bab 6 jealous

1.7K 93 0
                                        

Hinata dan Naruto segera bergegas menuju pintu saat Himawari mengatakan bahwa Boruto pulang. Hinata yang sudah sangat merindukan putra sulungnya itu langsung memeluknya.
"Syukurlah kau baik baik saja."
"Ibu tidak perlu khawatir!" Kata Boruto. Hinata kemudian melepas pelukannya.
"Maaf tidak bisa menyambut karena ibu tidak tau kau pulang hari ini." Ucapnya lembut.
"Tidak ini juga salahku karena waktu kita bertemu tadi aku tidak menanyakan kapan kau pulang."
"Ayah dan ibu tidak perlu melakukan semua itu!"
"Tunggu mama dan papa tau kalau kakak masih hidup tapi kalian tidak memberitahuku kenapa?" Tanya Himawari dengan nada sedih.
"Hima ayah dan ibu tidak bermaksud begitu hanya saja waktu itu ketika kakak mu pergi tidak ada orang lain yang boleh tau." Kata Hinata memberitahu.
"Kenapa tidak boleh tau?"
"Hima maaf ya tapi anggap saja ini misi rahasia kakak."
"Kalian berbohong!"
"Hima sungguh kakak minta maaf." Melihat Boruto yang terus meminta maaf akhirnya pun Hima waru luluh dan menerima semuanya.
"Baik aku percaya maaf."
"Itu baru anak ayah." Kata Naruto disertai senyuman khasnya.
"Hima kau antar kakak mu ke kamarnya ya tolong ibu akan membuat camilan!"
"Em baiklah!" Kata Hima disertai senyuman manis di wajahnya.
      Seorang anak yang dulunya masih kecil dengan rambut pendek dan bermata biru safir kini sudah berubah menjadi gadis remaja yang sangat cantik dengan rambut panjangnya.
"Hima tidak perlu mengantar kakak, aku bisa pergi sendiri!"
"Tidak aku akan mengantar kakak! Lagi pula aku juga tidak pernah bertemu kakak makannya ayo aku antar!"

