Sarada kebingungan bagaimana cara menyelamatkan penduduk desa yang di Sandra jika dia maju menyerang kemungkinan para bandit itu akan melukai para penduduk desa tapi jika dia tidak maju sekarang entah apa yang akan terjadi.
"Bagaimana caraku menyelamatkan mereka jumlah penduduk desa yang di Sandra sangat banyak dan juga penjaganya juga banyak. Apa sebaiknya aku meminta bantuan Boruto saja?"
Bummm... Terdengar suara dentuman yang sangat keras hinga beberapa batu batu kecil dari langit langit berjatuhan.
"Suara apa itu tadi apa Boruto juga sedang bertarung?"
Hufff... Sarada menghela nafasnya beberapa saat lalu membenarkan kacamatanya.
"Mau bagaimana pun harus kucoba!" Matanya yang tadinya berwarna hitam kini berubah menjadi merah menyala. Semua penjaga itu tiba tiba tumbang satu persatu sarada kemudian berlari untuk mengevakuasi para warga desa kunyuk keluar dari kuil itu. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengevakuasi warga desa karena jumlah dan jarak jalan menuju pintu keluar yang cukup jauh.
"Aku sudah mengevakuasi seluruh warga desa yang di Sandara tapi aku harus kembali ke bawah lagi untuk membantu Boruto."
"Hahaha.... Kau tidak bisa berbuat apa apa jika kau menyerang ku tempat ini akan runtuh dan mereka akan mati sementara itu aku bisa bebas dan leluasa untuk menyerang mu Hahahahah"
"Cih... Sial aku benar benar tidak bisa membalas serangannya dan juga aku harus menghindari serangannya. Apa sarada sudah menemukan penduduk desa yang di Sandra itu? Semoga saja dia sudah menemukannya."
"Kalian semua cepat serang dia lagi." Perintah bos para bandit itu dengan bawahannya yang tiba tiba sudah mengepung tempat itu.
Trang.... Trash... Suara adu pedang dan kunai serta suriken yang tak terhindarkan menggema di dalam tempat itu.
"Boruto..."
"Sarada? Dia disini?"
"Kau bisa bertarung semua penduduk desa sudah ku evakuasi." Teriak sarada.
"Yah Terimakasih sarada."
"Apa? Mustahil bagaimana bisa? Tempat itu dijaga oleh banyak penjaga."
"Haha... Sayang sekali tapi mereka sedang tertidur." Ucap sarada disertai senyuman sinis.
"Boruto aku akan menangani bawahannya kau bisa mengurus bossnya!"
"Yah tapi sarada hati hati bunga bunya yang bertebaran disini bisa meledak bila terkena serangan!"
"Bunga! Yah aku paham."
Boruto mengejar bos bandit itu sementara sarada mengurus sisanya.
"Kau tidak bisa lari lagi."
"Hahah siapa bilang rasakan ini."
Ledakan api raksasa... Bom api yang mengarah cepat kearah Boruto.
Zhummm
"Sayang sekali tapi serangan itu tidak mempan terhadapku." Boruto menyerap serangan itu dengan karma miliknya.
"Karena perbuatan mu ini banyak nyawa yang dalam bahaya dan lalu kau ingin mati seperti apa untuk menebus semua dosa dosamu ini?"
"Mu mustahil bagaimana kau melakukannya aku mohon ampuni aku sungguh."
Sringgg... Suara pedang yang ditarik dari tempatnya membuat bos dari bandit itu merinding ketakutan Hinga terjatuh.
"Aku mohon sungguh maafkan aku."
Jleb...
Arghhhh...
Sarada yang kini sudah selesai dengan tugasnya sedang menunggu Boruto untuk kembali. Tak lama setelah itu siluet nya Munjul dari balik kegelapan membawa orang yang sudah tidak sadarkan diri.
"Dia bos banditnya bukan?"
"Yah."
"Ka kau kau akan ku balas."
"Boruto awass." Sarada yang segera menarik Boruto kearahnya.
Bum dar... Ledakan yang sangat kuat membuat keadaan dibawah kuil dihujani oleh tanah tanah yang mulai runtuh Boruto dan sarada berlari untuk menyelamatkan diri belum terlalu jauh mereka keluar boss bandit yang hampir seluruh tubuhnya tertimbun oleh tanah berteriak.
"Semuanya demi kara..."
Boruto dan sarada terkejut ketika mendengar nama organisasi yang anggotanya yang diketahui hanya tersisa satu orang itu.
Pendek:3
Vote 🌟
KAMU SEDANG MEMBACA
BoruSara after time skip
Romancemata hari terbenam terlihat di atas patung wajah hokage ketujuh berada tepat dimana dua orang yang baru saja bertemu setelah tiga tahun mereka berpisah. "jadi selama ini kau masih hidup lalu kenapa tidak pernah menemui ku kau tau akau berusaha menja...
