Berminggu minggu yang full belajar membuat Atsumu dan Osamu seperti zombie.
Tidak, sebenarnya hanya satu minggu mereka belajar.
"Arhg! Lama lama aku bisa gila!" Atsumu mengobrak abrik buku buku yang didepannya.
"User not found." Osamu tepar.
"Kalian ini, kalau mau belajar bukan kaya gitu, yang penting kalian faham bukan lama - sebentar, setiap saat - bolong bolong, tapi konsisten." (Name) membawa 1 sandwich, 2 onigiri, dan 2 gelas susu.
Atsumu mengambil sandwich dan memakan dengan lemas. Berbeda dengan kembarnya yang tadinya kaya mayat hidup sekarang makan seperti orang kelaparan.
Dringg dringgg
"Moshi Moshi?"
"(Name)?"
"Siapa?"
"Abang lo tolol."
"Suaranya beda."
"Gimana? Ada kendala?"
"Banyak, tapi bisa diatasi."
"Hmm bagus."
"Itu aja?"
"Iya."
"Dih, nelpon cuma buat itu aja?"
"Kasih ke si kembar."
"Atsumu! Osamu! Produser kalian menelepon."
"Produser?"
"Pembuat kalian."
Atsumu dan Osamu langsung ngeblush. Seblak blak kan kah? Nee san nya ini.
(Oh kalian tidak tau bagaimana sifat orang ples nam dua)
"Atsumu, Osamu, jangan menyusahkan (Name) ya? Dia mudah lelah."
"Tidak mungkin dia mudah lelah."
"Hahaha, itu hanya di depan kalian."
"....?"
"Pastikan saja (Name) tak terlalu lelah."
"Iya."
"Sampai jumpa, anakku."
"Sampai jumpa Otou san."
Tepat setelah memutuskan telephone. Atsumu melirik (Name) yang sedang bersih bersih rumah. Sendirian.
Peluh keringat yang keluar walau tak sebanyak keringat nya saat main voli, Atsumu tau pasti pekerjaan ini sangat melelahkan.
Atsumu menyikut bahu kembarannya.
"Apa!"
"Bantu Nee Chan?"
"...ayo."
(Name) terkejut karena tiba tiba kemoceng nya diambil paksa Osamu. Menengok ke belakang, Atsumu sedang merapihkan meja tamu.
"Tumben."
"Kasihan Nee Chan, setiap hari bersih bersih, memasak, sekolah, mengerjakan pr, belanja." Ucap Atsumu
"Kau seperti seorang ibu yang masih sekolah." Sambung Osamu
"Terimakasih atas pengertian dan bantuannya, tanpa kalian mungkin aku sudah gila."
"...." Atsumu dan Osamu sedikit terkejut dengan perkataan mu.
Singkatnya di malam hari, kamu mengajari Kembar Miya Bahasa Inggris dan Mtk sebagai balas budi.
"Kalian hafalkan beberapa kosakata yang sering muncul di ujian."
"Haruskah?!"
"Yep! Setidaknya hafalkan 10 baru kalian boleh tidur."
Jederrr!
.
.
.
"Kau tau (Name) San?"
"Apa?"
"Tadi kelas 2 ada ulangan bahasa Inggris dadakan! Sumpah! Mana full Inggris!"
"Benarkah? Lalu bagaimana dengan nilai mu, Gin?"
"Hancur, eh tapi, masa Atsumu dan Osamu mendapat nilai 87!"
"Mereka belajar tadi malam."
"Tidak mungkin!" Suna yang kebetulan melintas ikut nimbrung.
"Nilai Osamu 80 lebih!"
"Itu semua karena Nee Chan!" Orang yang digibahi muncul.
"Benarkah? Kalau begitu ajarkan aku, (Name) San!" Ucap Ginjima berapi api.
"Tidak mau."
"Kenapa!?"
"Karena aku pelit."
"😨"
"😏"
"Aku mohon (Name) Senpai!" Ginjima memohon sambil bersujud.
" Ngeri banget ya..." Karena tak mau menjadi pusat perhatian kau pergi begitu saja.
"TIIIDAAAAK!"
TBC-
KAMU SEDANG MEMBACA
Temporary Mother || Miya Twins
Fiksi Penggemar"Jadi...aku disini hanya untuk mengurus mereka atau bisa dibilang menjadi babu gitu?" (Name) "Ya, itu bahasa kasarnya, ku mohon (Name)" "Si anjir..." (Name) Apakah seorang Miya (Name) sanggup mengurus si Miya Kembar? Ikuti kisah kami!
