" Sampai jumpa Mokpo!!! " Hoseok mengeluarkan kepalanya dari jendela van. Berteriak kencang saat mereka melintasi perbatasan antara kota Mokpo dan Gwangju, " Akhirnya kita ke Se-mmphh!! "
" Sshtt!! Hyung, hati - hati napa. Nanti kalau ada mobil lewat bisa bahaya. " Jungkook membungkam mulut Hoseok dan menarik tubuhnya kembali duduk di kursi. Memakaikan paksa sabuknya seperti dia memakaikan sabuk ke anak berumur 5 tahun.
Di kursi depan, Jin dan Jieun tertawa melihat tingkah Jungkook dan Hoseok. Mereka terlihat seperti adik kakak. Tapi bingung siapa yang kakak dan siapa yang adiknya.
" Sekarang kita fokus buat pergi ke Seoul. " tegas Jungkook. Memantapkan hati untuk kejutan lainnya.
Jieun mengangguk, membuka buku catatan tua milik sahabatnya itu. Membaca kembali 10 wishlist dan menyadari satu hal.
" Kook, kenapa kita enggak coret Wishlist ke 2 dulu. "
" Wishlist ke dua? " Jin melirik sekilas, membacanya cepat, " Bener juga, kalian nyanyi di Mokpo sama Gwangju kan tur musik juga. "
" Aiish! Tapi kan beda. Musik tur yang aku maksud itu kayak artis - artis besar lainnya. Ada panggung, band, penonton, terus event. Gitu. " celetuk Jungkook.
" Tapi kita hampir punya semuanya kan, kecuali band sama event. " sahut Hoseok.
" Panggung kamu sekarang memang bukan seperti panggung pada umumnya Kook. Tapi kan, masih ada yang mau nonton pertunjukkanmu. Daripada punya panggung besar, nyewa band, tapi sepi. Gimana? " Jieun menoleh ke Jungkook yang duduk di belakang kursi kemudi.
Laki itu merajuk, memautkan bibir dan menyilangkan kedua tangan di dada.
" Kook. Gimana kalau kita, sambil perjalanan ke Seoul. Juga tampil ke taman kota yang bakal kita lewati. " sahut Jin, memberi usul yang di hadiahi sahutan setuju dari lain.
" Selain kita nanti dapet sangu buat ke Seoul, kamu juga bakal nambah penggemar. " tambah Jin.
" Aku setuju! Lumayan kan Kook. " Hoseok mengguncang pundak Jungkook berkali - kali.
Laki Busan itu tidak menghiraukan, sampai Jieun memanggilnya.
" Kook, ayolah. Dicoba aja dulu. "
Pertahanan Jungkook runtuh seperti rumah dari pasir pantai. Tidak kuat melihat senyum manis dari perempuan bermarga Yoo itu.
" Okay, asal kita tetap melalui rute ke Seoul. Jangan belok kemana - mana. " kesal Jungkook, tapi dalam hati dia senang.
Jieun terkekeh pelan sambil melihat Jungkook yang memalingkan muka meronanya ke jendela.
" Okay! Jin, semangat nyetir ya! " Jieun menepuk pundak kekar Jin. Sayap mata Jungkook menyadariny, dan sontak membelalak.
Laki di setir kemudi mengangguk dan membalas senyum Jieun, " Siap nonaku! "
" Wohooo! Ayo kita mulai tour-nya!! " Hoseok berseru. Kembali mengeluarkan kepalanya keluar jendela dan mengangkat kedua tangan. Tak memedulikan Jungkook yang kewalahan menarik ujung bajunya dan menyuruh dia kembali duduk.
****
Di jalan ini, hanya terdengar suara deru mobil mereka. Hoseok beberapa menit yang lalu tertidur karena kelelahan, begitu juga dengan Jieun. Niat gadis itu ingin memejamkan mata sebentar, berlangsung lama sampai ke dunia mimpi. Dia memeluk erat buku catatan Jungkook, dan si pemilik diam membisu di belakang sembari memerhatikannya dengan senyuman.

KAMU SEDANG MEMBACA
Wishlist
Fiksi Penggemar" Dari 10 keinginan yang aku tulis di buku ini. Menikahimu berada di urutan pertama daftar keinginanku Ji. " [HIATUS] Start : 21 January 2022 End : -