"Jadi...aku disini hanya untuk mengurus mereka atau bisa dibilang menjadi babu gitu?" (Name)
"Ya, itu bahasa kasarnya, ku mohon (Name)"
"Si anjir..." (Name)
Apakah seorang Miya (Name) sanggup mengurus si Miya Kembar? Ikuti kisah kami!
"Sudahlah, dia juga tidak bisa apa apa? Buktinya dia disini masih saja menumpang kepada orang lain."
".. b-bagaimana kalau dia melapor ke polisi?"
"Ck memangnya dia ada bukti apa?"
"...." Perempuan itu masih shock apa yang sedang terjadi, putri yang tidak ia lihat 10 tahun lamanya kembali lagi.
"Isabela... Jangan pikirkan macam macam ya? Dia masih anak manja yang hanya bisa kabur dari masalah."
"K-kau benar..."
"Apa maksud kalian?"
"Atsumu! Ya ampun cucuku! Kemari peluk nenek!"
"Peluk? Orang yang sudah membuang dan hampir membunuh adik ayahku? Apa kau pantas seperti ini?"
"ATSUMU! Dia itu anak haram-"
"Kalian lah yang membuat dia haram!"
"OSAMU! SIAPA YANG MENGAJARI MU BERTERIAK SEPERTI INI? Pasti perempuan gila itu?"
"Sebaiknya kalian pergi...."
"Atsumu, Osamu, kalian sudah di cuci otak oleh perempuan haram itu..."
"GILA! KALIAN YANG GILA! MULAI SEKARANG JANGAN PERNAH MEMANGGIL NAMA KAMI!"
Ayah tiri (Name) mau melayangkan tangannya namun langsung di cegat oleh Atsumu.
"Pergi jika tulang mu masih mau di posisinya."
"Ch!"
BLAM!
Kedua orang itu meninggalkan rumah dengan marah. Menyisakan pemilik rumah yang dilanda keheningan.
Atsumu duduk sambil menyandarkan kepalanya di kursi.
Osamu memandang kosong pintu yang baru saja di banting.
Mereka juga shock karena apa yang barusan terjadi. Kakek nenek yang selama ini mereka kira orang baik hati ternyata sangat berkebalikan dengan ekspektasi.
Mereka benar benar iblis...
Mereka melakukan hal senonoh bahkan di hari kematian kakek kandung nya.
.
.
.
"....fhuhh..."
Kepulan asap keluar dari mulut dan hidung, membuat siapapun yang menghidupnya akan merasa sesak.
Hanya suara beberapa mobil yang lewat dan angin yang bergesekan dengan benda benda yang dilaluinya.
Menghantuk hantukan pelan kepalanya ke mobil yang menjadi senderan nya.
Saat mau menghisap benda penghasil asap, tiba tiba ada yang mengambilnya paksa.
"Jangan merokok."
"Shinsuke?"
"(Name) kau kena-" Tiba tiba (Name) menarik Shinsuke kedalam pelukannya.
Shinsuke merasakan sesuatu yang basah di dadanya. Oh.. dia menangis.
"(Name)..." Shisuke membalas pelukanmu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Name) duduk dengan sedikit sesenggukan dan mengatur nafas.
Shinsuke ketar-ketir. Sering dia menjadi tempat curhat temannya. Namun mereka laki laki dan masalahnya lebih banyak ke percintaan atau voli.
Ini? Masalah yang ia tidak faham dan.... perempuan! Ia takut bahwa nanti malah membuat lukanya bertambah.
"Sudah lebih baik?"
"...uhm terimakasih untuk tadi, maaf membuat bajumu kotor."
"Tidak apa apa, (Name) Chan."
"Eh?"
"APA YANG KAU LALUKAN SHINSUKE? KENAPA MULUT INI TIDAK BISA BERKERJA SAMA!"
"Ah tidak, ini sudah malam... Lebih baik kau pulang dan beristirahat."
"Kau benar, kalau begitu aku mau istirahat dulu ya?"
"Aku tidak yakin arti kata beristirahat yang kau ucapkan, (Name)...."
Tbc-
Aduh! Maaf banget telat up! Habis pulang aku ada les habis les ingat ada pr yang numpuk! Gomen gomen... Baru sempet buka hp...
Jangan lupa vote & komen...
Btw.. cerita ini rada mulai membosankan kah? Votenya makin dikit 😞