23

2K 364 3
                                        

"Jadi..."

"..."

"Katakan yang sejujurnya, (Name) Nee."

"... Ah iya iya... Jadi gini~"

Brummm

(Name) melajukan mobilnya menerjang hujan deras. Memang benar kata 'dia'.

(Name)... Hanya bisa melarikan diri. Maksudnya- kata 'bisa' nya kita coret.

Alasan (Name) pergi ke Tokyo untuk menenangkan diri. Dan... Yah.. kejadian tadi membuat kemarahan nya bisa menjolak dan itu... Berbahaya untuk darah rendahnya.

Saat akan belok di persimpangan tiba tiba ada seseorang yang muncul dari sisi jalan.

(Name) membanting stir agar tidak menabrak orang itu. Untunglah (Name) lihai mengendalikan kendaraan roda empat itu, kalau tidak? Ya mokad.

"Nyebrang liat liat dong!"

(Name) keluar untuk mengecek orang itu, walau ya... Rada bar bar.

"....hah... Hah...."

'... Oh shook, kasian anak orang.' batin (Name) tanpa rasa bersalah.

"Hei- lah Kur kur!"

Lelaki itu mendongak dan tampak raut wajah terkejutnya menjadi dua kali lipat.

"Kur kur? Apaan itu? Dan kau- siapa?"

"Sialan!"

"...oh! Kakaknya Miya Twins!"

"Ck, padahal nama gue mudah dari pada nyebutin Twans twins twans twins."

"Ye, (Name) Chan. Omong omong, kenapa kau bisa sampai sini? Apa kau tersesat, Nona?"

"Memang benar, menilai buku dari sampulnya juga tidak ada salahnya."

"..."

"...gue gak kesasar."

"Oh."

'sabar.. sabar.. (name)."

"Kau mau pulang?"

"Ya, apa kau mau mengantar ku?"

"Sure, why not?"

"..." Kuroo menganga, ia kira (Name) menolaknya, padahal tadi hanya bercanda.

"Buruan ajg!" Teriakan itu membuyarkan lamunan Kuroo.

"Seorang gadis, tidak boleh berkata kasar."

"Ya. Oh, dimana rumahmu?"

"Di xxxx."

"Oh..."

Tinn

"Siapa itu.."

"Apa ayah kedatangan tamu?"

"Tidak, ayah tidak ada janji rapat hari ini."

Clek

"Tadaima~"

"Tetsurou?"

"Okaeri, eh Tetsu membawa seorang gadis malam malam?"

Temporary Mother   || Miya TwinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang