Udah apal kan? Yang digaris bawahi bahasa Indonesia.
.
.
.
.
"Tak ku sangka, Nee Chan bisa bermain gitar." Kini kau, Miya kembar, Suna, dan Shinsuke berada di rumah keluarga Miya.
"Tau dari mana, Tsum?" Ucap mu sambil menggores gores kertas yang berada di depan mu.
"Suna."
"Dasar lambe."
"Lambe lambe gini, saya ganteng, mohon maaf."
"Amit amit!!"
"Dih apaan si lu jamet, kamu itu gak di ajak."
"Nee Chaaaaan." Kau menghiraukan rengekan Atsumu dan memilih untuk fokus mengerjakan pr.
Tak lama suasana menjadi hening, masing masing sibuk dengan pekerjaan sendiri.
Kruyuuukk
(Name) sweetdrop, padahal tadi baru makan siang, kini Osamu sudah lapar lagi.
Akhirnya kau bangun dari kubur, gak. Bangun dari duduk lalu secepat kilat pergi ke kamarmu, kembali dan melemparkan sebuah makanan ke Osamu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Makan, kalo gak makan mati."
"Aku tidak tau itu hinaan atau nama makannya atau apalah yang penting pasti ini untuk dimakan."
"Tolol. Kagak nyambung."
"Nee Chan, 2 bulan lagi ada ujian semester, lalu kelas 1,2 dan 3 liburan kan?"
Kau mengangguk datar karena mungkin tau arah pembicaraan Atsumu.
"Lalu kemana kita akan liburan?"
"Kan..."
"Kebetulan aku akan melakukan sesuatu di Indonesia, kau mau ikut?"
"WAAAA, AKU IKUTTT." Atsumu heboh sendiri, jawaban (Name) lebih dari ekspektasi
"Makanan asing! Aku akan mencicipi kalian semuaaa!" Tau lah ini siapa.
"Oh enaknya~ jadi orang kaya~" Kode Suna mau ikut.
"...." Shinsuke hanya menyimak.
"Yah.. mobilku muat untuk 5 orang, mau ikut? Suna San? Kita San?"
"Duit dari mana?"
"Cih, rakyat jelata, gue yang biayain transportasi nya, untuk bertahan hidup terserah kalian sendiri."
"Fuck!" Suna tak terima dibilang jelata.
"Aku takut merepotkan, lagian biayanya pasti sangat mahal."
"Kesempatan satu satunya loh, lagian saya punya banyak money." Shinsuke ber sweetdrop.
"Aku harus izin kepada nenekku."
"Aduh sholeh nya... Tapi, yang ujiannya ada remidi kita tinggal."
Atsumu, Osamu, dan Suna yang sedang menghayal tinggi tinggi dijatuhkan langsung oleh (Name).
"T-tinggal?!"
"Yep."
"Ke-kenapa tidak menunggu saja?"
"Kenapa tidak belajar saja?"
Skakmat.
Atsumu, Osamu, dan Suna langsung mengambil buku. Memaksakan untuk mengerti. Kau hanya tersenyum tipis.
.
.
.
Pukul 22.26 (Name) keluar kamar untuk minum dan memakan beberapa untuk menunda lapar.
(Name) menyirit heran karena kamar si kembar lampunya menyala.
Membuka pintu dengan hati hati, mengintip setengah kepala.
"... Segitu penginnya ya...." Kau masuk lalu memberi mereka selimut.
Posisinya, Atsumu tidur dimeja belajar nya. Sedangkan Osamu tertidur di kasur dengan buku sebagai bantalannya.
(Name) mengecup sekilas surai Atsumu dan Osamu.
"Mimpi indah."
Krieett
Tbc-
Minta kritik saran dong hehe 😿
KAMU SEDANG MEMBACA
Temporary Mother || Miya Twins
Fiksi Penggemar"Jadi...aku disini hanya untuk mengurus mereka atau bisa dibilang menjadi babu gitu?" (Name) "Ya, itu bahasa kasarnya, ku mohon (Name)" "Si anjir..." (Name) Apakah seorang Miya (Name) sanggup mengurus si Miya Kembar? Ikuti kisah kami!