Kriett suara pintu terbuka menimbulkan bunyi pada engsel pintu.
"Woah kamarku rapi dan bersih sekali! Hima apa kau selalu membersihkan kamarku?" Kata Boruto terkejut melihat kamarnya yang sangat bersih dan rapi.
"Ehehe ibu juga membantuku bahkan kak Sarada juga sering membantu membersihkan kamar kakak."
"Eh benarkah?" Kata Boruto terkejut dengan samar merah di kedua pipinya.
"Kenapa?" Tanya Hima.
"Tidak bukan apa apa. Oh ya Hima teman teman ku akan mengadakan pesta yakiniku apa kau mau ikut? Anggap saja ini juga sebagai permintaan maaf ku."
"Benarkah aku boleh ikut?"
"Tentu saja!" Jawab Boruto pasti.
"Aku akan bersiap!" Kata Himawari yang kemudian menghilang dari hadapan Boruto.
       Boruto kini sedang bernostalgia dengan suasana kamarnya dia mendatangi setiap sudut kamarnya dan tak sengaja hampir menjatuhkan foto lamanya dengan teman satu timnya. Dia memandangi foto itu dengan penuh bayang bayang ingatan masa lalu yang begitu indah.
"Buku?" Tanyanya pada dirinya sendiri ketika melihat buku berwarna merah muda terselip di kasurnya. Ketika ia hendak membuka buku itu sebuah foto dirinya jatuh dari dalam buku.
"Ini fotoku kenapa ada di dalam buku ini?" Tanyanya heran. Dia tidak berani membuka-buka buku itu lebih banyak lagi karena ketika membuka halaman pertama itu tertulis siapa pemiliknya.
"Boruto makanannya sudah siap turunlah!" Kata Hinata dari ruangan makan. Boruto yang mendengar suara Hinata segera turun dan duduk di sofa hijau berhadapan dengan Naruto dengan masih memegang buku berwarna merah muda yang ia temui di kamarnya.
"Boruto buku siapa itu?" Tanya Naruto.
"Oh milik seseorang."
"Hey beri tau siapa pemiliknya!"
"Tidak ayah tidak perlu tau. Ibu ada yang ingin aku tanyakan!"
"Apa?"
"Apa sarada selalu membantu ibu ketika aku pergi selama ini?"
"Ya dia selalu datang kesini terkadang dia juga membawa adik adiknya Sada dan Sachi."
Boruto hanya diam saja.
"Jangan jangan buku itu milik Sarada ya?" Tanya Naruto geli.
"Sudah kubilang ayah tidak perlu tau buku ini milik siapa."
"Kau yakin?" Boruto hanya diam.
"Kakak ayo berangkat!"
"Eh Hima mau kemana?" Tanya Hinata.
"Kakak mengajakku pergi ke pesta yakiniku bersama teman temannya."
"Baiklah ayo pergi."
"Mama papa Hima dan kakak pergi dulu."
"Yah baiklah hati hati." Balas Naruto.
       Boruto dan Himawari berjalan menyusuri jalan jalan menuju kedai yang dimaksud oleh teman temannya itu.
Brukh  Boruto tak sengaja menabrak seseorang tapi untunglah dia berhasil menangkapnya sehingga orang yang ditabraknya tidak jatuh.
"Ketua kelas?! Maaf menabrak mu."
"Boruto kun! Ti tidak tidak papa."
"Kau mau kemana?" Tanya Boruto.
"Teman teman mengajak ku untuk pesta yakiniku jadi kurasa aku akan datang."
"Kalau begitu ketua kelas pergi bersama kami saja!" Ajak Himawari.
"Eh Hima Chan apa tidak masalah?"
"Tidak. Lagi pula kita pergi ke arah yang sama." Kini Boruto yang menjawabnya.
Setelah Sumire setuju mereka pergi bersama.

"Hey dimana Boruto bukan kah ini pesta untuk menyambut kepulangannya?" Tanya Iwabe kesal karena sudah lama menunggu.
"Sarada apa kau tau dia akan datang atau tidak?"- Wasabi.
"Ituuu aku juga tidak tau. Ta tapi dia pasti datang." Ucap Sarada yakin dan benar saja tak lama setelah itu Boruto datang.
"Oh lihat itu Boruto kun!" Seru Namida. Semua pandangan lalu tertuju ke arah pintu masuk tapi diraut wajah mereka terlihat heran termasuk Sarada yang heran dengan perasaan tidak suka dan kesal yang tiba tiba datang.
"Ketua kelas tumben sekali datang dengan Boruto?" Tanya Chocho dengan nada yang sedikit menggoda.
"Ka kami hanya tidak sengaja bertemu di jalan." Jawab Sumire gugup.
"Benarkah??"
"Itu benar loh." Kata seorang gadis remaja yang baru saja muncul dari balik badan Boruto.
"Hima Chan juga ikut?!" Tanya inojin terkejut.
"Tentu saja kakak yang mengajakku."
"Sudahlah lebih baik kita mulai saja!" Kata sarada dengan nada datar. Semuanya sangat menikmati yakiniku mereka.
"Emmm maaf aku harus pulang terlebih dahulu ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."
"Kau sangat sibuk ketua kelas akhir akhir ini tapi baiklah hati hati." Kata Denki.
Sumire membalas dengan anggukan lalu berjalan menuju pintu tempat dimana dia masuk tadi.
"Nona awas!" Kata seorang pelayan di kedai itu pada Sumire. Pelayan itu membawa kuah panas yang baru saja di angkat dari api dan tiba tiba tersandung sehingga kuah itu hampir saja mengenai Sumire.
"Ketua kelas!" Kata Boruto sambil menarik Sumire membuatnya terjatuh di atas tubuh Boruto. Tentu saja semua yang ada disana terkejut.
"Eh kenapa ini rasanya kau semakin kesal saja. Padahal dia hanya menolong ketua kelas saja kan?" Batin Sarada.
"Maaf nona aku benar benar tidak sengaja." Kata pelayan itu meminta maaf.
"Ketua kelas kau baik baik saja?" Tanya Sarada yang nampak khawatir walaupun masih ada rasa kesal di hatinya.
"Em ya aku baik baik saja. maaf Boruto kun."
"Tidak masalah kau yakin kau baik baik saja?"
"Sungguh aku baik baik saja."
"Aku akan mengantar mu!" Tawar Boruto.
"Tidak nanti malah merepotkan mu lagi pula Himawari Chan juga masih disini."
"Ketua kelas pergilah bersama kakak aku bisa pulang sendiri!"
"Mana ada aku akan mengantar mu pulang Hima Chan." Sahut Inojin.
"Hey dasar kenapa malah mau antar antar pulang. Lebih baik cepat putuskan. Ketua kelas kau buru buru kan pergilah bersama Boruto dan Himawari nanti akan diantar inojin!" Kata Shikadai.
Sarada hanya diam perasaannya tambah bercampur aduk dan tidak menentu tampak raut wajah sedih di wajah Sarada yang tidak dapat diartikan oleh teman temannya .
Lalu Boruto pergi mengantar Sumire, tak beberapa lama perayaan yang mereka lakukan juga ikut berakhir.

