BACA SAAT SUDAH BERBUKA SAJA BIAR AMAN
"me.. Menikah?", tanya Ji-won kaget. Jungkook menggenggam telapak tangan milik Yeri erat. Terlihat sofa ruang tamu itu bahkan terisi penuh dengan Chanyeol, Jungkook, Yeri, Sooyoung lalu tuan dan nyonya Park yang berada disana.
"Biar aku saja yang bicara", bisiknya pada Yeri. Sesuai kesepakatan yang Yeri, Sooyoung dan Chanyeol sepakati. Ayah dan ibu mereka lebih baik tidak tahu soal kehamilan Yeri. Tentu saja agar terhindar dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak menyenangkan.
"Bukannya kau... Mantan kekasihnya Sooyoung?", ujar Seojoon menatap Jungkook tidak senang.
"Tidak appa! Kami hanya bersahabat", jawab Sooyoung.
"Tak ada kata persahabatan antara pria dan wanita", jawab Seojoon.
"Kau hamil?", sergah Ji-won tiba-tiba. Semuanya terdiam dan membisu.
"Benar. Dugaan kalian benar. Saya menghamili putri anda", Jungkook membuka suaranya. Sebrengsek-brengseknya pria ini, ia tak senang jika harus menutupi kebohongan.
"Ya sudah. Siapkan tanggalnya dan lakukan pertemuan keluarga", mata semua orang disana membulat.
"Yeobo! Bagaimana bisa kau semudah ini?", kaget Ji-won.
"Bukankah kita dulu juga seperti itu? Kau mau mereka berlutut seperti kita saat dulu?", tanya Seojoon blak-blakan.
"Semua karna ulahmu Soo!", ujar ibunya lagi. Sooyoung sontak kaget. Ji-won tak pernah menyalahkan dirinya seperti ini.
"Ayahmu jadi super duper lembut dan lunak semenjak perdamaian kalian. Mereka berdua juga harus mendapatkan pelajaran!", Sooyoung menghela nafas lega dan terkekeh.
"Tentu. Aku kesayangan ayah. Bukankah begitu?", tanya Sooyoung pada ayahnya. Ayahnya hanya membuang mukanya.
"Awas saja jika tak lama setelah ini kau yang pulang dan bilang mau menikah seperti adikmu ini, secara dadakan! Akan kupotong milik Kim siapa itu namanya? Kim Taehoon itu",
"Taehyung appa. Namanya Taehyung", ralat Chanyeol.
"Kau juga! Jika kau melakukan hal sejenis yang dilakukan oleh pria brengsek yang duduk di sebelah Yeri ini, milikmu juga akan kupotong", Chanyeol hanya memutar bola matanya malas.
"Jika Jungkook brengsek karna menghamiliku sebelum menikah, tandanya ayah juga termasuk golongan pria brengsek kan?",
"PARK YERI!", pekik semua orang yang berada disana bersamaan.
......................................................................
"Kakek, aku tidak bisa. Aku sudah memiliki pilihanku sendiri. Tolong hargai keputusanku!", mohon Taehyung. Sang kakek mendengus penuh emosi lalu beralih melepas kacamatanya kasar.
"Tidak! Kau harus ikuti keputusan kakek!", bentak seorang pria tua berusia 80an. Taehyung menatap kakeknya dengan ekspresi lelahnya.
"Keputusan kakek sudah bulat",
"Kau boleh menikah dengan siapapun! Tapi tidak dengan putri keluarga Park",
"Tapi apa alasannya kek?",
"Kecelakaan yang merenggut nyawa putra-putriku, juga memakan korban salah satu putri dari Park Seojoon. Yang pada akhirnya meninggal setelah koma bertahun-tahun", Taehyung terdiam. Dan ia terduduk dalam keterkejutan tak terbatas ini. Dunianya seolah berhenti dan otaknya tak bisa memikirkan apapun. Sang kakek hanya bisa memijit pelipisnya.
'Takdir benar-benar mempermainkan cucuku'
......................................................................

KAMU SEDANG MEMBACA
Brittle (VJOY)
Romansa"Kelemahan bukan hal yang harus kau bagikan dengan orang-orang", - Park Sooyoung. "Sayangnya aku dapat melihat cukup banyak kelemahan yang kau miliki", Kim Taehyung. Ketika titik rapuhnya hanya dapat dilihat oleh pria sombong itu. Pria yang hampir...