Bab 14 the killer

817 43 1
                                        

Boruto dan Mitsuki segera pergi berlari menuju kamar milik kakak vetra ketika mereka mendengar suara teriakan ibunya vetra. Sampai di kamar itu mereka semua sudah berada di sana. Ayah vetra hanya bisa diam terpaku di samping mayat putrinya itu sedangkan vetra dan ibunya hanya terduduk lemas sambil menangis di samping ranjang kakak vetra.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengannya?" Tanya Mitsuki.
"Siapa yang melakukan ini siapa yang membunuh putriku?" Kata ibu vetra disertai tangisnya.
"Tunggu bolehkah aku memeriksanya?" Tanya sarada.
"Kau kau jangan dekat dekat dengan putri ku kau yang membunuhnya kan?" Kata ibu vetra penuh amarah.
Sarada sangat heran kenapa dia dituduh seperti itu begitu pula dengan Mitsuki dan Boruto.
"Tunggu itu tidak mungkin lagipula apa untung nya kami melakukan itu." Tegas Boruto.
"Tapi sebelum kalian datang kesini kami baik baik saja tapi setelah kalian datang kesini!"
"Ibu sudahlah. Maaf kak sarada ini semua karena kematian kakak ku yang mendadak. Kakak sebaiknya keluar saja dulu."
Sarada diam kemudian keluar meninggalkan kamar itu kemudian disusul dengan Boruto dan Mitsuki.
"Sarada apa kau masih memikirkan perkataan ibu tadi?" Tanya Mitsuki setelah mereka keluar dari tempat itu.
"Yah kematian kakak vetra itu benar benar aneh jelas jelas saat itu kita semua tertidur bukan? Pasti ada orang lain yang membunuh kakak vetra tapi siapa dan bagaimana dia masuk jika dia masuk pasti kita menyadarinya walaupun saat kita tidur." Jelas sarada.
"Atau mungkin pembunuh nya adalah seseorang di rumah ini?" Ucap Mitsuki menanggapi perkataan sarada.
"Itu sedikit tidak mungkin mereka tampak sangat menyayangi kakak vetra."
"Tapi itu bisa saja. Mereka masih di dalam bukan?" Tanya Boruto yang ditanggapi dengan anggukan dari dua temannya itu.
"Mitsuki coba kau gunakan ular mu untuk menguping pembicaraan mereka!" Mitsuki kemudian mengeluarkan seekor ular putih yang kemudian merayap memasuki kamar kakak vetra.

"Dasar dia itu hanya merepotkan saja bisa bisa dia membocorkan semua rahasia kita."
"Tapi harusnya kau melakukannya dengan cara lain jika seperti ini kita dicurigai."

"Bagaimana Mitsuki?" Tanya sarada.
"Sepertinya ada dua orang di ruangan itu dan mereka adalah orang tua vetra. Dan yang membunuh kakak vetra adalah ibunya sendiri mereka sedang membicarakan tentang sebuah rahasia yang diketahui kakak vetra." Sontak sarada dan Boruto terkejut dengan apa yang diucapkan Mitsuki.
"Lalu dimana vetra?" Tanya Boruto.
"Aku tidak tau tapi dia tidak ada di ruangan itu." Jelas Mitsuki.
"Atau jangan jangan___" sarada menghentikan ucapannya kemudian hendak memasuki tempat itu tapi terhenti oleh sebuah badai yang tiba tiba muncul.
"Badai ini lagi? Boruto Mitsuki hati hati badai ini sangat aneh seperti hendak menyerang." Tak selang beberapa saat dari dalam badai itu keluarlah butiran es tajam yang mengarah ke arah mereka bertiga dengan refleks mereka bertiga menghindari hujan es tajam itu.

"Apa kalian berdua bodoh?" Kata seseorang yang muncul tiba tiba ketika Boruto, sarada, dan Mitsuki sedang disibukkan dengan badai es di luar.
"Nona!!"
"Ada yang sedang menguping pembicaraan kalian sebaiknya kalian harus berhati hati ketika mengatakan apa pun mereka adalah Shinobi dari desa Konoha apa kalian masih belum sadar juga?"
Crak...

Serpihan es tajam menancap di ular Mitsuki dan membuat ular itu mati.
"Hey Mitsuki ada apa?"
"Sepertinya ada seseorang lagi yang menjadi bos dari mereka dia hebat bisa menyadari keberadaan ular ku."
"Apa itu adalah vetra sebelumnya dia tidak ada di dalam kan?" Tanya Boruto.
"Hey Boruto apa yang kau katakan?"
"Bukan hawanya berbeda dia bukan vetra."
"Kakak." Panggil vetra dari dalam rumah sarada dan yang lainnya berlari menuju sumber suara itu meninggalkan badai di luar.
"Vetra kau baik baik saja?"
"Ada apa diluar?"
"Di luar sedang berbahaya sebaiknya kau tetap disini." Perintah sarada.
"Badainya berhenti."-Boruto













Thanks for reading ✨
Please vote for support me🤩🌟

BoruSara after time skipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang