17 Agustus
Hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu hari yang ditunggu-tunggu oleh para murid. Hari di mana tidak ada KBM selama empat hari kedepan dan hanya akan diadakan lomba-lomba antar kelas.
Seperti yang sering dilakukan tahun-tahun sebelumnya, hari pertama selalu dibuka dengan upacara bendera. Para petugas sedang bersiap-siap, sesekali mengecek kerapihan seragam mereka.
"Kamu keren juga pake seragam Paskibra," ujar Shani ketika melihat Grayson yang sedang merapihkan kerah seragamnya.
"Kamu juga cantik," balas Grayson sambil tersenyum pada Shani.
"Son," panggil Anin sambil menghampiri Grayson.
"Kemeja belakang aku udah rapih belom?" Anin berbalik badan menunjukkan bagian belakang kemeja.
Grayson lalu membantu Anin sedikit merapihkan bagian belakang kemeja Anin.
"Udah."
"Thanks."
"Guys, bentar lagi upacara mulai. Udah boleh ke posisi masing-masing," ujar Raja yang menerima pesan dari salah satu guru.
Grayson lalu sesekali mengulang-ulang komando yang akan dia serukan ketika membawa bendera nanti. Jujur saja, Grayson lumayan gugup. Karena terakhir kali dia menjadi komandan Paskibra yaitu saat kelas 10.
"Gugup ya?" Tanya Shani sambil berdiri di samping Grayson
"Iya nih. Udah lama gak jadi Paskibra."
"Jangan gugup. Nanti malah gak fokus. Semangat." Shani menepuk pundak Grayson.
"Makasih ya. Kamu juga." Grayson tersenyum ke arah Shani. Shani tentu saja membalasnya.
Beberapa menit kemudian, upacara akan segera dimulai.
"Upacara bendera, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, akan segera dimulai." Suara lembut namun jelas dari Anin berhasil membuat para murid yang ada di lapangan terfokus.
<-------------------->
Upacara berhasil berjalan dengan lancar, tanpa ada kesalahan dan kendala. Grayson dan kawan-kawan berhasil mendapat pujian dari Kepala Sekolah karena bisa melaksanakan upacara dengan baik.
"Guys, foto dulu gak sih kita?" Gaby lalu mengeluarkan kamera miliknya.
"Ayo ayo!" Gracia yang memang paling antusias kalau soal foto.
"Komandan upacara di tengah gak sih?" Mereka lalu menarim Zafran untuk berdiri di tengah.
"Aku di sebelah kamu ya," bisik Grayson pada Shani. Shani hanya mengangguk.
Mereka meminta salah seorang teman mereka untuk memegang kamera.
"1.. 2.. 3..." *Ckrek!*
"1.. 2.. 3..." *Ckrek!*
"Gaya bebas dong, gaya bebas!" Sesuai usul Anin, mereka yang tadi bergaya tegak langsung berubah ke gaya masing.
"1.. 2.. 3..." *Ckrek!*
Grayson lalu tiba-tiba merangkul Shani yang ada di samping kirinya. Shani pun reflek merangkul pinggang Grayson.
"1.. 2.. 3..." *Ckrek!*
"Guys, semuanya rangkulan dong!" Kali ini Zafran yang usul. Sengaja, karena di kiri dia ada Gaby, di sebelah kanannya ada Chika—anak kelas 11 yang ikut jadi Paskibra di upacara tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Airplane
Novela Juvenil"Hey, Mr. Airplane! Can you wait for a second?" [DISCLAIMER] Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan alur, tokoh, dan latar, mohon maaf. Cerita ini murni dari ide penulis.
