Hari libur telah usai, kelas 3 sudah memulai sekolah seperti biasa.
"(Name) Chan! Selamat pagi."
"Selamat pagi, kau belajar bahasa Indonesia?"
"Hehe, cuma iseng."
"Itu bagus Siffu Chan."
"Aha! Jadi malu."
"Get well soon."
"😞"
.
.
.
.
Diperjalanan menuju ruang laboratorium (Name) merasa ada yang janggal.
"....Ya Tuhan! Gue lupa gak ke club!"
Sepanjang pelajaran (Name) tak berkonsentrasi, ya.. walau semua tugasnya tak ada masalah sedikitpun.
"(Name), kau baik baik saja?"
"Tidak, maksudku, iya!"
"Kalau ada masalah cerita."
"Terimakasih."
Jam istirahat berbunyi, dengan segera (Name) melepaskan jaket laboratorium nya (aku gak tau namanya) dan segera berlari ke Ruang Musik.
Brak!
Kosong....
"Eh?"
Berhubung kosong dan saat mau mendaftar (Name) hanya melihat dari luar akhirnya memilih untuk room tour.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Waw.... Hahaha.... 'do you get dejavu?' tapi... Dikit banget, kira kira berapa ya yang ada di club musik?"
"2 orang atau bisa dibilang juga 3."
Karena kaget, kau reflek memukul orang yang bicara tadi.
Sadar bahwa itu adalah Suna, kau langsung membantu ia berdiri.
"W-wow... pukulan itu cukup kuat..."
"H-haha.. daijobu?"
"Nah."
"Gomen gomen. Habisnya kau mengagetiku!"
"Salahmu kagetan."
(Name) :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
"Tadi kau bilang 2 atau 3? Jadi... Aku, kau dan?"
"Tentu saja Atsumu."
"Hah?"
"Ya."
Suna merapikan alat alat musik yang tidak akan dimainkan hari ini. Sedangkan (Name)? Sedang memikirkan Atsumu saat genjreng gitar.
"...satu kata yang terlintas di pikiranku... Jamet/ pengamen."
"Kau berkata sesuatu?"
"Tidak, jadiii apa yang bisa aku mainkan?!"
"Ck, mainkan saja besi itu."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Excus me?"
"Apa? Memangnya kau bisa main apa?"
"Semuanya." Kau tersenyum licik sambil berjalan ke arah gitar elektrik. Kau duduk di karpet karena ke3 kursinya ada di Suna.
Ituloh, yang ditumpuk dijadiin satu terus di
dudukin. Jahat banget, tenang ntar kita bales.
Kau menyanyi sambil memainkan reff dari the middle of the night. Seperti video di atas ya.
Suna memperhatikan mu lekat. Ia kini seperti menemukan belahan jiwanya.
"Apa? Terpesona? Aduh aduh siapa sih yang gak terpesona sama saya."
"Pede banget."
.
.
.
.
"Pertengahan semester gue ambil aja dah, dari pada digerogoti tikus." (Name)
"Bukan hanya club yang kembali hidup, tapi juga hatiku." Suna
"Aku merasakan bahwa aku harus ke club musik." Atsumu
Tbc-
CERITA INI BAKAL SAYA PUBLISH BARENG BOOK YANG BARU
KAMU SEDANG MEMBACA
Temporary Mother || Miya Twins
Fiksi Penggemar"Jadi...aku disini hanya untuk mengurus mereka atau bisa dibilang menjadi babu gitu?" (Name) "Ya, itu bahasa kasarnya, ku mohon (Name)" "Si anjir..." (Name) Apakah seorang Miya (Name) sanggup mengurus si Miya Kembar? Ikuti kisah kami!
