Part 16

573 112 18
                                    

Warning! Ada kisseu

Keduanya terlihat berdiri pada lorong rumah sakit dimana Yeri dirawat.

"Hubungan ini..... Akhiri saja", sontak tangan milik Sooyoung yang sebelumnya menggenggam tangan milik Taehyung terlepas begitu saja.

"Apa maksudmu? Kau sedang mencampakkanku? Tae... Yang benar saja", Sooyoung menatap Taehyung tak percaya. Semudah inikah?

"Kau masih mencintainya, Soo. Jangan paksakan dirimu", Sooyoung menggeleng dengan keras.

"Tidak Tae. Sudah tidak adalagi dia! Jebal!", ini seperti bukan dirinya. Ia memohon dengan keras menggenggam erat tangan milik Taehyung erat. Taehyung menatapnya lirih. Begitu juga Sooyoung yang saat ini mulai menitikan air matanya.

"Jika kau memang mencintaiku... Maka akhiri saja. Akhiri saja hubungan ini", ucap Taehyung lagi. Sooyoung menatapnya tak mengerti.

"Jika aku mencintai orang lain, akhiri. Namun ketika aku mencintaimu ini tetap berakhir? Apa maumu sebenarnya, Kim?", isakan itu mulai terdengar. Taehyung terdiam pada tempatnya ia tidak menyangka Sooyoung akan menangis seperti ini ulah ucapannya.

"Apa kau bersungguh-sungguh?", tanya Sooyoung lagi. Taehyung memilih untuk diam pada tempatnya. Ia mengumpat berkali-kali dalam batinnya bahkan saat ini. Sooyoung menundukkan wajahnya saat ini.

"Sajangnim maaf aku terlam...", Park Jimin pria pemilik suara itu terdiam begitu saja. Merutuki dirinya yang terlambat saat ini. Taehyung bahkan sudah menatap tajam dirinya. Berbeda dengan Sooyoung yang masih menundukan kepalanya dan terus menitikan air matanya. Padahal ia sudah mencoba setengah mati untuk berhenti dan tak ingin terlihat lemah sama sekali. Memohon dan mengemis tampaknya benar-benar bukan dirinya.

Taehyung meraih sebuah paperbag kecil yang Jimin bawakan untuknya dengan kasar. Ia begitu marah saat ini.

"Sana, pulang", ujar Taehyung sebal. Sooyoung masih menangis pada tempatnya.

"Baiklah, akhiri saja", ujar Sooyoung tiba-tiba. Taehyung menelan ludahnya kasar.

"Selamat perayaan 100 hari, sayang", Sooyoung membulatkan matanya yang masih tampak berkaca-kaca. Taehyung menarik tubuhnya yang masih berdiri tegak kaku di tempat. Pria itu bahkan tersenyum padanya sekarang. Pria itu bahkan mengecup bibirnya selama beberapa detik sebelum pada akhirnya memeluk tubuh ramping milik Sooyoung. Sooyoung menghela nafas lega dan kembali menangis sesenggukan.

"Kupikir kau serius mengatakannya..", Sooyoung berujar ditengah isakannya dalam pelukan Taehyung. Membuat pria itu terkekeh begitu saja dan memeluknya lebih erat. Sesekali mencium puncak kepala milik Sooyoung.

"Aku tak pernah bermain-main dengan ucapanku. Akhiri saja hubungan ini. Aku malas sekali berpacaran", Sooyoung semakin menangis menjadi-jadi.

"Aku belum selesai bicara hey", ucap Taehyung lagi.

"Bagaimana jika kita bertunangan? Aku tidak ingin melamarmu buru-buru. Tapi aku ingin kita terikat", Sooyoung melepaskan pelukan mereka tiba-tiba menatap Taehyung tidak percaya. Taehyung menatapnya serius tatapan tajam pria itu benar-benar tak main-main. Ia bahkan bisa merasakan kegugupan milik Taehyung. Taehyung mengeluarkan sebuah kotak dari paperbag yang dibawakan oleh Jimin tadi, melempar paperbag itu sembarangan dan membuka kotak itu kearah Sooyoung yang masih berdiri dihadapannya.

"Bagaimana? Kau... Bersedia?",

Satu menit berlalu, menit kedua juga terus berjalan. Taehyung mau marah saja rasanya. Jantungnya benar-benar berdebar tak karuan menunggu respon dari Sooyoung. Pria itu menghela nafas kasar dan kembali menutup box cincin itu. Tepat setelah Taehyung terlihat menyerah Sooyoung tersenyum lebar padanya. Sooyoung menjinjitkan tubuhnya melingkarkan tangan lentiknya pada leher milik Taehyung. Wanita itu melumat bibir prianya untuk pertama kalinya. Agresivitas wanita itu benar-benar membuat Taehyung terkejut dengan sensasi layaknya ribuan biji popcorn yang meletup-letup di dalam sana. Pria itu tersenyum puas pada sela cumbuan Sooyoung pada bibirnya. Pria itu meraih bahu milik Sooyoung dan mendorong wanita itu cukup keras hingga pagutan Sooyoung pada bibirnya lepas.

Brittle (VJOY)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang