Grayson dan Shani hanya bisa tertawa.
<------------------->
Shani sedang menulis di bukunya, sedangkan Grayson asik memainkan game NBA Live di HP miliknya. Sedangkan yang lain ada yang duduk di belakang Grayson sama Shani—itu Mark dan Gracia— dan sisanya nyebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Airplane
Teen Fiction"Hey, Mr. Airplane! Can you wait for a second?" [DISCLAIMER] Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan alur, tokoh, dan latar, mohon maaf. Cerita ini murni dari ide penulis.
