Minggu pagi yang cerah lenyap seketika karena Rumah みや kedatangan tamu yang tak diundang.
"Bisa jelaskan apa ini?"
Kau duduk bersila di depan 2 orang yang tak diundang ini.
"Ajari kami Bahasa Inggris (Name) Senpai!"
"Anak ini... Tidak! Sekarang kalian pergi jika tak mempunyai kepentingan lainnya."
Jederr!
Petir tiba tiba menyambar, langit yang tadinya cerah menjadi gelap gulita.
"Lihat, (Name) San! Bahkan Kami Sama tak berpihak kepadamu!"
"Dasar, ya sudah siapkan buku kalian."
Ginjima langsung mengambil buku tulis dan buku modulnya. Suna hanya mengeluarkan secarik kertas dan bolpoint.
Kau menatap aneh Suna.
"Ini anak bener kurang mampu atau begimane."
"Suna, apa kau setiap sekolah hanya membawa itu?" Yang ditanya mengangguk.
"...Baiklah kita mulai saja, Atsumu, Osamu mau ikut?"
"Tidak!"
Kau mengajari Ginjima dengan lembut tidak kepada Suna, kau selalu membentaknya. Karena Suna selalu membuat tulisan yang salah, paling fatal adalah ketika (Name) meminta menulis 'did' yang ditulis 'd1ck'.
"SUNA!"
"Apaaa.."
"Sumpah, lo jahat banget, ah... lu! ih, huee gak mau lagi ngajariinnn!" (Name) berlari kearah kamar. Atsumu yang melihatmu seperti itu langsung menggoda Suna.
"Haaayooo, Haayoo, Nee Chan nangis." Suna berdecak tapi didalam hatinya ia merasa sangat bersalah.
Suna menghampiri kamarmu.
Tok tok tok
"(Name) San, aku sangat menyesal, tolong jangan menangis, aku akan lebih serius."
Kau yang sedang menonton drakor berdecak sebal.
"Pergi."
Suna tertohok.
Osamu yang kebetulan lewat heran kenapa Suna berada di depan kamar Nee San nya.
"Suna, kenapa kau ada di depan kamar (Name)?"
"Tolong bujuk Nee San mu."
"Kenapa?"
"Si Suna bikin Nee Chan ngambek." Atsumu menghampiri kamarmu dengan laptop ditangannya.
"Nee Chan! Buka!"
"Buka tinggal buka, manja!" Giliran Atsumu yang tertohok.
(Name) melirik Suna yang berada di pintu dengan wajah datar tapi matanya menyorotkan penyesalan membuat mu luluh.
"Pergilah, hujan sudah reda." Karena tak mau membuat mu semakin marah, Suna akhirnya pulang.
"Ne, Atsumu Kun."
"AH! NEE CHAN MEMANGGILKU DENGAN KUN!"
"Punya nomor Suna?"
Tanpa basa basi Atsumu pergi kekamarnya lalu kembali membawa secarik kertas.
"Ini!"
(Name) langsung menyimpan nomor Suna dan mengirimkan sesuatu.
Disisi lain, Suna yang sedang meng Scroll Sosmednya menerima notifikasi dari nomor asing.
"Rangkuman bahasa Inggris? Apa ini..."
Suna langsung mengecek profil mu dan benar itu foto mu. Di dalam hati Suna ia sangat senang, karena mendapatkan nomor (Name) tanpa bekerja keras.
.
.
.
"Apa itu nice try? ini best try." Suna
TBC-
Double up! Ayo komen sama vote biar saya lebih rajin up!
KAMU SEDANG MEMBACA
Temporary Mother || Miya Twins
Fanfiction"Jadi...aku disini hanya untuk mengurus mereka atau bisa dibilang menjadi babu gitu?" (Name) "Ya, itu bahasa kasarnya, ku mohon (Name)" "Si anjir..." (Name) Apakah seorang Miya (Name) sanggup mengurus si Miya Kembar? Ikuti kisah kami!
