"Jadi...aku disini hanya untuk mengurus mereka atau bisa dibilang menjadi babu gitu?" (Name)
"Ya, itu bahasa kasarnya, ku mohon (Name)"
"Si anjir..." (Name)
Apakah seorang Miya (Name) sanggup mengurus si Miya Kembar? Ikuti kisah kami!
Shinsuke masih membolak balikan buku pr nya yang ke 32 kali. Semenjak kejadian tadi sore ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya.
"Apa ini? Aku yakin jawabannya sudah pasti benar."
"Tapi kenapa pikiranku tidak tenang? Kenapa jantungku terus berdetak kencang? Dan... Kenapa aku memikirkan...."
"Baiklah, Shin Kun..."
Ceklek-
Shinsuke langsung menoleh ke arah pintu. Ia langsung bernapas lega karena ternyata itu adalah neneknya.
"Nenek, ada apa?"
"Shin Chan boleh cerita sama nenek kok..."
Tanpa ragu, Shinsuke menceritakan segalanya kepada nenek tersayangnya.
"Hahaha, Shin Chan ternyata sudah jatuh cinta ya."
"Jatuh cinta?" Pipi dan telinga Shinsuke memanas.
"Apa itu normal?"
"Itu sangat normal, sayang. Tidur ya? Sudah malam."
Shinsuke masih terduduk di atas futon, masih memikirkan perkataan neneknya.
"Cinta ya?"
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Orang yang namanya Cinta)
.
.
.
"H-6 menuju ujian!"
"A-aku takut remidi..."
"Ya Tuhan, aku hanya ingin mengambil pudingku!"
"Paling bener kata ibu, makan jangan di rumah orang."
"Alay kalian."
"Asal Nee Chan tau ya—"
Brak!
Seluruh orang yang berada di ruang tamu terkejut karena (Name) memukul meja dengan sangat keras.
Atsumu yang tadi mau mengoceh langsung keringat dingin.
Osamu yang mau makan puding langsung membeku.
Suna dan Shinsuke melihat raut wajah (Name) melotot + marah + kecewa setelah memainkan benda pipih yang tak lain adalah hp.
Atsushi Nii Mereka akan datang kerumah.
"Brengseekkk!"
"Suna dan Shinsuke, tolong, apa kalian bisa kembali ke rumah masing masing?" Suna dan Shinsuke yang paham keadaan langsung pamit pulang.
"Atsumu, Osamu—"
"Selamat malam cucu cucu ku tersayang— A-ayumi?"
"Siapa Ayumi?" (Name) telat, sangat telat.
"K-kau Ayumi kan? BAGAIMANA KAU MASIH BISA HIDUP!"
"Ck, Atsumu, Osamu kalian... Tidur dulu ya? Besok kita sekolah, ingat?" Atsumu dan Osamu beranjak pergi ke lantai atas.
"AYU—"
"NAMAKU BUKAN AYUMI! BAJINGAN!"
PLAK!
"BERANI BERANINYA KAMU BERKATA SEPERTI ITU KEPADA ORANG YANG TELAH MELAHIRKAN MU!"
(Name) membalas tamparan tadi.
PLAK!
"KAU—"
"DENGAR!" Kedua orang brengsek— 'orang tua' terdiam.
"Kau memang telah melahirkan ku, tapi kau tak pernah mengurus ku! Kalian hanya membuatku karena nafsu! Bahkan di hari pemakaman suamimu.
Sembilan bulan lamanya kau mencoba untuk menggugurkan aku. Meminum obat ini itu, memakan ini itu, tapi hasilnya nihil.
Sehingga saat aku dilahirkan ke dunia ini, kalian mencekik ku sampai aku membiru! Saat itu Atsushi datang menyelematkan ku, mengambilku dari orang tak waras! Gila! Dan tolol kaya kalian.
Tepat umurku ke 7 tahun kalian mengambil aku dari Atsushi Nii! Dan mengirim ku ke negara asing! Tanpa di beri bekal apapun! Aku seperti gelandang! Untungnya... Ada sebuah keluarga yang mau memungut ku.
Sejak saat itu, aku memutuskan hubungan dengan orang brengsek seperti kalian! Tapi aku tetap menjalin hubungan dengan Atsushi Nii.
3 bulan dia mencari ku di negara yang asing nan luas ini. Dia yang selalu memberiku uang untuk bertahan hidup! Sedangkan kalian? APA YANG KALIAN SELAMA INI LAKUKAN SEHINGGA KALIAN BERPIKIR PANTAS DI HORMATI?! KATAKAN!"
BUGH
(Name) memegang perutnya yang habis di tendang oleh ayah tirinya.
Tak mau ambil pusing, (Name) bangun dan mengambil kunci mobilnya. Pergi keluar adalah salah satu healing terbaik.
Persetan dengan teriakan 'orang tua' nya. Oh tunggu, (Name) harap, Atsumu dan Osamu tidak mendengar semua itu.