61

539 20 2
                                        

POV lisa.

Hentikan!!kau memang bodoh.."aku menarik jungkook di khalayak orang orang ramai yang menatap kami berdua aneh, jungkook bahkan lebih aneh dia ingin ikut mati juga setelah dia membunuh orang lain.
Untuk apa kau menyuruhku hidup sedangkan kau masih berharap kepada orang lain?"jungkook dengan cepat melepaskan tangannya dari genggaman ku.
Kau salah paham. Hanya saja tindakanmu tidak bisa dibenarkan sebagai manusia."aku menatap jungkook dengan tatapan malas dan kesal aku selalu saja menarik nafas dalam dalam saat berbicara dengannya,pasti akan sia sia saja apa yang aku katakan padanya.

Kenapa kau membela mingyu dari pada aku, aku tidak ingin membuat hubungan rumah tangga kita hancur untuk kesekian kalinya karena ego kita masing-masing"jungkook memeluk pucuk kepalaku dengan erat sampai sampai aku mengeluh untuk mengambil nafas di dekapan tubuh kekarnya.
Aku tidak membela mingyu, hanya saja aku ingin berbuat adil lihat sekarang dia sudah meninggal dunia karena ulahmu yang tak senonoh kau tau dia sesungguhnya adalah manusia ciptaan tuhan yang berhati mulia"aku berusaha mengalihkan pikiran aneh jungkook terhadapku, setalah sedikit tenang kami langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan jennie unnie.

Bagaimana keadaan nya?"

aku menatap banyak sekali infus dan perban yang melilit tubuh Jennie unnie, keadaan nya benar benar sangat sedikit kemungkinan akan bisa di tolong, apalagi jika dia tau bahwa anak yang selama ini ia harapkan sudah tiada di muka bumi ini.
Begitu juga taehyung oppa dia benar benar rapuh dan hancur setelah melihat dan merasakan apa yang tuhan telah garisi di takdir hidupnya bersama jennie unnie, aku berharap esok hari dan suatu hari mereka akan merasakan kebahagiaan setalah kehancuran ini melanda.

Ini semua gara-gara suamimu MINGYU!"taehyung oppa membentakku membuatku ketakutan ,sampai sampai dia ingin menamparku karena aku seuntuhnya belum berpisah dengan mingyu dan gara gara mingyu ingin menemui ku saat itu.

AAAAAA.."lisa

Kau tau lisa karena mu pasti ini semua tidak akan terjadi, lihat sekarang unniemu seperti itu!dan kami kehilangan anak kami yang kami harapkan, jika saat itu mingyu tidak mencari mu pasti dia tidak akan menabrak jennie!"taehyung oppa menggetarkan kedua bahuku membuatku menangis dan ketakutan.
Tiba tiba jungkook menghalangi taehyung oppa yang sudah marah besar padaku.

Hyung!ini bukan salah lisa! Kenapa kau menyalahkan nya begitu saja!"jungkook mendorong taehyung oppa hingga menabrak dinding, taehyung oppa dengan kesal menampar wajah jungkook sepertinya taehyung oppa sudah mulai depresi dengan keadaan yang ia alami sekarang, aku maklumi saja.

Maaf oppa, aku tidak tau akan terjadi seperti ini"aku menangis sejadi jadinya di hadapan taehyung oppa dan berlutut dihadapannya, dia hanya diam dan pasrah matanya yang sudah sembab rahang yang sudah mengeras namun dia bingung harus berbuat apa, untuk mengembalikan semua ini.
Lisa kau tak salah yang salah itu mingyu!"jimin oppa membelaku dan memelukku erat, agar taehyung oppa bisa meredakan amarahnya terhadapku.
Jangan bela dia jimin!"lagi dan lagi taehyung oppa masih kesal terhadapku.

Untuk apa aku tidak membelanya tae! dia adik kita.
kita sudah mengganggap nya sebagai adik kita kau jangan menyalahkannya,salahkan saja mingyu dia sudah menabrak jennie, lisa tak tau apa apa kau jangan asal menyalahkannya alasan karena dia masih bersangkut paut dengan mingyu"jimin membentak taehyung oppa, membuat taehyung oppa semakin marah besar.
Tapi jika tidak karenanya mingyu brengsek itu tidak akan menabrak istrikuu!"taehyung oppa memukul jimin oppa untuk melampiaskan amarahnya.

Kau jangan memarahi istirku!dia tidak tau apa apa!"jungkook langsung memukuli taehyung oppa hingga membuat sedikit goresan muka di wajahnya.

Jangan pukul taehyung oppa!!"aku memeluk taehyung oppa yang sudah di pukul oleh jungkook berkali-kali itu.
Jangan ribut disini! taehyung kau harus fokus dengan Jennie saja!"jin oppa menarik taehyung oppa dan menenangkannya.
Hingga pertengkaran kami berhenti karena jin oppa kakak tertua kami yang menyelesaikan semuanya.

Jungkook langsung membawaku keluar dari rumah sakit itu, jungkook lalu menggendongku yang masih menangis tersedu-sedu itu ke taman rumah sakit, jungkook mengobati tanganku yang tadi sedikit tergores karena kaca di dinding, sesaat taehyung oppa memarahiku.
Kau tak apa apa chagi?"jungkook mengecup tanganku dan meniupnya dengan lembut, padahal luka itu hanya luka kecil.
Aku tidak apa apa jung, terimakasih"aku menghapus air mataku agar jungkook tidak terlalu khawatir dengan apa yang aku rasakan saat ini.
Kita pulang ke apartemen ya?aku takut taehyung hyung akan berbuat nekat padamu aku tau sifatnya seperti apa"jungkook mengajakku pulang ke apartemen kami namun aku menolaknya karena aku ingin menunggu Jennie unnie untuk sembuh, dan meminta maaf padanya.

Aku tidak mau pulang jung,aku mau menunggu jennie unnie untuk sembuh..aku harap kau mengerti"lirihku di dekapan jungkook sambil menahan air mataku.
Tapi aku takut taehyung hyung akan menyakiti mu kembali lisa , kau mau persaudaraan ku dengan taehyung hyung hancur karenamu ?kau tau taehyung hyung adalah sepupuku."jungkook.
Bukan seperti itu, aku tidak enak pergi begitu saja jelas jelas mingyu masih suamiku dan aku istrinya mau bagaimanpun 0,5%aku harus turun tangan"lisa.
Hingga membuat jungkook terdiam dan menahan amarahnya, aku tau sekarang dia benar benar tidak bisa mengontrol emosi nya kepada mingyu ,saat mingyu hadir di hidupku Dimata jungkook aku selalu saja di landa masalah besar.

Saat itu aku sudah mengatakannya pada jennie.."
Aku dan jungkook mengalihkan pandangan kami ke suara serak dan berat itu ia memegang kedua pundak kami dan berbisik.






I ALWAYS HURT YOU [lizkook] ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang