Bab 18 Festival Hanabi

891 54 2
                                        

Hari ini matahari belum tenggelam sepenuhnya tapi sudah banyak toko toko dan kedai makanan serta minuman yang bersiap untuk menyambut perayaan festival Hanabi di desa Konoha. Beberapa stand yang menjual topeng maupun aksesoris lainnya juga sudah terlihat memenuhi kawasan taman senju. Lampion lampion sudang terpasang sepanjanhmg jalan menuju taman.

Di kantor hokage.

"Syukurlah keadaanmu sudah membaik sekarang dan maaf ya seharusnya kemarin aku menjagamu di rumah tapi aku malah harus lembur di sini," ucap Naruto disertai wajah menyesal.

"Tidak masalah tidak usah ayah pikirakan. Aku juga sudah baik baik saja sekarang, dan ayah apakah ayah mempunyai informasi baru mengenai orang itu?" Tanya Boruto.

"Kau masih belum pulih! Aku tidak akan memberikan misi ini sekarang padamu termasuk informasinya karena kau pasti nekat!" Ucap Naruto tegas.

"Kenapa ayah berkata begitu aku sudah lebih baik dan lagi aku harus segera bertemu dengannya,"

"Boruto dengarkan! Dalam misi ini dilaporkan dia berada di suatu tempat yang tidak diketahui. Aku tau tempat ini hanya bisa dicapai melalu ninjutsu ruang dan waktu tapi kita tidak tau seberapa dan sekuat apa musuh disana. Apalagi dengan kondisimu yang baru saja sembuh. Tidak aku tidak akan membiarkanmu pergi!" Ucap Naruto tegas sambil menatap putra sulungnya itu.

"Ayah percayakan padaku aku akan berhati hati aku juga tidak akan membuat ibu dan Hima khawatir lagi. Sungguh aku pasti kembali dengan selamat," ucap Boruto meyakinkan. Naruto tamapak berpikir sesaat mempertimbangkan ucapan putranya itu.

"Janji seorang pria tidak boleh diingkari karena itu kembali lah dengan selamat," ucap Naruto sambil memberikan sebuah gulungan yang masih tersegel, "tapi sebaiknya kau tidak pergi malam ini! Malam ini kan ada festival hanabi yang sangat meriah," tukas Naruto.

"Yah aku juga tau aku juga sudah berjanji dengan seseorang,"

"Oh benarkah siapa dia?" Tanya Naruto yang sangat penasaran tetapi Boruto tidak membalas pertanyaan ayahnya dia malah langsung keluar dari kantor hokage.

Di kediaman uchiha

"Wah neesan tampak sangat cantik," ucap kedua putra kembar uchiha itu bersamaan.

"Hihi benarkah?"

"Tentu saja karena dia akan pergi dengan seseorang,"

"Eh?! Mama bukankah tidak baik berbicara seperti itu di depan Sada dan Sachi!" Ucap Sarada wajahnya menjadi merah.

"Yah aku tau. Aku kesini hanya ingin menyemangati mu saja kok." Ucap Sakura disertai senyuman miliknya sambil merangkul putrinya yang kini sudah beranjak remaja hampir dewasa.

"Mama memang neesan mau pergi dengan siapa?" Tanya Sachi.

"Hemm??? Sada Sachi apa kalian ingin melihat Hanabi?" Sakura mencoba mengalihkan pertanyaan Sachi.

"Kami mau! Sachi ayo cepat kita ajak papa!" Sada menarik Sachi keluar dari kamar Sarada.

"Mama lihat kan?"

"Yah yah kau benar. Mau mama bantu memakai kimononya?" Sarada membalas tawaran Sakura dengan anggukan kecil.

Taman senju

Malam datang banyak sekali orang orang berkumpul di taman senju mereka semua tidak sabar melihat Hanabi di langit malam itu. Boruto sedang berdiri di depan area taman menunggu seseorang.

"Maaf membuatmu menunggu lama," Sapa Sarada yang baru datang mengenakan kimono berwarna biru gelap dan bunga yang berwarna merah dengan rambut yang di ikat di belakang dan menyisakan sedikit di samping telinga kanan dan kirinya.

BoruSara after time skipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang