Note:
Jepang
Indonesia
"Baiklah, anak anak, sampai jumpa hari kamis, tugasnya untuk minggu depan! Selamat Istirahat." Sensei berlenggang pergi di ikuti beberapa anak muridnya untuk keluar kelas.
(Name) di ajak oleh temannya untuk ke kantin. Tapi tangan (Name) ditahan oleh Shinsuke.
"Tunggu."
"E...o..ke?"
"A-aku duluan, mattane (Name) Chan!"
Kelas kosong, menyisakan (Name) & Shinsuke.
"Ada apa Kita San?"
"Tentang manager club, kau boleh mendaftar ulang."
"Ah- aku seperti sudah tak tertarik dengan itu, jadi terimakasih-"
"Aku berjanji untuk mencari tahu dulu sebelum aku menuduh mu." Ketus Shinsuke.
"Tidak, bukan karena itu, masalahnya karena darah rendah gue..." Kalimat terakhir sengaja (Name) kecilkan.
"Lalu?"
"Aku malas."
"Bagaimana dengan Si Kembar?"
"Gampang, dah, aku ada urusan."
"...."
(Name) pergi meninggalkan Shinsuke sendiri. Saat berjalan ke kantin, (Name) melihat Suna.
"Eh, Suna!" Sang empu menoleh.
"Eh? Ada apa (Name) Senpai?"
"Anu- bentar-" (Name) merogoh kantung jasnya.
"Ini!"
"Formulir?"
"Umh!"
"Bukannya (Name) Senpai akan menjadi ma-" Ucapan Suna terhenti kala merasakan mulutnya bersentuhan dengan jari telunjuk (Name).
"Aku ditolak.... Panjaaaaaang ceritanya."
"Baiklah, pulang sekolah (Name) Senpai boleh datang ke club."
"Woah- langsung diterima nih?" Suna mengangguk.
"Ano-" Ucapan Suna terpotong, lagi.
"NEE CHAN!"
"Atsumu, jangan berteriak, memalukan..."
"Tega sekali kau Nee Chan!" Ucap Atsumu sembari memegang dadanya.
"Alay." Osamu.
"Setuju sama Osamu." (Name).
"333." Suna.
"HIDOI NA! AKU MARAH!"
"Gitu doang marah, dasar anak mama-"
"Kalau Atsumu anak mama, berarti kamu bukan, Osamu?"
"(Name) Nee! Kenapa membela Atsumu!?"
"Udah udah, mending aku traktir."
"GAS! ONIGIRI!"
"UWEYYYY!!"
"Wah, kebaikan dari Kami Sama."
.
.
.
(Name) menatap datar ke 4 orang di depannya. Wait- 4? Ginjima jawabnya.
"Terimakasih traktirannya (Name) Senpai."
"Sama sama, Gin."
"Aaaahh.. aku jadi tak sabar melihat Nee Chan memakai jersei club voli!"
"Itu akan sulit." Ucap (Name) sambil menggaruk tengkuknya.
"Maksud nya apa? (Name) Nee?"
"Aku tak tertarik dengan manager club voli lagi."
"HAH?/ APA?!/ KENAPA?" -Atsumu/Osamu/Ginjima.
"Males nyeritainnya. Tanya kapten mu saja kalau kepo."
Semua langsung bingung. Kita Shinsuke punya masalah dengan (Name)? Atau sebaliknya?
"Anu Nee-" Ucapan Atsumu terpotong karena Shinsuke datang.
"(Name), boleh ikut aku sebentar?" Sang empu mengangguk.
"Dadah.. Hp nya jangan dirusak ya?"
"Ha'i Nee San."
(Name) dan Shinsuke meninggalkan ke 4 manusia kurang akhlak ini.
Di belakang gedung gym.
"Ada apa Kita San?" (Name) memecah keheningan.
"Tentang club-"
"Stop, Kita San, sudah ku bilang gak tertarik, lagi pula aku gak mau double club."
"....Kalau berubah pikiran ini formulir nya."
(Name) menolak formulir dengan kedua tangannya.
"Sorry, gue orangnya gak amanah, hoby ngilangin barang."
"Hah...baiklah, maaf mengganggu waktumu." Shinsuke berlenggang pergi.
"Maksa banget, kaya ngga ada orang lain selain gue apa?"
.
.
.
.
"Kenapa aku memaksa (Name) untuk masuk ya?" Kita.
"Ck." (Name).
"Follow, enggak, follow, enggak, foll—" Suna.
"Apa ini? Bajinganū? Apa ini bahasa panggilan untuk teman?" Osamu.
"Aku ingin hp juga!" Atsumu.
Tebece~
Hai hai hai! readers yang terhormat. Author mau bikin book tentang sekolah yang isinya kamu dan anak anak haikyuu. Mau atau tidak? Komen ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Temporary Mother || Miya Twins
Fiksi Penggemar"Jadi...aku disini hanya untuk mengurus mereka atau bisa dibilang menjadi babu gitu?" (Name) "Ya, itu bahasa kasarnya, ku mohon (Name)" "Si anjir..." (Name) Apakah seorang Miya (Name) sanggup mengurus si Miya Kembar? Ikuti kisah kami!