"Boruto kun terimakasih sudah mengantar ku padahal kamu tidak perlu mengantar ku." Kata Sumire yang sudah pulang terlebih dahulu diantar oleh Boruto.
"Bukan masalah oh-" kata Boruto menghentikan pembicaraan ya ketika dia teringat sesuatu.
"Maaf ketua kelas aku harus pergi dulu." Sumire membalasnya dengan anggukan dan senyuman kemudian Boruto pergi.
"Kenapa ini kenapa saat ada orang lain yang dekat dengannya aku merasa perasaanku bercampur aduk padahal kami hanya teman saja kan?" Batin Sarada.
"Sudah lah tidak usah dipikirkan terserah dia mau dekat dengan siapa." Sarada melanjutkan langkah nya pulang.
"Yo!" Sapa seseorang yang ada di depan Sarada sedang menunggunya.
"Boruto?! Kenapa disini?"
"Aku hanya ingin mengembalikan buku ini!" Katanya sambil menyodorkan buku berwarna merah muda. Sarada terkejut mendapati hal itu wajah nya memerah.
"Apa kau membacanya?!" Kata Sarada respect dengan nada marah tapi juga disertai dengan wajah memerah.
"Tidak tidak aku tidak membacanya." Boruto yang agak gugup ketika Sarada bertanya dengan nada marah.
"Tapi kenapa kau menyimpan fotoku di dalam buku itu?" Tanya lagi Boruto dengan wajah polos.
"Kau bohong kau membacanya kan buktinya kau tau itu!"
"Tidak sungguh aku berani bersumpah aku hanya membaca halaman pertama dan disitu tertulis nama mu tapi waktu aku hendak membaca halaman selanjutnya fotoku jatuh jadi aku tidak jadi membacanya karena mungkin kau akan marah dan lihat aku belum membacanya kau sudah marah." Sarada tiba tiba mematung malu mendengar alasan Boruto.
"Maaf sudah memarahi mu dan menuduh mu."
"Tidak masalah lain kali jangan langsung marah oke?" Ucap Boruto dengan senyuman tipis.
"Dia tersenyum padaku." Batin sarada senang.
"Memang buku apa itu sebenarnya?"
"Bukan apa apa aku harus pulang." Kata sarada buru buru menghindari pertanyaan Boruto.
"Hey mau ku antar?"
"Tidak terimakasih."

Happy reading ✨
Telat up🙏
Maaf kalo ada typo 😊

BoruSara after time skipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang